PENGARUH SUPLEMENTASI ZAT BESI TERHADAP FUNGSI KOGNITIF LANSIA

*Ariana Endrinikapoulos orcid  -  Diponegoro University, Indonesia
Aryu Candra  -  Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Hartanti Sandi Wijayanti  -  Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Etika Ratna Noer  -  Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 12 May 2020; Published: 4 Jun 2020.
DOI: https://doi.org/10.14710/jnc.v9i2.27501 View
Hasil Analisis Data
Subject
Type Data Analysis
  Download (2MB)    Indexing metadata
Data Penelitian
Subject
Type Research Materials
  Download (2MB)    Indexing metadata
Ethical Clearance
Subject
Type Izin Penelitian
  Download (2MB)    Indexing metadata
Kuesioner Data Pribadi, Kepatuhan, dan Asupan Makan
Subject
Type Research Instrument
  Download (41KB)    Indexing metadata
Mini-Mental State Exam Questionnaire
Subject MMSE questionaire
Type Research Instrument
  Download (757KB)    Indexing metadata
Physical Activity Scale for Elderly Questionnaire
Subject PASE Questionnaire
Type Research Instrument
  Download (31KB)    Indexing metadata
Pittsburg Sleep Quality Index Questionnaire
Subject PSQI questionnaire
Type Research Instrument
  Download (28KB)    Indexing metadata
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Abstract

Latar belakang: Penurunan fungsi sel otak pada lansia berdampak pada terjadinya penurunan daya berpikir dan kehidupan psikis, sosial, dan aktivitas fisik. Kebutuhan zat besi yang tercukupi memiliki dampak positif pada fungsi kognitif lansia.

Tujuan:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh suplementasi zat besi terhadap fungsi kognitif lansia.

Metode: Metode penelitian ini adalah quasi experimental dengan rancangan pre-post control group design. Subjek penelitian adalah 26 lansia usia 60-77 tahun yang dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Suplemen zat besi berupa NaFe EDTA diberikan pada kelompok perlakuan sebanyak 1 tablet (15 mg) selama 10 minggu, sedangkan kelompok kontrol diberikan plasebo. Penilaian fungsi kognitif dilakukan menggunakan instrumen kuesioner Mini-Mental State Examination (MMSE) yang dilakukan pada sebelum dan sesudah intervensi. Asupan makan subjek selama intervensi diperoleh dengan metode 24 jam food recall 1x/minggu selama intervensi. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan menggunakan alat Hb-meter. Penilaian aktivitas fisik dilakukan menggunakan kuesioner Physical Activity Scale for Elderly (PASE). Penilaian kualitas tidur dilakukan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon, independent sample t-test, dan Mann Whitney.

Hasil: Fungsi kognitif 1 (4%) orang subjek sebelum intervensi tergolong tidak normal. Sebanyak 7 (27%) subjek memiliki kadar hemoglobin normal sebelum intervensi. Terdapat peningkatan skor MMSE pada kelompok perlakuan (p<0,05) dan kelompok kontrol (p<0,05) setelah dilakukan intervensi. Uji bivariat menunjukkan tidak terdapat perbedaan peningkatan skor MMSE yang bermakna (p=0,88) antara kelompok perlakuan dan kontrol, namun rerata skor MMSE kelompok perlakuan lebih tinggi.

Simpulan: Suplementasi zat besi selama 10 minggu mampu meningkatkan skor MMSE namun tidak ada beda secara statistik antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol.

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords: suplementasi zat besi; fungsi kognitif; lansia
  1. Kementrian Kesehatan RI. Analisis Lansia di Indonesia. Jakarta Selatan: Pusat Data dan Informasi, Kementrian Kesehatan RI; 2017
  2. Kementrian Kesehatan RI. Situasi dan Analisis Lanjut Usia. Jakarta Selatan: Pusat Data dan Informasi, Kementrian Kesehatan RI; 2014
  3. Kementrian Kesehatan RI. Situasi Lanjut Usia (LANSIA) di Indonesia. Jakarta Selatan: Pusat Data dan Informasi, Kementrian Kesehatan RI; 2016
  4. Subdirektorat Statistik Pendidikan dan Kesejahteraan Sosial. Statistik Penduduk Lanjut Usia. Jakarta: Badan Pusat Statistik; 2015
  5. Rohmah, I N R A, Purwaningsih, Bariyah K. Quality of life elderly. J. Keperawatan. 2012;3(2):120–32.
  6. Agustia S, Sabrian F, Woferst R. Hubungan gaya hidup dengan fungsi kognitif pada lansia. JOM PSIK. 2014;1(2):1–8.
  7. Sundariyanti IGAH, Ratep N, Westu W. Gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi status kognitif pada lansia di wilayah kerja puskesmas Kubu II . E-Jurnal Med Udayana. 2015;4(1):1–12.
  8. Kusumowardani A, Puspitorini A. Hubungan antara tingkat depresi lansia dengan interkasi sosial lansia di Desa Sobokerto Kecamatan Ngemplak Boyolali. Jurnal Ilmu Kesehatan. 2014;3(2):184–8.
  9. Aini DN, Puspitasari W. Hubungan fungsi kognitif dengan kualitas hidup pada lansia di Kelurahan Barusari Kecamatan Semarang Selatan. 2016;7:6–12.
  10. Wadhani LPP, Yogeswara IBA. Tingkat konsumsi zat besi (Fe), seng (Zn) dan status gizi serta hubungannya dengan prestasi belajar anak sekolah dasar. Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition. 2017;5(2):82–7.
  11. Todorich B, Pasquini JM, Garcia CI, Paez PM, Connor JR. Oligodendrocytes and myelination : the role of iron. Glia. 2009;57:467–78.
  12. Yavuz BB, Cankurtaran M, Haznedaroglu IC, Halil M, Ulger Z, Altun B, et al. Iron deficiency can cause cognitive impairment in geriatric patients. J Nutr Heal Aging. 2012;16(3):220–4.
  13. Mukhopadhyay D, Mohanaruban K. Iron deficiency anaemia in older people: investigation, management and treatment. Age and Ageing, 2002; 31: 87–91.
  14. Amran Y, Kusumawardani R, Supriyatiningsih N. Determinan asupan makanan usia lanjut. Kesmas. 2012;6(6):255–60.
  15. Muljati S, Triwinrti A, Kristanto Y. Disabilitas pada lanjut usia menurut status gizi, anemia dan karakteristik sosiodemografi. Penelitian Gizi dan Makanan 2014;37(2):87–100.
  16. Busti F, Campostrini N, Martinelli N, Girelli D. Iron deficiency in the elderly population, revisited in the hepcidin era. Front Pharmacol. 2014;23(5):1–9.
  17. Kurtoglu E, Ugur A, Ak B, Undar L. Effect of iron supplementation on oxidative stress and antioxidant status in iron-deficiency anemia . Biol Trace Elem Res. 2003;96(1–3):117–23.
  18. Murray-kolb LE, Beard JL. Iron treatment normalizes cognitive functioning in young women. Am J Clin Nutr. 2017;85:778–87.
  19. Guo X, Liu H, Qian J. Daily iron supplementation on cognitive performance in primary-school-aged children with and without anemia : a meta-analysis. Int J Clin Exp Med. 2015;8(9):16107–11.
  20. World Health Organization. Haemoglobin Concentrations for the Diagnosis of Anaemia and Assessment of Severity. Geneva, Switzerland: World Health Organization; 2011. p. 1–6.
  21. Balqis UM, Wati DNK. Ketidakmandirian Lansia di Panti Sosial Dalam Melakukan Aktivitas Kehidupan Sehari-hari. Universitas Indonesia; 2014.
  22. Soiza RL, Donaldson AIC, Myint PK. Vaccine against arteriosclerosis: an update. Ther Adv Vaccines. 2018;9(6):259–61.
  23. Burke MM, Laramie JA. Primary Care of the Older Adult. Second Edi. Bruno V, editor. Missouri: Mosby, An Affiliate of Elsevier; 2004. 531–564 p.
  24. Kochhann R, Cerveira MO, Godinho C, Camozzato A, Chaves MLF. Evaluation of mini-mental state examination scores according to different age and education strata, and sex, in a large brazilian healthy sample. Dement Neuropsychol. 2009;3(2):88–93.
  25. Henry CJK. Basal metabolic rate studies in humans : measurement and development of new equations. Public Health Nutr. 2005;8(7A):1133–52.
  26. Loliana N, Nadhiroh SR. Asupan dan kecukupan gizi antara remaja obesitas dengan non obesitas. Media Gizi Indonesia. 2015;10(2):141–5.
  27. Fatmah. Predictive equations for estimation of stature from knee height, arm span, and sitting height in indonesian javanese elderly people. J Med Med Sci. 2009;1(10):456–61.
  28. Deschamps V, Astier X, Ferry M, Rainfray M, Emeriau JP, Inserm U, et al. Nutritional status of healthy elderly persons living in Dordogne , France , and relation with mortality and cognitive or functional decline. Eur J Clin Nutr. 2002;56:305–12.
  29. Demir G, Özen B, Zincir H, Bulucu-Böyüksoy GD. Sleep quality in elderly individuals and related factors. J Clin Anal Med. 2018;9(2):97–101.
  30. Petranovic D, Batinac T, Petranovic D, Ruzic A, Ruzic T. Iron deficiency anaemia influences cognitive functions. Med Hypotheses. 2008;70(1):70–2.
  31. Masrizal. Anemia defisiensi besi. J Kesehat Masy. 2007;II(1):140–5.
  32. Newman AM. Obesity in older adults. Online J Issues Nurs. 2009;14(1):1–8.
  33. Santos RR dos, Bicalho MAC, Mota P. Obesity in elderly. Rev Med Minas Gerais. 2013;23(1):62–71.
  34. Daugherty AM, Raz N. Appraising the role of iron in brain aging and cognition: promises and limitations of MRI methods. Neuropsychol Rev. 2015;25(3):272–87.
  35. Peters A. The Effects of normal aging on myelin and nerve fibers : a review. J Neurocytol. 2003;31:581–93.
  36. Lozoff B, Georgieff MK. Iron deficiency and brain development. Semin Pediatr Neurol. 2006;13(3):158–65.
  37. Rahmawati A, Pramantara IDP, Purba MB. Asupan zat gizi mikro dengan fungsi kognitif pada lanjut usia. Jurnal Gizi Klinik Indonesia. 2012;8(1):195–201.
  38. Setyowati E, Santosa NI, Kridawati A. Hubungan asupan vitamin b12 dan asam folat dengan fungsi kognitif lansia. Jurnal Endurance. 2019;4(1):194–201.
  39. Sauliyusta M, Rekawati E. Aktivitas fisik mempengaruhi fungsi kognitif lansia. Jurnal Keperawatan Indonesia. 2016;19(2):71–7.
  40. Widyanto T, Hermanto Tj. Perbandingan kadar brain derived neurotrophic factor ( BDNF ) serum darah tali pusat bayi baru lahir antara ibu hamil yang mendapat DHA dengan kombinasi dha dan 11-14 karya mozart selama hamil. Majalah Obstetri & Ginekologi. 2013;21(3):109–14.
  41. Woodard JL, Nielson KA, Sugarman MA, Smith CJ, Seidenberg M, Durgerian S, et al. Lifestyle and genetic contributions to cognitive decline and hippocampal integrity in healthy aging. Curr Alzheimer Res. 2012;9(4):436–46.
  42. Lestari YI, Utami I, Budiarsa I, Widyadharma E. Poor Quality of Sleep Correlated with Elderly Cognitive. In: Neurological Association. 2015. p. 1–6.
  43. Puyvelde K Van, Ziekenhuis AS, Beyer I, Brussel VU. Anaemia in the elderly. Acta Clin Belg. 2009;64(4):292–302.
  44. Hardinsyah, Supariasa IDN. Vitamin. In: Rezkina E, Ester M, editors. Ilmu Gizi : Teori dan Aplikasi. 1st ed. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2017. p. 59–83.
  45. Soenen S, Rayner CK, Jones KL, Horowitz M. The ageing gastrointestinal tract. Curr Opin Clin Nutr Metab Care. 2016;19(1):12–8.
  46. Dumic I, Nordin T, Jecmenica M, Lalosevic MS, Milosavljevic T, Milovanovic T. Gastrointestinal tract disorders in older age. Can J Gastroenterol Hepatol. 2019;2019:1–19.
  47. Russell RM. Factors in aging that effect the bioavailability of nutrients. J Nutr. 2001;4(131):1359–61.
  48. Kurniawan I. Iron deficiency anemia in the elderly. Med J Indones. 2011;20(1):71–7.
  49. Bradbury KE, Guo W, Cairns BJ, Armstrong MEG, Key TJ. Association between physical activity and body fat percentage , with adjustment for BMI : a large cross- sectional analysis of UK Biobank. BMJ Open. 2017;7:1–10.
  50. Żekanowska E, Boinska J, Giemza-Kucharska P, Kwapisz J. Obesity and iron metabolism. J Biotechnol Comput Biol Bionanotechnol. 2011;92(2):147–52.
  51. Aigner E, Feldman A, Datz C. Obesity as an emerging risk factor for iron deficiency. Nutrients. 2014;6:3587–600.