FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PROLANIS PUSKESMAS KECAMATAN CIMAHI TENGAH

*Elvera Juwita  -  Program Studi Kesehatan Masyarakat, Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi, Indonesia
Susilowati Susilowati  -  Program Studi Kesehatan Masyarakat, Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi, Indonesia
Novie E Mauliku  -  Program Studi Kesehatan Masyarakat, Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi, Indonesia
Dyan K Nugrahaeni  -  Program Studi Kesehatan Masyarakat, Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi, Indonesia
Received: 21 Dec 2019; Published: 4 Jun 2020.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolik yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi penyakit seperti kardiovaskular, retinopatik, gangren, kerusakan ginjal dan neuropati. Dari 34 Provinsi di Indonesia, Jawa Barat menduduki peringkat tertinggi mencapai 186.809 orang penderita DM. Dilihat dari segi ekonomi pembiayaan kesehatan akibat diabetes, beban biaya langsung medis penderita rawat jalan yang yang ditanggung setiap tahunnya kurang lebih telah mencapai 1.349.126 ribu rupiah. Hal ini akan membebani indonesia, penderita, dan keluarga. DM tidak dapat disembuhkan tetapi kadar gula darah dapat dikendalikan melalui aktivitas fisik, diet, dan obat-obatan.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2 di PROLANIS Kecamatan Cimahi Tengah.

Metode: Desain penelitian menggunakan studi potong lintang dengan 52 sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan total sampling. Analisis data yang digunakan adalah univariat untuk melihat distribusi frekuensi, bivariat dengan menggunakan uji Kolerasi Spearman, dan multivariat untuk melihat faktor dominan yang berpengaruh menggunakan uji Regresi Logistik Ganda.

Hasil: Hasil analisis terdapat hubungan antara aktivitas fisik (p=0,019, r=-0,323), asupan karbohidrat (p=0,001, r=0,627), kepatuhan minum obat (

0,009, r=-0,798) dengan kadar gula darah dan tidak terdapat hubungan antara indeks masa tubuh (p=0,778, r=0,040) dan tidak terdapat hubungan antara lingkar pinggang (p=0,187, r=0,186) dengan kadar gula darah.

Simpulan: Kepatuhan minum obat merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kadar gula darah (p=0,017, OR=24,956).

Keywords: aktivitas fisik; asupan karbohidrat; DM tipe 2; kadar gula darah; kepatuhan minum obat
  1. Bustan MN. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Jakarta: PT. Rineka Cipta : 2007.
  2. Badan penelitian dan pengembangan Kementrian Kesehatan RI. Riset Kesehatan Dasar 2018. Kementrian Kesehatan RI : 2018.
  3. Bustan MN. Manajemen Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Jakarta :PT. Rineka Cipta : 2015.
  4. Nurayati L & Adriani M. Hubungan aktifitas fisik dengan kadar gula darah puasa penderita diabetes melitus tipe 2. Amerta Nutr. 2017; 1(2): 80-87.
  5. Werdani AR & Triyanti T. Asupan karbohidrat sebagai faktor dominan yang berhubungan dengan kadar gula darah puasa. Kesmas Natl. Public Heal. J. 2014; 9(1): 71-77.
  6. Sa’pang M, Puili D, Sitoayu, L. Hubungan indeks massa tubuh (IMT) dan rasio lingkar pinggang pinggul (RLPP) dengan kadar glukosa darah puasa pada penderita diabetes melitus tipe II di puskesmas Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Nutrive Diaita. 2018; 10(1): 45-50.
  7. Mayasari N, Wirawanni Y. Hubungan lingkar leher dan lingkar pinggang dengan kadar glukosa darah puasa orang dewasa : studi kasus di SMAN 2 Semarang dan SMPN 9 Semarang. 2014; 3(4): 473-471
  8. Rahayu KB, Saraswati LD & Setyawan H. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 (studi di wilayah kerja puskesmas Kedungmundu Kota Semarang). Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2018; 6(2): 19-28.
  9. Vidyanto, Arifuddin A. Determinan peningkatan kadar gula darah pasien interna rumah sakit umum (RSU) Anutapura Palu. Jurnal Kesehatan Tadulako. 2019; 5(1): 58-62.
  10. Soegondo. Penatalaksana Diabetes Melitus Terpadu. Jakarta: Balai Penerbit UI: 2018.
  11. Immawati FR, Wirawanni Y. Hubungan konsumsi karbohidrat, konsumsi total energi, konsumsi serat, beban glikemik dan latihan jasmani dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Journal of Nutrition and Health. 2014; 2(3):1–27.
  12. Astuti, A. & Maulani, M. Pangan indeks glikemik tinggi dan glukosa darah pasien diabetes mellitus tipe ii. Journal Endurance. 2017; 2(2): 225-231.
  13. Susilowati K. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta: Refika Aditama: 2016.
  14. Nugroho PS & Wijayanti AC. Indeks masa tubuh dan kaitannya dengan diabetes melitus pada umur > 15 tahun di Indonesia, studi data survei kehidupan keluarga indonesia V. Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia. 2018; 5(1): 12-15.
  15. Fransisca. Awas Pankreas Rusak Penyebab Diabetes. Jakarta: Penerbit Cerdas Sehat: 2012.
  16. Manungkalit M, Kusnanto & Purbosari ADA. Hubungan lingkar pinggang dengan faktor risiko diabetes mellitus (tekanan darah, kadar gula darah dan indeks massa tubuh) pada usia dewasa awal di wilayah kecamatan gerih kabupaten Ngawi. Jurnal Ners Lentera. 2015; 3(1): 21-30.
  17. Ngantung EJ, Doda V & Wungouw HIS. Hubungan lingkar pinggang dengan kadar gula rarah pada guru di SMP dan SMA Eben Haezar Manado. Jurnal e-Biomedik. 2016; 4(2).
  18. Nanda OD, Wiryanto B & Triyono EA. Hubungan kepatuhan minum obat anti diabetik dengan regulasi kadar gula darah pada pasien perempuan diabetes mellitus. Amerta Nutrition. 2018; 2(4): 340-348.
  19. Kuntjoro Z. Pendekatan Dalam Pelayanan Psikogeriatri. 2002
  20. Ulum Z, Kusnanto, Widyawati IY. Kepatuhan medikasi penderita diabetes mellitus tipe 2 berdasarkan teori health belief model (HBM) di wilayah kerja puskesmas Mulyorejo Surabaya. Universitas Airlangga Surabaya. Kesehatan Lingkungan. 2008; 5:139–155.