PENGARUH PERBANDINGAN TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita Moschata) DAN TEPUNG MOCAF TERHADAP SERAT PANGAN, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, DAN TOTAL ENERGI PADA FLAKES “KUMO”

*Ardhanareswari Dhiyas  -  Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Indonesia
Ninik Rustanti  -  Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: .
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Jilid 4
Language: EN
Statistics: 170 155
Abstract

Latar Belakang : Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi masalah hiperlipidemia adalah dengan asupan makanan yang mengandung serat pangan dan aktivitas antioksidan.

Tujuan : Mengetahui kandungan serat pangan, aktivitas antioksidan dan total kalori pada flakes tepung labu kuning dan tepung mocaf (KUMO).

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor yaitu kadar labu kuning (0%,15%,30%,dan 50%) dan tepung mocaf sehingga diformulasikan menjadi L0M90,L15M75,L30M60 dan L50M40. Kadar seratdiuji menggunakan metode multienzim, aktivitas antioksidan diuji menggunakan DPPH, dan total kalori menggunakan Bomb Calorimeter. Analisis statistik yang digunakan yaitu dengan One Way Anova.

Hasil      : Ada peningkatan bermakna pada serat pangan dan aktivitas antioksidan flakes yang disubsitusi labu kuning. Serat pangan dan aktivitas antioksidan tertinggi ada pada jenis L50M40 sebesar 8,35% dan 26,63%. Total kalori yang dihasilkan dari flakes KUMO berkisar 28,01-32,6 kkal/100 g.

Simpulan : Flakes terbaik yang direkomendasikan yaitu flakes dengan jenis L50M40.

Keywords: tepung labu kuning, tepung mocaf, serat pangan, aktivitas antioksidan,total kalori