PENGARUH PERBANDINGAN TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita moschata) DAN TEPUNG MOCAF TERHADAP KADAR PATI, NILAI INDEKS GLIKEMIK (IG), BEBAN GLIKEMIK (BG), DAN TINGKAT KESUKAAN PADA FLAKES KUMO

*Trisna Suryaningrum  -  Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Indonesia
Ninik Rustanti  -  Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: .
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Jilid 2
Language: EN
Statistics: 130 69
Abstract

Latar Belakang : Diabetes Melitus tipe II merupakan penyakit hiperglikemi kronis yang memerlukan konsumsi makanan rendah indeks glikemik. Pengolahan tepung labu kuning menjadi flakes diharapkan dapat menghasilkan flakes dengan nilai IG lebih rendah daripada flakes biasa.

Tujuan : Menganalisis kandungan pati, indeks glikemik, beban glikemik, dan tingkat kesukaan flakes yang disubstitusi tepung labu kuning

Metode : Penelitian eksperimental acak lengkap satu faktor yaitu substitusi tepung labu kuning sebesar 0%, 15%, 30%, dan 50% dengan simbol L0M90, L15M75, L30M60, L50M40. Analisis kadar pati menggunakan metode hidrolisis asam, nilai IG dengan metode incremental area under the blood glucose response curve (IUAC), tingkat kesukaan dengan metode uji hedonik.

Hasil : Terdapat peningkatan pati seiring dengan subtitusi tepung labu kuning dengan kandungan pati tertinggi pada flakes  L50M40 , yaitu sebesar 75,33%. Nilai IG terendah pada flakes L50M40 sebesar 54,36% dan beban glikemik terendah pada flakes L0M90 sebesar 8,55.  Substitusi tepung labu kuning berpengaruh secara signifikan terhadap rasa, warna, dan tekstur tetapi tidak berpengaruh secara signifikan pad aroma flakes.

Simpulan : Flakes rekomendasi adalah flakes L50M40 dengan kandungan pati sebesar 75,33%, nilai IG 54,36% dan BG 15,07, serta tingkat kesukaan yang lebih diterima.

Keywords: tepung labu kuning, tepung mocaf, pati, indeks glikemik, beban glikemik