skip to main content

PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI LEMAK ENFLEURASI NABATI TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KARAKTERISTIK FISIK MINYAK ATSIRI KEMANGI (Ocimum americanum L.)

*Muhammad Arffan Arrayyan  -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Bambang Dwiloka  -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Siti Susanti  -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Received: 16 May 2019; Published: 30 Nov 2019.
Editor(s): Siti Susanti, Ph.D

Citation Format:
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan konsentrasi lemak enfleurasi yang berbeda terhadap aktivitas antioksidan, rendemen, daya sebar, warna, dan kelarutan alkohol minyak atsiri kemangi. Penelitian ini menggunakan 3 perlakuan  konsentrasi lemak enfleurasi yakni T1 (100%), T2(80%), dan T3 (60%) dari berat kemangi. Hasil pengujian disajikan dalam grafik scatter dengan trendline, yang selanjutnya dijabarkan secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai R2 untuk parameter uji aktivitas antioksidan, daya sebar, rendemen, dan kelarutan alkohol adalah: 0,97; 0,96; 1; dan 0,96,  serta nilai R2 L*, a*, dan b* ialah: 0,62; 0,68; dan 0,41. Dapat diketahui juga penggunaan konsentrasi lemak enfleurasi tertinggi (100%) menghasilkan minyak atsiri kemangi dengan karakteristik optimal.

Fulltext View|Download
Keywords: Enfleurage; konsentrasi lemak; minyak atsiri; kemangi; karakeristik fisik

Article Metrics:

  1. Afriani, S., N. Idiawati, L. Destiarti, dan L. Arienie. 2014. Uji antioksidan daging buah asam paya (Elaiodoxa burret) dengan metode DPPH dan Tiosianat. J Kimia Khatulistiwa. 3(1):49-56
  2. Amelia, L., dan L. Winarti. 2011. Uji aktivitas antinyamuk lotion minyak kunit sebagai alternatif pencegah penyebaran demam berdarah dengue. J of Tropical Pharmacy and Chemistry. 1(2): 134-142
  3. Arninputri, R. B., A, T. Sakya, dan M. Rahayu. 2007. Identifikasi utama minyak atsiri temu kunci (Kaemferia pandurata) pada ketinggial tempat yang berbeda. J Biodiversitas. 8(2): 135-137
  4. Hadi, S. 2012. Pengambilan minyak atsiri bunga cengkeh (clove oil) menggunakan pelarut n-heksana dan benzene. J Bahan Alam Terbarukan. 1(2): 25-30
  5. Hallim, M. A., P. S. Widyawati, dan W. Budianta. 2015. Pengaruh proporsi tepung daun beluntas (Pluches indica) dan teh hitam terhadap sifat fisikokimia, sifat organoleptik, dan aktivitas antioksidan produk minuman. J Teknologi Pangan dan Gizi. 14(1): 10-16
  6. Harmely, F., C. Deviarny, dan W. S. Yenni. 2014. Formulasi dan evaluasi sediaan edible film dari ekstrak daun kemangi (Ocimum americanum ) sebagai penyegar mulut. J Sains Farmasi dan Klinis. 1(1): 38-47
  7. Hetik, M. D. Maghfoer, dan T. Wardiyati. 2013. Pengaruh jeni absorben terhadap kualitas minyak atsiri pada kultivar bunga sedap malam (Polianthes tuberosa). J Produksi Tanaman. 1(4): 307-314
  8. Isa, I. 2011. Penetapan asam lemak linoleat dan linolenat pada minyak kedelai secara kromatografi gas. J Saintek. 6(1): 6-11
  9. Kojong, V. C., M. S. Sangi, dan J. Pontoh. 2013. Uji kualitas minyak bijji adas (Foeniculum vulgare) yang diperoleh dengan ekstraksi soxhletasi. J Mipa Unsrat. 2(2): 124-127
  10. Muchtar, M. K., F. D. Hanani, dan D. Ikhsan. 2013. Pengaruh waktu dan jenis absorben pada proses enfleurasi bunga melati (Jasminum sambac). J Teknologi Kimia dan Industri. 2(4):93-97
  11. Muthmainnah, R., D. Rubiyanto, dan T. S. Julianto. 2014. Formulasi sabun cair berbahan aktif minyak kemangi sebagai antibakteri dan pengujian terhadap Staphylococcus aureus. J of Indonesian Chemical Research. 2(1): 1-7
  12. Naibaho, O. H., P. V. Y. Yamlean, dan W. Wiyono. 2013. Pengaruh basis salep terhadap formulasi sediaan ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum L.) pada kulit punggung kelinci yang dibuat infeksi Staphylococcus aureus. J Ilmiah Farmasi. 2(2): 27-34
  13. Nasruddin, G. Priyanto, dan B. Hamzah. 2005. Mempelajari penyulingan minyak nilam melalui delignifikasi daun. J Teknologi dan Industri Pangan. 16(3): 247-253
  14. Nurjanah, S., I. Sulistiani, A. Widyasanti, dan S. Zain. 2016. Kajian ekstraksi minyak atsiri bunga melati (Jasminum sambac) dengan metode enfleurasi. J of Indonesian Essential Oil. 1(1): 12-20
  15. Oktavianawati, I., I. N. A. Winata, dan S. D. Putra. 2018. Aplikasi teknologi pembuatan sabun mawar pada kelompok petani mawar di Kabupaten Jember. Seminar Nasional Inovasi dan Aplikasi Teknologi Indonesia. Jakarta
  16. Partawa, I. M. O., dan P. F. S. Dewi. 2008. Isolasi dan uji aktivitas antibakteri minyak atsiri dari rimpang lengkuas (Alpinia galangal L). J Kimia. 2(2): 100-104
  17. Prasetyaningrum, R. Utami, dan R. B. K. Anandito. 2012. Aktivitas antioksidan, total fenol, dan antibakteri minyak atsiri dan oleoresin kayu manis. (Cinnamon burmannii). J Teknolog Pangan. 1(1):24-31
  18. Pratimasari, D., N. Sugihartini, dan T. Yuwono. 2015. Evaluasi sifat fisik dan uji iritasi sediaan salep minyak atsiri bunga cengkeh dalam basis larut air. J Ilmiah Farmasi. 11(1): 9-15
  19. Putri, R. L., N. Hidayat, dan N. L. Rahmah. 2014. Pemurnian eugenol dari minyak daun cengkeh dengan reaktan basa kuat KOH dan Ba(OH)2 (kajian konsenrasi reaktan). J Industria. 3(1): 1-12
  20. Rorong, J. A. 2008. Uji aktivitas antioksidan dari daun cengkeh (Eugenia carryphyllus) dengan metode DPPH. J Chemical Progressif. 1(2):111-116
  21. Rusli, M. S. 2010. Sukses Memproduksi Minyak Atsiri. Agromedia Pustaka, Jakarta
  22. Rustiani, E., Almasyhuri, S. P. Ningtyas, dan D. Fiebrilia. 2013. Pemanfaatan herba kemangi (Ocimum basilicum L) sebagai antioksidan dalam sediaan tablet dan masker gel. J Fitofarmaka. 3(2): 1-8
  23. Soe’ib, S., N. P. Asri, A. S. D. Saptati, dan D. P. Agustina. 2016. Enfleurage essential oil from jasmine and rose using cold fat adsorbent. J Ilmiah Widya Teknik. 15(1): 58-61
  24. Sulianti, S. B. 2008. Studifitokimia Ocimum spp: komponen kimia minyak atsiri kemangi dan ruku-ruku. J Biologi. 9(3): 237-241
  25. Susanti, N., I. M. Gandidi, dan M. D. Susila. 2013. Potensi produksi minyak atsiri kulit kayu manis pasca panen. J Fema. 1(2): 45-49
  26. Suliasih, A. M. Legowo, dan B. I. Tampoebolon. 2018. Aktivitas antioksidan , BAL, viskositas dan nilai L*a*b* dalam yogurt yang diperkaya dengan probiotik Bifidobacterium dan buah naga merah (Hylocereus polythizus). Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan 7(4): 151-156
  27. Yanti, R., P. Wulandari, Y. Pranoto, dan M. N. Cahyanto. 2017. Karakteristik, identifikasi dan uji anti jamur minyak atsiri daun jeruk purut (Citrus hystrix) terhadap aspergillus. J Teknologi Pertanian. 8(2): 8-15
  28. Yuliani, S. H. 2005. Formulasi gel repelan minyak atsiri tanaman akar wangi (Vetiver zizanioidesi L): optimasi komposisi carbopol 3% b/v–propilenglikol. J Farmasi Indonesia. 16(4): 197-203

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.