Potensi Tepung Umbi Gembili Pada Yoghurt Sinbiotik Terhadap Total Padatan Terlarut dan Total Asam

*Dea Erik Bahtiar  -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Yoyok Budi Pramono  -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Nurwantoro Nurwantoro  -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Received: 29 May 2019; Published: 29 Dec 2020.
Open Access License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Citation Format:
Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melihat karakteristik yoghurt meliputi total padatan terlarut dan total asam yang dibuat dengan starter bakteri Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus serta penambahan tepung umbi gembili. Manfaat penelitian ini adalah mengetahui perlakuan mana yang paling terbaik dalam pembuatan yogurt dengan penambahan tepung umbi gembili. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan penambahan tepung umbi gembiliT1 (0%), T2 (2%),T3 (4%), dan T4 (6%) dari total volume susu (b/v). Dilakukan pengulangan sebanyak 5 kali pada setiap perlakuan. Data pengujian total padatan terlarut dan total asam dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan apabila terdapat pengaruh dilakukan uji lanjutan menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DNMRT). Penambahan tepung umbi gembili memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap total padatan terlarut dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap total asam.

 

Keywords: Yoghurt; umbi; gembili; total asam

Article Metrics:

  1. Al-kayyis, H. K. dan H. Susanti. 2016. Perbandingan metode Somogyi-Nelson dan Anthrone-Sulfat pada penetapan kadar gula pereduksi dalam umbi cilembu (Ipomea batatas L.). J. Farmasi Sains dan Komunitas 13 (2) : 81-89
  2. Basuki, E. K., S.R. Nurismanto dan E. Sufiharyanti.2018. Kajian proporsi kacang merah (phaseolus vulgaris l.) dan ubi jalar ungu (ipomoe batatas) pada pembuatan yoghurt. J. Teknologi Pangan.12 (2) :72-80
  3. Bernet, M.F, D. Brassart, J.R. Neeser and A.L. Servin. 1993. Adhesion of human bifidobacterial strains to cultured human intestinal epithelial cells and inhibition of enteropathogen-cell interaction. Appl. Environ. Microbiol. 59 : 4121-4128
  4. Hidayat, I. R., Kusrahayu dan S. Mulyani. 2013. Total bakteri asam laktat, nilai pH dan sifat organoleptik drink yoghurtdari susu sapi yang diperkaya dengan ekstrak buah mangga. J. Animal Agriculture.2 (1) : 161-167
  5. Ihsan, R. Z., D. Cakrawati., M. N. Handayani dan S. Handayani. 2017
  6. Penentuan Umur Simpan Yoghurt Sinbiotik Dengan Penambahan Tepung Gembolo Modifikasi Fisik. J. Edufortech. 2 (1) : 1-6
  7. Jannah, A. M., A. M. Legowo, Y. B. Pramono., A. N. Al- Baarri dan S. B. M. Abduh. 2014. Total bakteri asam laktat, pH, keasaman, citarasa, dan kesukaan yoghurt drink dengan penambahan ekstrak buah belimbing. J. Aplikasi Teknologi Pangan. 3 (2): 7-11
  8. Legowo, A. M., Kusrahayu dan S. Mulyani. 2009. Ilmu dan Teknologi Susu. Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang
  9. Lesniewska, V., Rowland, I., Cani, P.D., Neyrinck, A.M., Delzenne, N.M dan Naughton, P.J. 2006. Effect on component of intestinal microflora and plasma neuropeptide levels of feeding lactobacillus delbrueckii, Bifidobacterium lactis and Inulin to adult and elderly rats. Appl. and Env. Microbiol. 72 (10) : 6533-6538
  10. Standar Nasional Indoesia. 2981-2009 Yogurt. 2009. Badan Standarisasi Naional. Jakarta
  11. Meikapasa, N. W. P dan I. G. N. O. Seventilofa. 2016. Karakteristik total padatan terlarut, stabilisasi likopen dan vitamin c saus tomat pada beberapa kombinasi suhu dan waktu pemasakan. J. Gana swara. 10 (1) : 81-86
  12. Mustafa, S danS. B Widjanarko. 2014. Pengecilan ukuran metode ball mill dan pemurnian kimia terhadap kemurnian tepung porang (Amorphophallus muelleri blume). J. Pangan dan Agroindustri. 3 (2) : 560-570
  13. Prabowo, A. Y., T. Estiasih dan I. Purwantiningrum. 2014. Umbi gembili (Dioscorea esculenta L.) sebagai bahan pangan mengandung senyawa bioaktif: kajian pustaka. J. Pangan dan Agroindustri. 2 (3) : 129-135
  14. Richana, N dan T. C. Sunarti. 2004. Karakterisasi sifat fisikokimiatepung umbi dan tepung pati dari umbi ganyong, suweg, umbikelapa dan gembili. J. Pasca Panen. 1 (1) : 29-37
  15. Rizky, A. M dan E. Zubaidah. 2015. Pengaruh penambahan tepung ubi ungu jepang (Ipomea batatas) terhadap sifat fisik, kimia, dan organoleptik kefir ubi ungu. J. Pangan dan Agroindustri.3 (4): 1393-1404
  16. Senditya, M., Hadi, M. S., Estiasih, T dan Saparianti, E. 2014. Efek prebiotik dan sinbiotik simplisia daun cincau hitam (Mesona palustris B.L.) secara in vivo. J. Pangan dan Agroindustri. 2(3): 141-150
  17. Standar Nasional Indoesia. 2981-2009 Yogurt. 2009. Badan Standarisasi Naional. Jakarta
  18. Suseno, T.I.P., S. Surjoseputro dan K. Anita. 2000. Minuman probiotik nira siwalan: kajian lama penyimpanan terhadap daya anti Mikroba Lactobacillus casei pada beberapa bakteri patogen. J. Teknologi Pangan dan Gizi. 1 (1) : 1-13
  19. Utami, R., E. Widowati dan A. D. A. R. Dewati. 2013. Kajian penggunaan tepung gembili (Dioscorea esculenta) dalam pembuatan minuman sinbiotik terhadap total bakteri probiotik, karakter mutu, dan karakter sensoris. J.Teknosains Pangan. 2 (3) : 3-8
  20. Widjanarko, S. B dan T. S. Suwasito.2014. Pengaruh lama penggilingan dengan metode ball mill terhadap rendemen dan kemampuan hidrasi tepung porang (Amorphophallus muelleri blume). J. Pangan dan Agroindustri. 2 (1) : 79-85
  21. Winarno, F. G dan I. E. Fernandez. 2007. Susu dan produk fermentasinya. M-Brio press. Bogor
  22. Winarti, S., E. Harmayani dan R. Nurismanto. 2011. Karakteristik dan profil inulin beberapa jenis uwi
  23. (Dioscorea spp.). J. Agritech. 31( 4) : 378-383