Sifat Organoleptik Sambal Pecel UKM Hj Sartinah Semarang Selama Masa Penyimpanan Suhu Ruang

*Amalina Nur Azizah  -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Bhakti Etza Setiani  -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Yoyok Budi Pramono  -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang
Received: 21 Mar 2018; Published: 7 May 2019.
DOI: https://doi.org/10.14710/jtp.3.1.134–141 View
SIFAT ORGANOLEPTIK SAMBAL PECEL UKM HJ SARTINAH SEMARANG SELAMA MASA PENYIMPANAN SUHU RUANG
Subject sambal pecel, quality, package
Type Research Instrument
  Download (73KB)    Indexing metadata
Open Access License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Citation Format:
Article Info
Section: Artikel Penelitian
Language: ID
Statistics: 67 93
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas sambal pecel dari segi sifat organoleptik pada kemasan yang berbeda serta mengetahui kemasan yang lebih baik untuk sambal pecel selama masa penyimpanan 8 minggu. Perlakuan kemasan plastik vakum dan kemasan aluminium foil masing – masing terdiri dari 3 kali ulangan dan disimpan pada suhu ruangan selama 8 minggu. Aspek organoleptik yang dinilai meliputi aroma, warna, tektur, kesukaan rasa, dan kesukaan overall dianalisis menggunakan Kruskal Wallis program SPSS 21.0. Hasil penelitian dilihat dari aspek sifat organoleptik menunjukkan bahwa selama penyimpanan 8 minggu kualitas sambal pecel kemasan aluminium foil lebih baik dibandingkan dengan kemasan plastik vakum. Panelis lebih menerima sambal pecel dengan kemasan aluminium foil.

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords: sambal pecel; kualitas; kemasan

Article Metrics:

  1. Agnis, F.R. dan S. Wantini. 2015. Gambaran aspergillus flavus pada
  2. bumbu pecel instan dalam kemasan tanpa merek di kabupaten Pesawaran. J. Analisis Kesehatan. 4(2):456 – 460.
  3. Aliya, L.S., Y. Rahmi dan S. Soeharto. 2016. Mi “mocafle” peningkatan kadar gizi mie kering berbasis pangan lokal fungsional. Indonesian J. Human Nutrition. 3(1): 32 – 41.
  4. Anam, C. dan S. Handajani. 2010. Mie kering waluh dengan antioksidan dan pewarna alami. Cakra Tani 25 (1): 74 – 78.
  5. Febriansyah, R. 2007. Pengaruh Penggunaan Berulang dan Aplikasi Adsorben Terhadap Kualitas Minyak dan Tingkat Penyerapan Minyak Pada Kacang Salut. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor. (Skripsi).
  6. Ferazuma, H., S. A. Marliyati dan L. Amalia. 2011. Substitusi tepung kepala ikan lele dumbo (Clarias Gariepinus sp) untuk meningkatkan kandungan kaslim cracers. J. Gizi dan Pangan 6(1): 18 – 27.
  7. Karunia, N. dan S.S. Yuwono. 2015. Pengaruh proporsi kacang tanah dan petis dengan lama pemanasan terhadap karakteristik bumbu rujak singur selama penyimpanan. J. Pangan dan Agroindustri. 3(1): 259 – 270.
  8. Kusnandar, F. 2010. Kimia Pangan Komponen Makro. PT. Dian Rakyat, Jakarta.
  9. Kusuma, T.S., J.Kusnadi, Winarsih. 2016. Asam lemak bebas dan Bilangan asam selai kacang home fortification selama penyimpanan. Indonesian Journal of Human Nutrition. 3(2): 84 – 92.
  10. Midyanto, D. N. dan S. S. Yuwono. 2014. Penentuan atribut mutu tekstur tahu untuk direkomendasikan sebagai syarat tambahan dalam standar nasional Indonesia. J. Pangan dan Agroindustri. 4(2): 259 – 267.
  11. Pranoto, Y., D.W. Marseno, dan Haryadi. 2012. Perkiraan umur simpan kacang rendah lemak dilapisi dengan carboxymethyl cellulose menggunakan metode accelerated shef-life test (ASLT). J. Agritech. 32(3): 301 – 307.
  12. Rahmawati, I., U.S. Hastuti, S. Sundari, dan L.M.K. Mastika. 2016. Isolasi dan Identifikasi Kapang Kontaminan Pada Jenang yang Dijual di Trenggalek. Seminar Nasional Pendidikan dan Saintek. 131 – 135.
  13. Retnowati, P. A. dan J. Kusnadi. 2014. Pembuatan minuman probiotik sari buah kurma (Phoenix dactylifera) dengan isolat Lactobacillus casei dan Lactobacillus plantarum. J. Pangan dan Agoindustri. 2(2): 70 – 81.
  14. Siswanti, N. D., dan SU, J. (2013). Pemanfaatan Antioksidan Alami Flavonol Untuk Mencegah Proses Ketengikan Minyak Kelapa. J. REKAPANGAN. 4(1).
  15. Wijaya, N, dan P. Indri. 2016. Peningkatan efisiensi dan kapasitas produksi pada proses pengolahan sambal pecel, keripik tempe dan keripik singkong. J. Teknologi Pangan. 7(3):131 – 138.