Karakteristik Hedonik Sambal Pecel dengan Substitusi Kacang Merah

Yesica Rani Ginting -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
*Bhakti Etza Setiani -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semrang, Indonesia
Antonius Hintono -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Received: 16 Mar 2018; Published: 7 Nov 2018.
Open Access Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Artikel Penelitian
Language: EN
Full Text:
Statistics: 68 98
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik hedonik sambal pecel yang disubstitusi dengan kacang merah. Desain percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Data hasil pengujian hedonik diuji dengan menggunakan uji non parametrik Kruskal-Wallis pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada pengaruh nyata (P<0,05) substitusi kacang merah terhadap karakteristik hedonik. Sambal pecel yang paling diminati dari segi Overall adalah sambal pecel dengan substitusi 20% kacang merah.

The aim of this study was to determine the hedonic characteristics of pecel sauce subtituted by red bean. This Research use Completely Randomized Design (RAL) with 6 treatment and 4 Replication. The data obtained were analyzed non parametric Kruskall-Wallis at 5% significance level. The results showed that red bean substitution was not significantly different on hedonic characteristics. The more acceptable pecel sauce on overall appearance was pecel sauce substituted by 20% red bean.

Keywords
Pecel Sauce; Peanut; Red bean; Substitution; Hedonic

Article Metrics:

  1. Agustina, J. dan S. S. Yuwono. 2015. Pengaruh proporsi gula merah dan kacang tanah serta penambahan tepung satan terhadap bumbu gado-gado instan. Jurnal Pangan dan Argoindustri 3(4): 1512-520.
  2. Cahyono, M.A dan S.S. Yuwono. 2015. Pengaruh proporsi santan dan lama pemanasan terhadap sifat fisiko kimia dan organoleptik bumbu gado-gado instan. Jurnal Pangan dan Agroindustri 3(3): 1095-1106.
  3. Justisia, S.R dan A.C. Adi. 2016. Peningkatan daya terima dan kadar protein nugget substitusi ikan lele dan kacang merah. Jurnal Media Gizi Indonesia 11(1): 106-112.
  4. Lukito, G.A., A. Suwarastuti dan A. Hintono. 2012. Pengaruh berbagai metode pengasinan terhadap kadar NaCl, kekenyalandan tingkat kesukaan konsumen pada telur puyuh asin. Animal Agriculture Journal, 1 (1): 829-838.
  5. Maryam, S. 2016. Komponen isoflavon tempe kacang merah pada berbagai lama fermentasi. Prosiding Seminar Nasional 2016.
  6. Pangastuti, H. A., D. R. Affandi dan D. Ishartani. 2013. Karakteristik sifat fisik dan kimia tepung kacang merah dengan beberapa perlakuan pendahuluan. Jurnal Teknosains Pangan 2(1): 20-29
  7. Prasetyo. A., D. Ishartani dan D. Affandi. 2014. Pemanfaatan tepung jangung (zea mays) sebagai pengganti terigu dalam pembuatan biskuit tinggi energi protein dengan penambahan tepung kacang merah. Jurnal Teknosains Pangan 3(1): 15-26.
  8. Riyanti, M., D. Ishartani dan N. Riyadi. 2013. Pengaruh penambahan tulang ikan tuna dan kacang merah terhadap kandungan kalsium dan protein pada susu jagung manis. Jurnal Teknosains Pangan 2(1): 49-56.