skip to main content

Sifat Kimia, Organoleptik, dan Mikroorganisme Dodol Susu dengan Penambahan Ekstrak Gotu Kola yang Bervariasi

*Brilly Cahyo Krisetyadi  -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Yoyok Budi Pramono  -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Valentinus Priyo Bintoro  -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia, organoleptik, dan mikroorganisme dari dodol susu dengan penambahan ekstrak gotu kola (Centella asiatica) dalam variasi yang berbeda serta mengetahui pengaruh penambahan ekstrak gotu kola terhadap sifat kimia, organoleptik, dan mikroorganisme terhadap dodol susu. Materi yang digunakan adalah ekstrak daun gotu kola dengan pelarut etanol 70% serta bahan untuk membuat dodol susu dengan larutan susu segar pasteurisasi dengan formulasi bahan baku yang berbeda tiap perlakuan.  Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali replikasi. Penelitian ini terdiri dari formulasi yang dibagi menjadi dibagi atas 5 perlakuan berupa pemberian gotu kola dengan konsentrasi 0%, 2%,4%, 6%, 8%. Analisis data yang digunakan yaitu Analisis of Varian (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa dodol susu dengan pemberian ekstrak gotu kola memberi pengaruh nyata (p<0,05) terhadap sifat kimia dan organoleptik dodol susu. Ekstrak gotu kola juga mampu menghambat pertumbuhan kapang dalam dodol susu yang disimpan dalam 20 hari. Perlakuan dengan penambahan ekstrak gotu kola sebesar 2% merupakan perlakuan terbaik untuk parameter organoleptik secara menyeluruh. 

Chemical, Organoleptic, and Microorganism Characteristics of Dodol Made from Milk with Varied Gotu Kola Addition

This Research was to determine the chemical, organoleptic, and microorganism characteristics of dodol made from milk with varied gotu kola extract (Centella asiatica) addition. The material used is gotu kola leaf extract with 70% ethanol, as well as materials for making dodol milk with pasteurized fresh milk solution with different raw material formulations for each treatment. The experimental design used was Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments with 4 replication. The study consists of a formulation which was divided into 5 treatments for the provision of gotu kola with a concentration of 0%, 2%, 4%, 6% and 8%. Data analysis used was Analysis of Variant (ANOVA) at 5% significance level. The result showed that dodol milk with giving of gotu kola extract gave real effect (p <0,05) to chemical and organoleptic properties of milk dodol. The results showed that milk dodol with gotu kola extract had a significant effect on the chemical and organoleptic properties of milk dodol. Gotu kola extract also could inhibit the growth of mold in milk dodol stored in 20 days. The addition of 2% of gotu kola extract is the best treatment for organoleptic parameters thoroughly.

Fulltext View|Download
Keywords: kimia; mikroorganisme; organoleptik; gotu kola; dodol; chemical; microorganism; organoleptic

Article Metrics:

Article Info
Section: Artikel Penelitian
Language : EN
Statistics:
  1. Anfiandi, V. 2013. Uji Teratogenik Infusa Daun Gotu Kola(Gotu Kola[L.] Urban) pada Mencit Betina (Mus musculus). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya , 2(1): 1-15
  2. Apichartseangkoon, A., P. Wongfhun, and M.H. Gordon. 2009. Flavor Characterization of Sugar-Added Pennywort (Gotu KolaL.) Juices Threated with Ultra-High Pressure and Thermal Process. Journal Food Science, 74(9): 643-646
  3. Arumugam, T., M. Ayyanar, Y.J. Pillai, and T. Sekar. 2011. Phytochemical screening and antibacterial activity of leaf and callus extracts of Centella asiatica. Bangladesh Pharmacological Society, 6(1):55-60
  4. Bourne, M.C. 2002. Food Texture and Viscosity: Concept and Measurement. London (GB) : Academic Press
  5. Hermawati, R., dan H.A Dewi. 2014. Berkat Herbal Penyakit Jantung Koroner Kandas (1 ed.). Jakarta: FMedia (Imprint AgroMedia Pustaka)
  6. Kannabiran, K., T. Mohankumar and V. Gunaseker . 2009. Evaluation of Antimicrobial Activity of Saponin Isolated From Solanum Xantocarpum and Centella asiatica. UJNES, 3(1): 25-28
  7. Kusumah, F. C., R.R. Maheswari dan Z. Wulandari . 2002. Standarisasi Suhu Pemanasan Pada Proses Pengolahan Dodol Susu. Jurnal Media Peternakan, 25(3):75-83
  8. Marliani, L., A. Nawawi dan F. Faizal. 2011. Pemanfaatan Ekstrak Gotu KolaSebagai Minuman Kesehatan dalam Bentuk Jelly. Prosiding SNaPP2011 Sains, Teknologi, dan Kesehatan, 2(1): 201-206
  9. Maryanti, S. 1991. Pembuatan Dodol Tape Sukun dalam Usaha Diversifikasi Produk Olahan Sukun. Berita Litbang Industri
  10. Phisut, N., and B. Jiraporn. 2013. Characteristics and antioxidant activity of Maillard reaction products derived from chitosan-sugar solution. International Food Research Journal, 20(3): 1077-1085
  11. Purwanto, R. O., B. D. Argo dan M. B. Hermanto. 2013. Pengaruh Komposisi Sirup Glukosa dan Variasi Suhu Pengeringan Terhadap Sifat Fisiko – Kimia dan Inderawi Dodol Rumput Laut (Eucheuma spinosium). Jurnal Bioproses Komoditas Tropis. 1(1): 1-12
  12. Saptarini, N. M. 2007. Pengaruh Penambahan Pengawet (Nipagin, Nipasol, dan Kalium Propionat) terhadap Pertumbuhan Kapang Syncephalastrum racemosum pada Dodol Susu. (Skripsi). Universitas Padjajaran. Bandung
  13. Siliker, J., R. Elliot, A. Baird-Parker, F. Brian, J. Christian, D. Clark and T. Roberts . 1980. Microbial Ecology of Foods. New York: Academic Press
  14. Setiari, N. Dan Y. Nurchayati. 2009. Eksplorasi Kandungan Klorofil pada beberapa Sayuran Hijau sebagai Alternatif Bahan Dasar Food Supplement. Jurnal BIOMA. 11(1):6 - 100
  15. Standar Nasional Indonesia (SNI). 1992. Dodol 01-2986-1992. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional (BSN)
  16. Taoukis, P.S, dan M. Richardson. 2007. Principles of intermediate-moisture foods and related Technology dalam Barbosa-Canovas G.V., A.J. Fontana, S.J Schmidt, T.P. Labuza. Water Activity in Foods : Fudamentals and Applications. Lowa (US): Blackwell Publishing. 273-312
  17. Tiranocyda, B., 2015. Pangan Pedia. Sekilas tentang Aktivitas Air (Aw). https://www.panganpedia.com/ilmu-pangan/apa-yang-membuat-makanan-kita-busuk-sekilas-tentang-aktivitas-air-aw/ [diakses 21 April 2017]
  18. Winarno, F.G. 2008. Kimia Pangan dan Gizi. Bogor: M-Brio Press

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.