Determinasi Kadar Randemen, Tampilan Warna, dan Imaginery Bubuk Cincau Hijau (Premna oblongifolia) dengan Suhu Pengeringan yang Berbeda

*Rahma Nur Hanifah -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Ahmad Ni'matullah Al-Baarri -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Yoyok Budi Pramono -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Received: 20 Jul 2017; Published: 15 Aug 2017.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Artikel Penelitian
Language: ID
Full Text:
Statistics: 222 550
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan terhadap karakteristik fisik bubuk cincau hijau. Materi yang digunakan adalah daun cincau hijau segar yang diambil dari lokasi sekitar penelitian. Pengeringan daun dilakukan dengan menggunakan oven dryer pada suhu 40, 45, 50, 55, dan 60˚C. Daun yang telah kering dijadikan bubuk dengan menggunakan grinder, kemudian dilakukan analisis rendemen dan warna L*a*b* dengan menggunakan analisis regresi, sedangkan parameter profil mikrostruktur dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan suhu pengeringan dari 40 ke 60˚C mengakibatkan penurunan tingkat kecerahan yang linear dengan nilai R2 sebesar 0,9517 sedangkan rendemen menunjukkan trend penurunan non-linear dengan R2 sebesar 0,9817. Hasil profil mikrostruktur menunjukkan semakin tinggi suhu pengeringan semakin rendah kerapatan antar partikel bubuk cincau hijau yang dihasilkan.

Keywords
bubuk; cincau hijau; pengeringan

Article Metrics:

  1. Chalid, S. Y. 2007. Pengaruh ekstrak cincau hijau Cyclea barbata L. Miers terhadap aktivitas enzim superoksida dismutase dan katalase pada mencit c3h bertumor kelenjar susu. Jurnal Kimia Valensi, 1 (1) : 37 – 41.
  2. Cucikodana, Y., Supriadi, A., dan Purwanto, B. 2014. Pengaruh perbedaan suhu perebusan dan konsentras NaOH terhadap kualitas bubuk tulang ikan gabus (Channa striata). Jurnal Teknologi Hasil Perikanan, 1 (1) : 91 – 101.
  3. Cynthia, A. M., Ahdayani, R., dan Mohammad, D. 2013. Aplikasi spray dryer untuk pengeringan larutan garam amonium perklorat sebagai bahan propelan. Jurnal Teknologi Kimia dan Industri, 2 (4): 84 – 92.
  4. Guinaudeau, H., Lin, L.Z., Ruangrungsi, N. dan Cordell, G.A. 1993. Bisbenzylisoquinoline alkaloids from Cyclea barbata. Journal of Natural Products, 56 (11) : 1989 – 1992.
  5. Histifarina, D., Musaddad, D., dan Murtiningsih, E. 2004. Teknik pengeringan dalam oven untuk irisan wortel kering bermutu. Jurnal Hortikultura Litbang Pertanian, 14 (2): 107-112.
  6. Indriyani, F., dan A. Suyanto. 2013. Karakteristik fisik, kimia dan sifat organoleptik tepung beras merah berdasarkan variasi lama pengeringan. Jurnal Pangan Dan Gizi, 4 (8): 23 – 34.
  7. Lidiasari, E., Merynda, I. S., dan Friska, S. 2006. The influence of drying temperature difference on physical and chemical qualities of partially fermented cassava flour. JIPI, 8 (2): 141 – 146.
  8. Nurdin, S.U. 2007. Evaluasi efek laksatif dan fermentabilitas komponen pembentuk gel daun cincau hijau (Premna oblongifolia L Merr.). Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 18 (1) : 10 – 16.
  9. Nurdin, S.U., A.S. Suharyono dan S. Rizal. 2008. Karakteristik fungsional polisakarida pembentuk gel daun cincau hijau (Premna oblongifolia Merr.). Jurnal Teknologi dan Industri Hasil Pertanian, 13 (1) : 4 – 9.
  10. Nurhasanah, S., dan Hariyadi, P. 2011. Mikroenkapsulasi lemak kaya dha untuk fortifikasi pada makanan. New Bionatura, 13 (2): 141 – 150.
  11. Prabasini, H., Ishartani, D., dan Muhammad, D. R. A. 2013. Kajian sifat kimia dan fisik tepung labu kuning (Cucurbita Moschata) dengan perlakuan blanching dan perendaman dalam natrium metabisulfit (Na2S2O5). Jurnal Teknosains Pangan, 2 (2): 93 – 102.
  12. Purwanto, R. O., Dwiargo, B., dan Hermanto, M. B. 2013. Pengaruh komposisi sirup glukosa dan variasi suhu pengeringan terhadap sifat fisiko-kimia dan inderawi dodol rumput laut (Eucheuma spinosium). Jurnal Bioproses Komoditas Tropis, 1 (1):1 – 12.
  13. Rahayu, R., Taslim, E. M., dan Sumarno, S. 2013. Pembuatan serbuk daun cincau hijau rambat (Cyclea Barbata) menggunakan proses maserasi dan foam mat drying. Jurnal Teknologi Kimia dan Industri, 2 (4) : 24 – 31.
  14. Rohmat, N., Ibrahim, R., dan Riyadi, P. H. 2014. Pengaruh perbedaan suhu dan lama penyimpanan rumput laut (sargassum polycystum) terhadap stabilitas ekstrak kasar pigmen klorofil. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan, 3 (1): 118 – 126.
  15. Sari, R., D. Puspita, dan M.A.S. Rijal. 2012. Pengaruh perbandingan obat-polimer terhadap karakteristik fisik dan pelepasan mikropartikel ketoprofen-kitosan. Surabaya: Pharma Scientia, 1 (2) : 7 – 11.
  16. Sundari, F., L. Amalia, dan K.R. Ekawidyani. 2014. Minuman cincau hijau (Premna oblongifolia Merr.) dapat menurunkan tekanan darah pada wanita dewasa penderita hipertensi ringan dan sedang. Jurnal Gizi dan Pangan, 9 (3): 203 – 210.
  17. Utomo, D. 2013. Pembuatan serbuk effervescent murbei (Morus Alba L.) dengan kajian konsentrasi maltodekstrin dan suhu pengering. Teknologi Pangan, 5 (1): 50 – 69.
  18. Widayat, H. P. 2013. Perbaikan mutu bubuk kakao melalui proses ekstraksi lemak dan alkalisasi. Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia, 5 (2): 12 – 16.
  19. Widyaningsih, T.D. dan R.M. Safitri. 2014. Efek anti diare minuman fungsional jelly cincau hitam (Mesona palutris BL). Jurnal Agroekoteknologi, 8 (1): 74 – 84.