Viskositas dan Uji Hedonik Sirup Ekstrak Apu-apu (Pistia stratiotes) sebagai Alternatif Food Supplement Antiinflamasi

Muthmainnah Muthmainnah -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
*Siti Susanti -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Valentinus Priyo Bintoro -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Received: 15 Aug 2018; Published: 7 Nov 2018.
Open Access Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Artikel Penelitian
Language: EN
Statistics: 123
Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membuat Sirup Ekstrak Apu-apu (SEA) dan mengetahui formulasi sirup terbaik dari berbagai konsentrasi ekstrak apu-apu serta mengetahui tingkat penerimaan SEA. Perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah formulasi sirup dengan pemberian konsentrasi ekstrak apu-apu yaitu T0 : 0% (kontrol), T1 : 1%, T2 : 2%, T3 : 3%, T4 : 4%. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah viskositas dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh nyata antara lima formula yang berbeda terhadap viskositas. Formula SEA terbaik adalah sirup dengan konsentrasi ekstrak apu-apu 3% dengan viskositas 15,67 cP. SEA yang dihasilkan memiliki tingkat penerimaan yang baik.

The purpose of this research was to make water lettuce extracts syrup (SEA) and to know the optimization of best syrup formulation with various concentration of water lettuce extract also the acceptance level of SEA. The treatment applied in this research was the formulation of syrup by giving different concentrations of water lettuce extract i.e.: T0 : 0% (control), T1 : 1%, T2 : 2%, T3 : 3% and T4 : 4%. The results showed that there was no significant effect between five different formulas on viscosity. The best formula was syrup with 3% water lettuce extract concentration with viscosity 15.67 cP. The resulting SEA has a good level of acceptance.

Keywords
syrup; water lettuce; formulation; viscosity; hedonic

Article Metrics:

  1. Dabir, S.V., T.K. Ghosh, D.H.L. Prasad, N.V.K. Dutt and K.Y. Rani. 2007. Viscosity of Liquids: Theory, Estimation, Experimet and Data. Springer, Netherlands.
  2. Fajri, A., N. Herawati dan Yusmarmi. 2017. Penambahan karagenan pada pembuatan sirup dari bonggol nanas. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Riau. 4(2): 1-12.
  3. Jannah, L.N. dan S.S. Yuwono. 2017. Karakteristik sirup minuman jamu kebonagung (kajian proporsi kapulaga dan jenis jahe). Jurnal Pangan dan Agroindustri. 5(4): 42-48.
  4. Kee, J.L. and E.R. Hayes. 1993. Pharmacology: A Nursing Process Approach. W. B. Saunders Company, United States
  5. Kuffuor, G. A., S. Kyei, E. Woode, E. Ekuadzi and I.O. Ben. 2012. Possible mechanism of anti-inflammatory activity and safety profile of aqueous and ethanolic leaf extracts of Pistia stratiotes Linn (araceae). Journal of Ghana Science Association. 14(1): 69-81.
  6. Kumar, H. K., A. Bose, A. Raut, S. K. Sahu and M. B. V. Raju. 2010. Evaluation of anthelmintic activity of Pistia stratiotes Linn. Journal of Basic and Clinical Pharmacy. 1 (2): 103-105.
  7. Kyei, S., G.A. Koffuor, J.N. Boampong and O.O. Afriyie. 2012. Ocular anti-inflammatory effect of aqueous and ethanolic leaf extracts of Pistia stratiotes Linn (Araceae) in endotoxin-induced uveitis. Journal of Natural Pharmaeuticals. 3(2): 93-100. DOI: 10.4103/2229-5119.102752
  8. Lisprayatna, L., Y. B. Murti dan T.N.S. Sulaiman. 2012. Formulasi sirup ekstrak daun legundi (Vitex trifolia L.). Majalah Obat Tradisional. 17(2): 34-38.
  9. Nutrisia, A.S. dan A. Winarso. 2014. Stabilitas fisik dan mutu hedonik sirup dari bahan temulawak. Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik. 11(1): 47-53.
  10. Rachmayanti, R., E. Rustiani dan M. Miranti. 2014. Uji stabilita dan penerimaan panelis terhadap sirup eksktrak daun pepaya (Carica papaya L.) dengan berbagai jenis pemanis sebagai antidiabetes. E-Jurnal FMIPA Universitas Pakuan: 1-9.
  11. Sandhyarani, G. and K.P. Kumar. 2014. Development and evaluation of herbal syrup from Couroupita guianensis used as expectorant. Asian Journal of Pharmaceutical Science and Technology. 4(2): 101-103.
  12. Silalahi, J. 2006. Makanan Fungsional. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
  13. Standar Nasional Indonesia. SNI 3544:2013 Sirup. Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.
  14. Susanto, W.H. dan B.R. Setyohadi. 2011. Pengaruh varietas apel (Malus sylvestris) dan lama fermentasi oleh Saccharomyces cerevisiae sebagai perlakuan pra-pengolahan terhadap karakteristik sirup. Jurnal Teknologi Pertanian. 12(3): 135-142.
  15. Zainudin, A., U. Hasanah dan Y.R. Pemana. 2015. Uji aktivitas diuretik ekstrak akar aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) terhadap tikus putih galur wistar (Rattus norvegicus) dengan pembanding furosemid. Jurnal Kesehatan Prima. 9(1): 1403-1411.