skip to main content

Perubahan Kimiawi Tomat Pasca Pelapisan Agar-Agar

*Putri Setyoningsih  -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang., Indonesia
Antonius Hintono  -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang., Indonesia
Nurwantoro Nurwantoro  -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang., Indonesia
Received: 26 Jun 2018; Published: 7 Nov 2018.
Editor(s): Ahmad Al-Baarri

Citation Format:
Abstract


Abstrak
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pelapisan agar-agar pada tomat terhadap sifat kimiawinya. Serta mengetahui konsentrasi agar yang optimum pada pelapisan tomat terhadap kadar air, total asam, nilai pH dan total padatan terlarut.Parameter penelitian meliputi kadar air, total asam, nilai pH dan total padatan terlarut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola Split Plot. Lama penyimpanan sebagai petak utama (Main Plot) yaitu L0 = 0 hari, L1 = 4 hari, L2 = 8 hari, L3 = 12 hari, L4 = 16 hari dan L5 = 20 hari dan perlakuan pelapisan agar-agar dengan konseNtrasi berbeda sebagai anak petak (Sub Plot) yaitu P0 = 0%, P1 = 0,5%, P2 = 1% dan P3 = 1,5% dengan pengulangan dua kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh lama penyimpanan terhadap kadar air, total asam, nilai pH dan total padatan terlarut pada tomat. Semakin lama disimpan kadar air tomat mengalami peningkatan, total asam mengalami penurunan, nilai pH mengalami peningkatan dan total padatan terlarut mengalami penurunan. Sedangkan pada perlakuan konsentrasi agar-agar tidak ada pengaruh terhadap kadar air, total asam, nilai pH dan total padatan terlarut pada tomat.

Abstract

The aim of this research is to determine the effect of agar-agar coating on tomatoes on its chemical properties. As well as know the optimum agar concentration in tomato coating on water content, total acid, pH value and total soluble solids. The research parameters include moisture content, total acid, pH value and total dissolved solids. This research uses Completely Randomized Design (RAL) with Split Plot pattern. Storage time as main plot L0= 0 days, L1= 4 days, L2= 8 days, L3= 12 days, L4= 16 days and L5= 20 days and treatment of agar coating with different concentrations as a child plot (Sub Plot) is P0= 0%, P1= 0.5%, P3= 1% and P3= 1.5% with double repetition. The data obtained were analyzed using ANOVA. The results showed that the effect of storage duration on water content, total acid, pH value and total soluble solids in tomatoes. The longer the tomato water content increases, the total acid decreases, the pH value increases and the total dissolved solids decreases. While on treatment of agar-agar concentration there is no influence to water content, total acid, pH value and total soluble solid at tomato.

Fulltext
Keywords: Tomat, Agar-agar, Kadar Air, pH, Total Asam

Article Metrics:

  1. Aday, M. Sckin, C. Caner and F. Ravhal. 2011. Effect of oxygen and carbon dioxyde absorber on strawberry quality. Postharvest Biol. and Technol. 62(1):179-187.
  2. Afrianto dan Liviawaty. 1993. Pemeliharaan Kepiting. Penerbit Kanisius, Yogyakarta Damongilala, L.J. 2009. Kadar air dan total bakteri pada ikan roa (Hermihampus sp) asap dengan metode pencucian bahan baku berbeda. J.Ilmiah Sains. 9(2):190-198
  3. Agustin, F. dan W.D.R. Putri. 2014. Pembuatan jelly drink Averrgoa blimbi L. (kajian proporsi belimbing wuluh: air dan konsentrasi karagenan). J. Pangan dan Agroindustri. 2(3): 1-9
  4. Chitarra, M.I.F. dan A.B. Chitarra. 2005. Pos-colheita de frutos e hortalicas: fisiologia e manuseio. 2nd Ed., UFLA, Lavras
  5. Damongilala, L.J. 2009. Kadar air dan total bakteri pada ikan roa (Hermihampus sp) asap dengan metode pencucian bahan baku berbeda. J.Ilmiah Sains. 9(2):190-198
  6. Darni, Y., H. Utami dan S. Asriah. 2009. Peningkatan Hidrofobisitas dan Sifat Fisik Plastik Biodegradable Pati Tapioka dengan Penambahan Selulosa Residu Rumput Laut Eucheuma spinossum. Prosiding Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Universitas Lampung, Lampung
  7. Geraldine, R.M., N. F. F. Soares and D. A. Botrel. 2008. Characterization and effect of edible coatings on minimally processed garlic quality. J. Carbohydrate Polymers. 72 (3): 403-409
  8. Hasbi, D., Saputra dan Juniar. 2005. Masa simpan buah manggis (Garcinia mangostana L.) pada berbagai tingkat kematangan, suhu dan jenis kemasan. J. Teknologi dan Industri Pangan. 16(3):199-205
  9. Helyes, L.Z. dan A. Lugasi. 2006. Tomato fruit quality and content depend on stage of maturity. J. Hort. Sci. 41(1): 1400-1401
  10. Karmana, A.R. 2008. Pengaruh perendaman dengan ethephon dan masa inkubasi yang berbeda terhadap pematangan buah sawo (Manikara achras Mill.). J. Biotika. 5(1): 34-41
  11. Laksmi, R.T., A.M. Legowo dan Kusrahayu.2012. Daya ikat air, pH dan sifat organoleptik chicken nugget yang disubstitusi dengan telur rebus. Animal and Agriculture Journal. 1(1):453-460
  12. Muchtadi, T. dan Sugiyono. 1989. Petunjuk Laboratorium Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan. Depdikbid Dirjen PAU Pangan dan Gizi. Institut Pertanian Bogor, Bogor
  13. Najah, K., E. Basuki, dan A. Alamsyah. 2015. Pengaruh konsentrasi chitosan terhadap sifat fisik dan kimia buah tomat (Solanum lycopersicum L.) selama penyimpanan. J. Ilmu dan Teknologi Pangan. 1(2):70-76
  14. Novita, M., Satriana, Martunis, S. Rohaya, dan E. Hasmarita. 2012. Pengaruh pelapisan kitosan terhadap sifat fisik dan kimia tomat segar (Lycopersicum pyriforme) pada berbagai tingkat kematangan. J. Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia. 4(3): 1-8.
  15. Retnowati, P.A. dan J.Kusnadi.2014. Pembuatan minuman probiotik sari buah kurma (Phoenix dactylifera) dengan isolat Lactobacillus casei dan Lactobacillus plantarum. J. Pangan dan Agroindustri. 2(2):70-81. ISSN: 2354-7936
  16. Rudito.2005. Perlakuan Komposisi Gelatin dan Asam Sitrat Dalam Edible Coating yang Mengandung Gliserol Pada Penyimpanan Tomat. Program Studi Teknologi Hasil Perkebunan. Politeknik Pertanian Samarinda
  17. Santosa, B. dan F. Hulopi. 2008. Penentuan masak fisiologis dan pelapisan lilin sebagai upaya menghambat kerusakan buah salak kultivar gading selama penyimpanan pada suhu ruang. J. Buana Sains. 8(1):227-236
  18. Setiawan, A.B., S. Purwanti dan Toekidjo. 2012. Pertumbuhan dan hasil benih lima varietas cabai merah (Capsicum annum L.) di dataran menengah. J. Vegetalika. 1(3): 1-11
  19. Soedibyo. 1985. Penanganan Pasca Panen Buah-buahan dan Sayur-Sayuran (Khusus Pengepakan, Pengangkutan dan Penyimpanan). Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Sub Balai Penelitian Tanaman Pangan, Jakarta
  20. Soraya, A. 2016. Kualitas Mikrobiologis Dangke dengan Berbagai Jenis Pelapis dan Lama Penyimpanan Pada Suhu Ruang dan Suhu Refrigerasi. Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar. (Skripsi)
  21. Steel, R.G.D. dan J.H. Torrie. 1993. Prinsip dan Prosedur Statistika (Pendekatan Biometrik) Penerjemah B. Sumantri. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
  22. Winarno, F.G. dan Aman, M. 1981. Fisiologi Lepas Panen. Sastra Hudaya, Jakarta
  23. Yulianti, R. dan E. Ginting.2012. Perbedaan karakteristik fisik edible film dari umbi-umbian yang dibuat dengan penambahan plasticizer. J. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. 31(2): 131-136

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.