skip to main content

PERBEDAAN POLA PEMBERIAN MP-ASI ANTARA ANAK BERAT BADAN KURANG DENGAN BERAT BADAN NORMAL USIA 6 – 12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNUNG PATI KOTA SEMARANG

Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 8 Mar 2022; Published: 23 Mar 2023.

Citation Format:
Abstract
Latar Belakang: Pola pemberian MPASI berpengaruh pada pertumbuhan bayi dan anak. Pemberian MPASI yang tidak tepat akan menyebabkan berat badan kurang pada bayi.

Tujuan : Untuk menganalisis perbedaan pola pemberian MPASI antara bayi berat badan kurang dengan berat badan normal usia 6 – 12 bulan.

Metode: Penelitian cross-sectional dilakukan di Kota Semarang. Subjek terdiri dari 28 subjek berat badan kurang dan 28 subjek berat badan normal yang diambil dengan metode purposive sampling. Variabel yang diteliti yaitu pola pemberian MPASI, tingkat kecukupan zat gizi, dan status gizi BB/U. Data karakterisik subjek dan pola pemberian MPASI meliputi waktu pemberian MPASI pertama, riwayat ASI eksklusif, riwayat ASI saat ini, jenis, frekuensi, porsi pemberian MPASI, dan responsive feeding didapatkan dari wawancara menggunakan kuesioner. Data tingkat kecukupan zat gizi didapatkan dari kuesioner food recall 3x24 jam. Berat badan kurang ditentukan dengan perhitungan Z-score BB/U -3 s/d <-2 SD, sedangkan berat badan normal ditentukan dengan Z-score BB/U -2 s/d +2 SD. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square, Independent T-Test  dan Mann Whitney-Test.

Hasil: Terdapat perbedaan porsi pemberian MPASI, tingkat kecukupan energi, karbohidrat, dan lemak pada kelompok bayi berat badan kurang dan normal (p=0,001; p=0,013; p=0,036; p=0,021). Tidak terdapat perbedaan tingkat kecukupan protein, riwayat ASI eksklusif, riwayat ASI saat ini, waktu pemberian MPASI pertama, jenis, frekuensi pemberian MPASI, dan responsive feeding pada kelompok bayi berat badan kurang dan normal (p>0,05).  

Simpulan: Terdapat perbedaan porsi MPASI, tingkat kecukupan energi, karbohidrat dan lemak antara bayi berat badan kurang dan berat badan normal usia 6-12 bulan. Tidak terdapat perbedaan riwayat ASI eksklusif, riwayat ASI saat ini, waktu pemberian MPASI pertama, jenis, frekuensi  pemberian MPASI, responsive feeding, dan tingkat kecukupan protein antara bayi berat badan kurang dan berat badan normal usia 6-12 bulan.

Fulltext View|Download
Keywords: ASI; Berat badan kurang; Pola pemberian MPASI; Responsive feeding

Article Metrics:

  1. Ahmad A, Madanijah S, Dwiriani CM, Kolopaking R. Complementary feeding practices and nutritional status of children 6-23 months old : Formative study in Aceh , Indonesia. Nutr Res Pract. 2018;12(6):512–20. https://doi/org/10.4162/nrp.2018.12.6.512
  2. Michaelsen K, Strawn L, Begin F. Emerging issues in complementary feeding: Global aspects. Matern Child Nutr. 2017;13(S2):1–7. https://doi.org/10.1111/mcn.12444
  3. Hardinsyah, Supariasa I. Ilmu Gizi Teori dan Aplikasinya. Hardinsyah, Supariasa I, editors. Jakarta: EGC; 2016
  4. Departemen Kesehatan RI. Pedoman Umum Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Lokal. Jakarta; 2006
  5. United Nations Childrens Fund (UNICEF). Improving child nutrition: The achievable imperative for global progress. Vol. 18, NCSL legisbrief. 2013. Available from: https://data.unicef.org/wp-content/uploads/2015/12/NutritionReport_April2013_Final_29.pdf
  6. Sultana S, Hoque A, Saleh F. Infant and young child- feeding practices and their nutritional status in a national nutrition programme area in Bangladesh : A cross-sectional study. J Hum Nutr Food Serv. 2014;2(2):1–6
  7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta; 2014
  8. Sulistyoningsih H. Gizi untuk Kesehatan Ibu dan Anak. Yogyakarta: Graha Ilmu; 2011
  9. Dewey K. Guiding Principles For Complementary Feeding of The Breastfed Child. Pan American Health Organization. 2003. p. 14. Available from: https://www.who.int/publications/i/item/9275124604
  10. Harbron J, Booley S, B N, CE D. Responsive feeding: establishing healthy eating behaviour early on in life. South African J Clin Nutr. 2013;26(3):S141–9. Available from: https://www.ajol.info/index.php/sajcn/article/view/97829
  11. Pakhri A, Lestari RS, Suaib F, Suhardi D. Gambaran pola pemberian makanan pendamping ASI Dan status gizi pada balita usia 6-24 bulan di Desa Bonto Bunga Kabupaten Maros. Media Gizi Pangan. 2015;XIX:41–8
  12. Salim M, Mita SA, Uddin MN, Jahan NWB, Ali MZ, Rahman MM, et al. Infant and young child feeding practices upto two years of age and their nutritional status. Bangladesh Med J. 2012;41(1):14–20. https://doi.org/10.3329/bmj.v41i1.18774
  13. Rao S, Pm S, Unnikrishnan B, Hegde A. Study of complementary feeding practices among mothers of children aged six months to two years – A study from Coastal South India. Australas Med J. 2011;4(5):252–7. https://doi.org/10.4066/AMJ.2011.607
  14. Widyawati, Fatmalina F, Destriatania S. Analisis pemberian MP-ASI dengan status gizi pada anak usia 12 -24 bulan di wilayah Kerja Puskesmas Lesung Batu, Empat Lawang. J Ilmu Kesehat Masy. 2016;7(2):139–49. Available from: https://ejournal.fkm.unsri.ac.id/index.php/jikm/article/view/183
  15. Lestari MU, Lubis G, Pertiwi D. Hubungan pemberian makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dengan status gizi anak usia 1-3 tahun di Kota Padang tahun 2012. J Kesehat Andalas. 2014;3(2):188–90. https://doi.org/10.25077/jka.v3i2.83
  16. Udoh EE, Amodu OK. Complementary feeding practices among mothers and nutritional status of infants in Akpabuyo Area , Cross River State Nigeria. Springerplus. 2016;5(2073):1–19. https://doi.org/10.1186/s40064-016-3751-7
  17. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Kementerian Kesehatan RI. 2018
  18. Kementerian Kesehatan RI. Provinsi Jawa Tengah Buku Saku Pemantauan Status Gizi Tahun 2017. Jakarta; 2018
  19. Kementerian Kesehatan RI. Buku Saku Pemantauan Status Gizi Tahun 2016. Jakarta; 2017
  20. Nilawati DA, Muniroh L. Hubungan pekerjaan ibu, tingkat kecukupan energi dan protein dengan status gizi bayi. Indones J Public Heal. 2020;15(3):266–75
  21. Organization (WHO) World Health. Global Strategy for Infant and Young Child Feeding. Switzerland; 2003. Available from: http://whqlibdoc.who.int/publications/2003/9241562218.pdf
  22. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Praktik Pemberian Makan Berbasis Bukti pada Bayi dan Batita di Indonesia untuk Mencegah Malnutrisi. Jakarta; 2015. 8–31 p. Available from: https://spesialis1.ika.fk.unair.ac.id/wp-content/uploads/2017/03/Rekomendasi-Pemberian-Makan-Berbasis-Bukti-1.pdf
  23. Coutsoudis A, Bentley J. Pemberian Makan Bayi. In: Gibney MJ, Margetts BM, Kearney JM, Arab L, editors. Gizi Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC; 2008. p. 342
  24. Paul S, Islam Q, Roy S, Rudra P. Complimentary Feeding Practices in Under-2 Children. Chattagram Maa-O-Shishu Hosp Med Coll J. 2014;13(3):35–41. https://doi.org/10.3329/cmoshmcj.v13i3.21020
  25. Ubeysekara NH, Jayathissa R, Wijesinghe CJ. Nutritional status and associated feeding practices among children aged 6-24 months in a selected community in Sri Lanka: A cross sectional study. Eur J Prev Med. 2015;3(2–1):15–23. https://doi.org/10.11648/j.ejpm.s.2015030201.14
  26. Pokharel P, Adhikari A, Lamsal P, Adhikari R. Effect of complementary feeding practices and nutritional status of children (6-23 months) in Tamang Community, Ambhanjyang VDC of Makwanpur. Janaki Med Coll J Med Sci. 2017;5(1):22–32. https://doi.org/10.3126/jmcjms.v5i1.17984
  27. Subandary BW, Maryanto S, Afiatna P. Hubungan pola pemberian ASI dan makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan kejadian status gizi kurang pada anak usia 6-24 bulan di Desa Ubung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. J Gizi dan Kesehat. 2015;7(13):11–21
  28. Kulwa KBM, Mamiro PS, Kimanya ME, Mziray R, Kolsteren PW. Feeding practices and nutrient content of complementary meals in Rural Central Tanzania: Implications for dietary adequacy and nutritional status. BMC Pediatr. 2015;15(171):1–11. Available from: https://bmcpediatr.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12887-015-0489-2
  29. Masuke R, Msuya SE, Mahande JM, Diarz EJ, Pedersen BS, Jahanpour O, et al. Effect of inappropriate complementary feeding practices on the nutritional status of children aged 6-24 months in Urban Moshi, Northern Tanzania: Cohort study. PLoS One. 2021;16(5):1–16. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0250562
  30. Bong M, Karim NA, Noor IM. Nutritional status and complementary feeding among Penan infants and young children in Rural Sarawak, Malaysia. Mal J Nutr. 2018;24(4):539–50. Available from: https://nutriweb.org.my/mjn/publication/24-4/f.pdf
  31. Disha A, Rawat, Subandoro, Menon P. Infant and young child feeding (ICYF) practices in Ethiopia and Zambia and their association with child nutrition: Analysis of demographic and health survey data. African J Food, Agric Nutr Dev. 2012;12(2):5895–914. Available from: https://www.ajol.info/index.php/ajfand/article/view/75604
  32. Rusmil VK, Ikhsani R, Dhamayanti M, Hafsah T. Hubungan perilaku ibu dalam praktik pemberian makan pada anak usia 12-23 bulan dengan kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Jatinangor. Sari Pediatr. 2019;20(6):366–74. http://dx.doi.org/10.14238/sp20.6.2019.366-74
  33. Abebe Z, Haki GD, Baye K. Child feeding style is associated with food intake and linear growth in Rural Ethiopia. Appetite. 2017;116:132–8. https://doi.org/10.1016/j.appet.2017.04.033
  34. Septamarini RG, Widyastuti N, Purwanti R. Hubungan pengetahuan dan sikap responsive feeding dengan kejadian stunting pada baduta usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo, Semarang. Journal of Nutrition College. 2019;8(1):17–21. https://doi.org/10.14710/jnc.v8i1.23808
  35. Febriani Reski Briliantika, Noer ER. Faktor determinan perilaku responsive feeding pada balita stunting usia 6 - 36 bulan. J Nutr Coll. 2016;5 Jilid I:120–9. https://doi.org/10.14710/jnc.v5i3.16378
  36. Motee A, Jeewon R. Importance of exclusive breast feeding and complementary feeding among infants. Nutr Food Sci. 2014;2(2):56–72. https://dx.doi.org/10.12944/CRNFSJ.2.2.02
  37. Sugito MW, Wardoyo AS, Mahmudiono T. Hubungan ASI eksklusif dengan kejadian underweight di Jawa Timur tahun 2016. Amerta Nutr. 2017;1(3):180–8. https://doi.org/10.20473/amnt.v1i3.2017.180-188
  38. United Nations Childrens Fund. Improving Young Children’s Diets During the Complementary Feeding Period. UNICEF Programming Guidance. 2020. p. 13. Available from: https://www.unicef.org/media/93981/file/Complementary-Feeding-Guidance-2020.pdf
  39. Puwanti R, Sujono MSR. Faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik pemberian ASI eksklusif pada anak usia 6-24 bulan di masa pandemi Covid-19. Maj Kesehat. 2022;9(September):142–50. Available from: https://majalahfk.ub.ac.id/index.php/mkfkub/article/download/525/311/2924
  40. Inoue M, Binns CW. Introducing Solid Foods to Infants in the Asia Pacific Region. Nutrients. 2014;276–88. https://doi.org/10.3390/nu6010276
  41. Ludvigsson JF. Breastfeeding intentions , patterns , and determinants in infants visiting hospitals in La Paz , Bolivia. 2003;11:1–11. Available from: https://bmcpediatr.biomedcentral.com/articles/10.1186/1471-2431-3-5
  42. Laelatunnisa T, Hartini NS, Susanto N. Hubungan pemberian ASI dengan status gizi balita usia 6-23 bulan di Kelurahan Klitren Gondokusuman Yogyakarta tahun 2016. J Med Respati. 2016;11(3):42–53. Available from: https://medika.respati.ac.id/index.php/Medika/article/view/27
  43. GK. Hubungan pemberian makanan pendamping ASI dengan status gizi bayi usia 6-24 bulan. J Ilm Media Husada. 2018;7(2):70–5. https://doi.org/10.33475/jikmh.v7i2.22
  44. Taberima F, Dary, Triandhini R. Riwayat pemberian ASI dan makanan tambahan terhadap status gizi anak usia 6-12 bulan. J Keperawatan Respati Yogyakarta. 2019;6(3):659–65. Available from: https://nursingjurnal.respati.ac.id/index.php/JKRY/article/view/379
  45. Dinniyah SR, Nindya TS. Asupan energi, protein dan lemak dengan kejadian gizi kurang pada balita usia 24-59 bulan di desa Suci, Gresik. Amerta Nutr. 2017;341–50. https://doi.org/10.20473/amnt.v1i4.2017.341-350
  46. Rahim FK. Faktor risiko underweight balita umur 7-59 bulan. Kemas Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2014;9(2):115–21. https://doi.org/10.15294/kemas.v9i2.2838
  47. Puspasari N, Andriani M. Hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dan asupan makan balita dengan status gizi balita (BB/U) usia 12-24 bulan. Amerta Nutr. 2017;1(4):369–78. https://doi.org/10.20473/amnt.v1i4.2017.369-378
  48. Youwe RF, Dary, Tampubolon R, Mangalik G. Relationship between exclusive breastfeeding with foods intake and nutritional status of 6-to-12 month- old children in working area of Hamadi Primary Health Care in the City Jayapura. J Trop Pharm Chem. 2020;5(2):111–20
  49. Nur RC, Syauqy A. Hubungan karakteristik ibu, frekuensi kehadiran anak ke posyandu, asupan energi dan protein dengan status gizi anak usia 1-2 tahun. J Nutr Coll. 2014;3(1):98–105. https://doi.org/10.14710/jnc.v3i1.4537
  50. Afrinis N, Verawati B, Hendarini AT. Analisis faktor yang berhubungan dengan status gizi bayi usia 6-12 bulan pada masa pandemi Covid-19. J Kesehat Masy. 2021;5(1):305–6. https://doi.org/10.31004/prepotif.v5i1.1601
  51. Utami HM, Suyatno, Nugraheni SA. Hubungan konsumsi jenis MP-ASI dan faktor lain dengan status Gizi bayi usia 6-12 bulan. J Kesehat Masy. 2018;6(1):467–76. Available from: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/view/19909
  52. Hamid NA, Daclan DM, Jafar N, Battung SM. Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan status gizi baduta usia 6-24 bulan di Desa Timbuseng Kabupaten Gowa. J Indones Community Nutr. 2020;9(1):51–62. https://doi.org/10.30597/jgmi.v9i1.10158
  53. Ahmad D, Afzal M, Imtiaz A. Effect of socioeconomic factors on malnutrition among children in Pakistan. Futur Bus J. 2020; 6(1): 1–11. Available from: https://fbj.springeropen.com/articles/10.1186/s43093-020-00032-x

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.