Karakteristik Fisikokimia dan Mutu Hedonik Bubur Bayi Instan dengan Variasi Proporsi Tepung Ubi Jalar Ungu dan Kacang Hijau

*Fitri Nur Karimah  -  Program Studi S-1 Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Valentinus Priyo Bintoro  -  Program Studi S-1 Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Antonius Hintono  -  Program Studi S-1 Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Received: 27 May 2019; Published: 30 Nov 2019.
Open Access License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Citation Format:
Article Info
Section: Artikel Penelitian
Language: IND
Statistics: 18 33
Abstract

Bubur bayi instan merupakan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang berbentuk bubuk dan bersifat instan sehingga dalam penyajiannya tidak diperlukan proses pemasakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi proporsi tepung ubi jalar ungu dan tepung kacang hijau yang berbeda terhadap kandungan proksimat (kadar air, serat, abu, protein, lemak dan karbohidrat), total kalori, viskositas dan mutu hedonik bubur bayi instan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pisang ambon mengkal siap matang, kacang hijau, ubi jalar ungu, gula, dan susu bubuk merk Dancow. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan  5 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan variasi proporsi tepung ubi jalar ungu dan kacang hijau % (b/b) yaitu T1 = 50:50, T2 = 60:40, T3 = 70:30, T4 = 80:20 dan T5 = 90:10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi proporsi tepung ubi jalar ungu dan kacang hijau berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar air, abu, serat kasar, protein, lemak, karbohidrat, total kalori, viskositas, warna, tekstur dan overall, namun tidak berpengaruh nyata terhadap rasa dan aroma. Perlakuan terbaik yang dipilih yaitu proporsi tepung ubi jalar ungu dan kacang hijau % (b/b) 50:50 yang menghasilkan kadar air (5,09%), abu (3,01), serat kasar (3,05), lemak (8,01), protein (14,08), karbohidrat (69,58%), total kalori (406,77 Kkal), viskositas (484,51 cP), rasa 3,68 (suka), tekstur 4,08 (suka), aroma 3,76 (suka), warna 2,92 (agak suka) dan overall 3,56 (suka).

Instant baby porridge is a complementary food for breastmilk which is instant and so it is not necessary to cook it in its presentation. This aims of the was study to determine the effect of different proportions of purple sweet potato flour and green bean flour on the proximate content (water content, fiber, ash, protein, fat and carbohydrate), total calories, viscosity and hedonic quality of instant baby porridge. The materials used in this research were ambon banana, green beans, purple sweet potatoes, sugar, and Dancow brand milk powder. The experimental design used was CRD (Completely Randomized Design) with 5 treatments and 4 replications with variations in the proportion of purple sweet potato flour and green beans% (b / b), namely T1 = 50:50, T2 = 60:40, T3 = 70 : 30, T4 = 80:20 and T5 = 90:10. The results showed that the variation in the proportion of purple sweet potato flour and green beans significantly (P <0.05) on water content, ash, crude fiber, protein, fat, carbohydrate, total calories, viscosity, color, texture and overall, but not significant effect on taste and aroma. The best treatment chosen was the proportion of purple sweet potato flour and green beans by 50%: 50% which produced water content (5.09%), ash (3.01), crude fiber (3.05), fat (8.01) ), protein (14.08), carbohydrate (69.58%), total calories (406.77 Kcal), viscosity (484.51 Cp), taste 3.68 (likes), texture 4.08 (likes), aroma 3.76 (likes), color 2.92 (rather like) and overall 3.56 (likes).

Keywords: Bubur bayi instan; kacang hijau; MP-ASI; ubi jalar ungu

Article Metrics:

  1. Anandito, R.B.K., Siswanti dan D.T. Kusumo. 2016. Kajian karakteristik sensoris dan kimia bubur instan berbasis tepung millet putih dan tepung kacang merah. J. Teknologi Hasil Pertanian. 9 (1): 17 – 23.
  2. Andarwulan, N., F. Kusnandar dan D. Herawati. 2011. Analisis Pangan. PT Dian Rakyat, Jakarta.
  3. Astawan, M. 2009. Sehat dengan Kacang dan Biji-Bijian. Penebar Swadaya, Jakarta.
  4. Baculu, E.P.H. 2017. Hubungan pengetahuan ibu dan asupan karbohidrat dengan status gizi pada anak balita di desa kalangkangan kecamatan galang kabupaten tolitoli. J. Promotif. 7 (1): 14 – 17.
  5. Badan Standarisasi Nasional. SNI 01-7111.1. 2005. Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) bagian 1: Bubuk Instan. Jakarta.
  6. Buckle, K.A., R.A. Edward dan M. Woolton. 2009. Ilmu Pangan. Universitas Indonesia, Jakarta.
  7. Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI. 2007. Spesifikasi dan Pedoman Pengelolaan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Instant untuk Bayi Umur 6-11 Bulan. Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat Direktorat Gizi Masyarakat. Jakarta.
  8. Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI. 1996. Daftar Komposisi Bahan Makanan. Bathara, Jakarta.
  9. Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI. 2005. Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM). Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Jakarta.
  10. Farida, S.N., D. Ishartani dan D.R. Affandi. 2016. Kajian sifat fisik, kimia dan sensoris bubur bayi instan berbahan dasar tepung tempe koro glinding, tepung beras merah dan tepung labu kuning. J. Teknosains Pangan. 5 (4): 32 – 39.
  11. Hadiningsih, N. 2004. Optimasi Formula Makanan Pendamping ASI dengan Menggunakan Response Surface Methodology. Tesis. Sekolah Pasca sarjana Institut Pertanian Bogor.
  12. Hardoko., L. Hendarto dan T. M. Siregar. 2010. Pemanfaatan ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L. Poir) sebagai pengganti sebagian tepung terigu dan sumber antioksidan pada roti tawar. J. Teknologi dan Industri Pangan. 21 (1): 25 – 30.
  13. Husna, E.A., D.R. Affandi., Kawiji dan R.B.K. Anandito. 2012. Karakteristik bubur bayi instan berbahan dasar tepung millet dan tepung kacang hijau dengan flavor alami pisang ambon. J. Teknosains Pangan. 1 (1): 68 – 74.
  14. Krisnatuti, D dan R. Yenrina. 2000. Menyiapkan Makanan Pendamping ASI. Puspa Swara, Jakarta.
  15. Listyoningrum, H dan Harijono. 2015. Optimasi susu bubuk dalam makanan pendamping asi. J. Pangan dan Agroindustri. 3 (4): 1302 – 1312.
  16. Lumentut, G. 2018. Formulasi bubur bayi instan dari tepung pragelatinisasi umbi uwi ungu dengan tepung kedelai sebagai alternatif makanan pendamping air susu ibu. Skripsi. Universitas Hasanuddin. Makasar.
  17. Manullang, M dan Y. D. Suratno. 1996. Pengaruh perkecambahan terhadap kandungan tokoferol dari kacang kedelai dan kacang tanah serta kacang hijau. J. Teknologi dan Industri Pangan. 7 (1): 16-19.
  18. Setyaningsih, D., A. Apriyantono dan M.P. Sari. 2010. Analisa Sensori Industri Pangan dan Agro. IPB Press, Bogor.
  19. Tamrin, R dan S. Pujilestari. 2016. Karakteristik bubur bayi instan berbahan dasar tepung garut dan tepung kacang merah. J. Konversi. 5 (2): 49 – 58.