skip to main content

Aplikasi Teknologi Ozon Pada Bahan Pangan

Kheptin Mentary Farizha  -  DIPONEGORO UNIVERSITY, Indonesia
Anang Mohamad Legowo  -  DIPONEGORO UNIVERSITY, Indonesia
*Yoga Pratama  -  DIPONEGORO UNIVERSITY, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Review ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai pemanfaatan penggunaan teknologi ozon pada bahan pangan, seperti pada buah, sayur dan produk pati atau tepung. Aplikasi teknologi ozon pada penanganan buah, sayuran dan produk tepung atau pati memiliki prospek yang baik karena dirasa aman, tidak meninggalkan residu pada bahan serta mudah terurai kembali menjadi oksigen. Potensi oksidasi yang tinggi yang dimiliki ozon dapat dimanfaatkan sebagai desinfektan dan sebagai bahan pengoksidasi. Pemanfaatan ozon sebagai desinfektan umumnya diterapkan pada air pencucian buah dan sayur. Ozon sebagai agen pengoksidasi juga dapat diterapkan pada proses modifikasi pati secara oksidasi, dimana mampu meningkatkan kualitas pati alami yang umumnya memiliki sifat tidak tahan panas, kelarutan rendah serta viskositas yang tinggi
Fulltext View|Download
Keywords: ozone, oxidation, desinfektant, food

Article Metrics:

  1. Akbas, M. Y., and M. Ozdemir. 2006. Effectiveness of ozone for inactivation of Escherichia coli and Bacillus cereus in pistachios. Journal of Food Science and Technology, 41(5): 513-519
  2. An, H. J. and J. M. King. 2009. Using ozonation and amino acids to change pasting properties of rice starch. Journal of Food Science, 74 : 278 - 283
  3. Asgar, A., M. Darkam., A.S. Dony dan Z. H. Hassan. 2015. Teknologi Ozonisasi Untuk Mempertahankan Kesegaran Cabai Cultivar Kencana Selama Penyimpanan. Jurnal Pascapanen Pertanian, 12(1) : 20-26
  4. Asgar, A., Sugiarto, A. T., Sumartini, S., & Ariani, D. (2011). Kajian ozonisasi (o3) terhadap karakteristik kubis bunga (brassica oleracea) segar selama penyimpanan pada suhu dingin. Berita Biologi, 10(6): 787-795
  5. Castanha, N., M. D. Junior and P.E.D. Augusto. 2017. Potato starch modification using the ozone technology. Food Hydrocolloids, 66 (1) : 343–356
  6. Çatal, H. 2015. Effects of Semicontinuous and Batch System Ozonation on Wheat and Corn Starches. J. of the International Ozone Association, 37(1): 71-77
  7. Chan, H. T., R. Bhat, and A.A. Karim. 2009. Physicochemical and functional properties of ozone-oxidized starch. J. of Agricultural and Food Chemistry, 57(13) : 5965 – 5970
  8. Cullen, P. J., B.K. Tiwari., C.D. O'Donnell, and K. Muthukumarappan. 2009. Modelling approaches to ozone processing of liquid foods. Trends in Food Science dan Technology, 20(3): 125-136
  9. Goze, P., L. Rhazi., L. Lakhal., P. Jacolot., A. Pauss, dan T. Aussenac. 2017. Effects of ozone treatment on the molecular properties of wheat grain proteins. Journal of Cereal Science, 75: 243-251
  10. Lee, M. J., Kim, M. J., Kwak, H. S., Lim, S.-T., and Kim, S. S. 2017. Effects of ozone treatment on physicochemical properties of Korean wheat flour. Food Science and Biotechnology, 26(2): 1–6
  11. Prasetyaningrum, A., M. Bramantiya, A. Meidianto, P. Saputra, F.D Qonita, dan N. S. Ardiana. 2016. Prototype penyimpanan buah dan sayur menggunakan ozon dan metode evaporative cooling sebagai sistem pendingin. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 6(1) : 31 – 35
  12. Shah, N. N. A. K., Rahman, R. A., Chuan, L. T., and Hashim, D. M. 2011. Application of gaseous ozone to inactivate Bacillus cereus in processed rice. Journal of Food Process Engineering, 34(6): 2220-2232
  13. Syafarudin, A., dan N. Novia. 2013. Produksi ozon dengan bahan baku oksigen menggunakan alat ozon generator. Jurnal Teknik Kimia, 19(2): 1 -9

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.