Perubahan Fisik Tomat Selama Penyimpanan Pada Suhu Ruang Akibat Pelapisan dengan Agar-Agar

*Elisabet Selly Andriani -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Nurwantoro Nurwantoro -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Antonius Hintono -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Received: 26 Jun 2018; Published: 7 Nov 2018.
Open Access Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Artikel Penelitian
Language: ID
Full Text:
Statistics: 275 1694
Abstract

Buah yang telah dipanen masih melakukan proses metabolisme dan respirasi yang menyebabkan perombakan zat-zat nutrisi pada buah yang mengakibatkan terjadinya proses kemunduran sehingga buah cepat rusak. Salah satu cara memperpanjang masa simpan yaitu dengan teknologi pelapisan. Pelapisan dapat menggunakan tanaman penghasil hidrokoloid seperti agar-agar. Agar merupakan hidrokoloid yang mudah dijumpai di pasaran dan memiliki ketahanan yang baik terhadap gas O2 dan CO2 dan dapat meningkatkan kekuatan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi agar-agar sebagai pelapis yang dapat menunda pematangan buah dan memperpanjang masa simpan pada buah tomat dan dilihat berdasarkan perubahan susut bobot, warna, kekerasan dan intensitas kerusakannya selama penyimpanan pada suhu ruang. Parameter penelitian meliputi susut bobot, warna, kekerasan dan intensitas kerusakan dengan perlakuan lama penyimpanan L0= 0 hari, L1= 4 hari, L2= 8 hari, L3=12 hari, L4= 16 hari dan L5= 20 hari serta perlakuan konsentrasi agar P0= 0%, P1 = 0,5%, P2= 1% dan P3=1,5%. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola Split Plot. Percobaan dilakukan dengan dua kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Wilayah Ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agar-agar berpotensi sebagai pelapis yang dapat menunda kematangan ditinjau dari perubahan susut bobot dan intensitas kerusakannya.

Fruit that has been harvested is still doing metabolism and respiration that causes the overhaul of nutrients in the fruit so that the fruit quickly damaged. Coating technology is used to extend the shlef life of fruits.Coatings can use hydrocoloid plants such agar. Agar is easy to find on the market and has good resistance to O2 dan CO2 and can increase physical strength. This study was aimed to analyze the potensial of agar as coating to delay ripening and extend the shelf life of tomatoes based on shrinkage of weight loss, skin color, hardness and intensity of damage during storage at room temperature. The parameter used were shrinkage of weight, skin color, hardness adn intensity of damage with L0= 0 days, L1= 4 days, L2= 8 days, L3= 12 days, L4=16 days and L5=20 days and agar concentration P0=0%, P1=0,5%, P2=1% and P3=1,5%. The study was designed using completely randomized design (CRD) with Split Plot design with two replications. The data obtained were analyzed using Analisis of Variance (ANOVA) and Duncan. Result showed that agar coating of tomato have a potensial effect in delaying of fruit ripening in terms of shrinkage of weight loss and the intensity of the damage.

Keywords
susut bobot, warna, kekerasan, intensitas kerusakan, buah tomat

Article Metrics:

  1. Ali, A., M. Maqbool., S. Ramachandran and P. G. Alderson. 2010. Gum arabic as a novel edible coating for enhancing shelf- life and improving postharvest quality of tomato (Solanum lycopersicum L.) fruit. Postharvest Biol. and Technol. 58(1): 42-47.
  2. Cha, D. S and M. S. Chinnan. 2010. Biopolymer-based antimicrobial packaging: A Review. Critical Reviews in Food Sci. and Nutrit. 44(4) : 223-237.
  3. Garnida, Y. 2006. Pembuatan bahan edible coating dari sumber karbohidrat, protein dan lipid untuk aplikasi pada buah terolah minimal. INFOMATEK. 8(4) : 207-222.
  4. Geraldine, R.M., N. F. F. Soares and D. A. Botrel. 2008. Characterization and effect of edible coatings on minimally processed garlic quality. J. Carbohydrate Polymers. 72(3) : 403-409.
  5. Gol, N. B dam T. V. Ramana Rao. 2013. Influence of zein and gelatin coatings on the postharvest quality and shelf life extension of mango (Mangifera indica L.). Resumen Espanol 69(2) : 101-115.
  6. Johansyah, A., E. Prihastanti dan E. Kusdiyantini. 2014. Pengaruh plastik pengemas Low Density Polyethylene (LDPE), High Density Polyethlene (HDPE) dan Polipropilen (PP) terhadap penundaan kematangan buah tomat (Lycopersicon esculentum.Mill). Bul. Anatomi dan Fisiologi. 22(1) : 46-57.
  7. Lospiani, N. P. N., I. M. S. Utama dan I. A. R. P. Pudja. 2017. Pengaruh lama waktu cekaman anaerobik dan konsentrasi emulsi lilin lebah sebagai bahan pelapis terhadap mutu dan masa simpan buah tomat. J. BETA. 5(2) : 9-19.
  8. Meindrawan, B., N. E. Suyatma., T. R. Muchtadi dan E. S. Iriani. 2017. Aplikasi pelapis bionanokomposit berbasis karagenan untuk mempertahankan mutu buah mangga utuh. J. Keteknikan Pertanian. 5(1) : 89-96.
  9. Moalemiyan, M., H. S. Ramaswamy and N. Maftoonazad. 2011. Pectin based edible coating for shelf-life extension of ataulfo mango. Food Process Engineering J. 35(4) : 572-600.
  10. Prastya, O.A., I. M. S. Utama dan N. L. Yulianti. 2015. Pengaruh pelapisan emulsi minyak wijen dan minyak sereh terhadap mutu dan masa simpan buah tomat (Lycopersicon esculentum Mill). J. BETA. 3(1): 1-10.
  11. Rasyid, A. 2004. Beberapa catatan tentang agar. Oseana. 29(2) : 1-7.
  12. Roiyana, M., M. Izzati dan E. Prihastanti. 2012. Potensi efisiensi senyawa hidrokoloid nabati sebagai bahan penunda pematangan buah. Bul. Anatomi dan Fisiologi. 20(2) : 40-50.
  13. Rudito. 2005. Perlakuan komposisi gelatin dan asam sitrat dalam edible coating yang mengandung gliserol pada penyimpanan tomat. J. Teknologi Pertanian. 6(1) : 1-6.
  14. Steel, R.G.D. dan J.H. Torrie. 1993. Prinsip dan Prosedur Statistika (Pendekatan Biometrik) Penerjemah B. Sumantri. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
  15. Sugandi, W. K., Sudaryanto dan T. Herwanto. 2015. Uji kinerja dan pengujian lapangan mesin grading tomat (Lycopersicum esculentum) TEP-5. J. Teknik Pertanian Lampung. 5(3) : 145-156.
  16. Tarigan, N. Y. S., I. M. S. Utama dan P. K. D. Kencana. 2016. Mempertahankan mutu buah tomat segar dengan pelapisan minyak nabati. J. BETA. 4(1) : 1-9.
  17. Utama, I. G. M., I. M. S. Utama dan I. A. R. P. Pudja. 2016. Pengaruh konsentrasi emulsi lilin lebah sebagai pelapis buah mangga arumanis terhadap mutu selama penyimpanan pada suhu kamar. J. Biosistem dan Teknik Pertanian. 4(2) : 81-92.
  18. Utama, I. M. S., Y. Setiyo., I. A. R. P. Puja dan N. S. Antara. 2011. Kajian atmosfir terkendali untuk memperlambat penurunan mutu buah mangga arumanis selama penyimpanan. J. Hort. Indonesia. 2(1) : 27-33.