PERBEDAAN PERUBAHAN KADAR TRIGLISERIDA SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK DAN REBUSAN DAUN SALAM (EUGENIA POLYANTHA) PADA TIKUS SPRAGUE DAWLEY YANG DIBERI PAKAN TINGGI LEMAK

*Rimbun Situmorang  -  Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Indonesia
Martha Irene Kartasurya  -  Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 20 Jan 2014; Published: 27 Jan 2014.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Jilid 1
Language: EN
Statistics: 252 96
Abstract

Latar Belakang: Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan kelainan fraksi lipid dalam plasma darah, salah satunya adalah trigliserida. Daun salam (Eugenia polyantha) mengandung zat aktif yaitu flavonoid dan quersetin yang mampu menurunkan kadar trigliserida darah sehingga dapat mencegah terjadinya dislipidemia.

Tujuan: Menganalisis perbedaan perubahan kadar trigliserida setelah pemberian ekstrak dan rebusan daun salam pada tikus sprague dawley yang diberi pakan tinggi lemak.

Metode: Jenis penelitian adalah true-experimental dengan pre-post randomized control groups design. Subjek penelitian adalah 24 tikus sprague dawley jantan berusia 8 minggu, dibagi menjadi 4 kelompok. Keempat kelompok diberi pakan standar dan diet tinggi lemak selama 19 hari. Kelompok pertama merupakan kelompok kontrol positif, kelompok kedua diberi 0,18 g/kg BB simvastatin, kelompok ketiga diberi 0,034 g/kg BB ekstrak daun salam dan kelompok  keempat diberi 0,72 g/kg BB rebusan daun salam.  Perbedaan  pengaruh ekstrak dan rebusan dianalisis dengan One Way Anova, Kruskal Wallis dan dilanjutkan uji LSD.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan kadar trigliserida setelah perlakuan pada kelompok diet tinggi lemak (kontrol positif) sebesar 96,62 mg/dl; kelompok rebusan: 35,4 mg/dl; kelompok ekstrak: 11,03 mg/dl; serta terjadi penurunan kadar trigliserida pada kelompok simvastatin: 3,53 mg/dl. Hasil uji post hoc menunjukkan perbedaan perubahan kadar trigliserida antara kelompok simvastatin dengan ketiga kelompok lainnya; estrak dengan diet tinggi lemak dan rebusan; serta rebusan dengan diet tinggi lemak.

Simpulan: Pemberian rebusan daun salam tidak dapat menurunkan kadar trigliserida darah. Peningkatan kadar trigliserida darah lebih tinggi dengan pemberian rebusan dari pada pemberian ekstrak daun salam.

Keywords: Ekstrak daun salam; rebusan daun salam; kadar trigliserida; flavonoid; tikus sprague dawley