HUBUNGAN KEJADIAN KECACINGAN TERHADAP ANEMIA DAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KELURAHAN BANDARHARJO, SEMARANG

*Pradipta Puteri P -  Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Nuryanto Nuryanto -  Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Aryu Candra -  Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 14 May 2019; Published: 14 May 2019.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 44 48
Abstract

 Latar Belakang : Penyakit infeksi yang umum terjadi di daerah tropis dan sub-tropis adalah kecacingan. Indonesia memiliki angka prevalensi kecacingan sebesar 45%-65%. Kecacingan dapat mengakibatkan anemia, penurunan status gizi, pertumbuhan terahambat, hingga penuruan kemampuan kognitif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kejadian kecacingan dengan anmeia dan kemampuan kognitif di Semarang.

Metode : Desain Penelitian pada penelitian ini adalah cross-sectional dengan jumlah sampel 51 anak Sekolah Dasar. Data kecacingan ditentukan menggunakan metode Kato-Katz dilakukan di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Variabel anemia ditentukan dengan pemerikasaan kadar hemoglobin dalam darah dengan metode cyanmethemoglobin. Variabel kemampuan kognitif didapatkan dari hasil tes kemampuan kognitif dengan pemeriksaan Montreal Cognitive Assessment Versi Indonesia (MoCA-Ina).

Hasil : Hasil menunjukkan terdapat 2 (3,9%) subjek positif kecacingan dari 51 subjek, sedangkan 31 subjek (65,9%) mengalami anemia dan 42 subjek (81,1%) memiliki kemampuan kognitif yang kurang. Berdasarkan uji statistik tidak terdapat hubungan kejadian kecacingan dengan anemia (p=1,00) dan kemampuan kognitif (p=1,00) serta tidak terdapat hubungan antara anemia dengan kemampuan kognitif (p=0,439).

Simpulan : Tidak terdapat hubungan antara kejadian kecacingan terhadap anemia dan kemampuan kognitif pada anak sekolah dasar di Kelurahan Bandarharjo Semarang.

Keywords
infeksi kecacingan, anemia, kemampuan kognitif
  1. de Silva NR, Brooker S, Hotez PJ, Montresor A, Engels D SL. Soil-transmitted helminth infections: updating the global picture. Trends parasitol. 2003;19:547-551.
  2. WHO. Deworming for health and development. Report of the third global meeting of the partners for parasite control. 2005.
  3. Harhay MO, Horton J, Olliaro PL. Epidemiology and control of human gastrointestinal parasites in children. Expert Rev Anti Infect Ther. 2010;8(2):219-234.
  4. Ashtiani MTH, Monajemzadeh M, Saghi B, et al. Prevalence of intestinal parasites among children referred to Children’s Medical Center during 18 years (1991–2008), Tehran, Iran. Ann Trop Med Parasitol. 2011;105(7):507-513.
  5. Hall JE, Guyton. Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology 12th edition. 12Th Ed. 2012.
  6. Brito LL, Barreto ML, Silva RDCR, et al. Moderate- and low-intensity co-infections by intestinal helminths and Schistosoma mansoni, dietary iron intake, and anemia in Brazilian children. Am J Trop Med Hyg. 2006;75(5):939-944.
  7. Basalamah, MF., Viviekenanda P NR. Hubungan Infeksi Soil Transmitted Helminth Dengan Kadar Hemobglobin Anak Sekolah Dasar Gmim Buha Manado. e-CliniC. 2013:1-6.
  8. Awasthi S, Bundy D a P, Savioli L. Clinical review Helminthic infections. BMJ Br Med J. 2003;327:431-433. doi:10.1136/bmj.327.7412.431
  9. Ibda F. Perkembangan Kognitif : Teori Jean Piaget. 2015;3:27-38.
  10. Abidin SA., Hadidjaja P. The effect of soil-transmitted helminth infection on the cognitive function of schoolchildren. Trop Med Int Heal. 2003;4(5).
  11. Chadijah S, Pamela P, Sumolang F, Veridiana NN. Hubungan Pengetahuan, Perilaku, Dan Sanitasi Lingkungan Dengan Angka Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Kota Palu. Media Litbangkes. 2014;24(1):50-56.
  12. Harrison’s Principal of Internal Medicine. 17th ed.; 2008.
  13. Yulianto E. Hubungan Higiene Dan Sanitasi Dengan Kejadian Penyakit Cacingan Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Rowosari 01 Kecamatan Tembalang Kota Semarang.; 2007.
  14. Kartini S. Kejadian Kecacingan pada Sisawa Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Rumbai Pesisir Pekanbaru. J Kesehat Komunitas. 2016;3(2):53-59.
  15. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 15 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Cacing. In: ; 2017.
  16. Kemenkes RI Direktorat Jendral PP dan PL. Pedoman Pengendalian Kecacingan. 2012:1-63.
  17. Syahrir S. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Siswa SDN Inpres No . 1 Wora Kecamatan Wera Kabupaten Bima. 2011;(1).
  18. Sandy S, Sumarni S, Soeyoko. Analisis Model Faktor Risiko yang Memperngaruhi Infeksi Kecacingan yang Ditularkan melalui Tanah pada Siswa Sekolah Dasar di Distrik Arso Kabupaten Keerom, Papua. Media LitbangkesL. 2015;25(1):1-14.
  19. Helmby H, Takeda K, Akira S, Grencis RK. Interleukin (IL)-18 Promotes the Development of Chronic Gastrointestinal Helminth Infection by Downregulating IL-13. J Exp Med. 2001;194(3):355-364.
  20. Safar R. Parasitologi Kedokteran. Bandung: Yrama Widya; 2010.
  21. Gandahusada, Srisasi, Ilahude H, Priabdi W. Parasitologi Kedokteran. Edisi Keti. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2006.
  22. Larocque R, Casapia M, Gotuzzo E, Gyorkos T. Relationship between intensity of soil-transmitted helminth infections and anaemia during pregnancy. AmJTrop Med Hyg. 2005;73(4):783-789.
  23. Liestiana I, Budi H, Deni F. Loss of nutrition and blood and the financial disadvantage caused by helminthiasis among student of Manurung 1 Elementary School , Pagatan. J Epidemiol dan Penyakit Bersumber Binatang. 2015;5(3):107-114.
  24. Ebenezer R, Gunawardena K, Kumarendran B, Pathmeswaran A. Cluster-randomised trial of the impact of school-based deworming and iron supplementation on the cognitive abilities of schoolchildren in Sri Lanka ’ s plantation sector. Trop Med Int Heal. 2013;18(8):942-951.
  25. Murni PHS, Fujiati II. Hubungan Infeksi Soil Transmitted Helminths dengan Kemampuan Kognitif, Status Nutrisi, dan Prestasi Belajar pada Anak Sekolah Dasar di Desa Sikapas Kabupaten Mandailing Natal. 2018;19(5):279-283.
  26. Ezeamama AE, Mcgarvey ST, Hogan J, et al. Treatment for Schistosoma japonicum , Reduction of Intestinal Parasite Load , and Cognitive Test Score Improvements in School-Aged Children. Negleted Trop Dis. 2012;6(5).
  27. Putrihantini P, Erawati M. Hubungan antara Kejadian Anemia dengan Kemampuan Kognitif Anak Usia Sekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Susukan 04 Ungaran Timur. 2013;1(2):99-103.
  28. Puspitasari FD, Sudargp T, Gamayanti IL. Hubungan antara Status Gizi dan Faktor Sosiodemografi dengan Kemampuan Kognitif Anak Sekolah Dasar di Daerah Endemis GAKY. 2011;34(1):52-60.
  29. Smith T, Gildeh N, Holmes C. Validity and Utility in a Memory Clinic Setting. 2007;52(5):329-332.