HUBUNGAN ANTARA DURASI PENGGUNAAN ALAT ELEKTRONIK (GADGET), AKTIVITAS FISIK DAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA USIA 13-15 TAHUN

*Anandita Mega Kumala -  Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ani Margawati -  Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ayu Rahadiyanti -  Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 14 May 2019; Published: 14 May 2019.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 91 74
Abstract

Latar belakang: Beberapa studi menunjukkan terdapat hubungan antara screen-time viewing, aktivitas fisik dan pola makan dengan status gizi pada remaja. Penggunaan gadget yang berlebihan pada remaja berkaitan dengan status gizi. Screen-time yang tinggi, tingkat aktivitas fisik rendah, dan pola makan menjadi tidak sesuai dengan rekomendasi sehingga dalam jangka panjang dapat mempengaruhi status gizi.

Metode: Desain studi observasional dengan rancangan cross-sectional yang melibatkan remaja usia 13-15 tahun di Kendal. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan 61 responden. Status gizi ditentukan berdasarkan z-score indeks massa tubuh terhadap umur (IMT/U). Data durasi penggunaan alat elektronik (gadget) diperoleh dari kuesioner terstruktur yang telah divalidasi, data aktivitas fisik diperoleh dari kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan data pola makan diperoleh melalui wawancara dan kuesioner Semi-Quantitative Food Frequency Questionnare (SQ-FFQ) yang ditentukan berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang (PGS). Analisis data menggunakan uji Chi-Square serta Fisher Exact.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 72,1% responden memiliki durasi penggunaan alat elektronik (gadget) yang tinggi. Selain itu, ditemukan 14,8% responden dengan aktivitas fisik rendah. Pola makan pada 80,3% responden sudah sesuai dengan anjuran PGS, tetapi 96,7% responden tidak memenuhi anjuran konsumsi sayur. Status gizi pada responden berdasarkan Z-score IMT/U ditemukan sebanyak 6,6% responden dengan kategori kurus dan 14,8% gemuk. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara durasi penggunaan alat elektronik (gadget), aktivitas fisik dan pola makan dengan status gizi (p<0,05).

Simpulan: Terdapat hubungan antara durasi penggunaan alat elektronik (gadget), aktivitas fisik dan pola makan dengan status Gizi pada remaja usia 13-15 tahun (p<0,05).

Keywords
durasi penggunaan gadget, aktivitas fisik, pola makan, status gizi, remaja
  1. Asif AR, Rahmadi FA. Hubungan Tingkat Kecanduan Gadget dengan Gangguan Emosi dan Perilaku Remaja Usia 11-12 Tahun. J Kedokteran Diponegoro. 2017;6(2):148–57.
  2. Noegroho. Teknologi Informasi. Yogyakarta: Graha Ilmu; 2010.
  3. Owen N, Healy GN, Matthews CE, Dunstan DW. Too much sitting: the population-health science of sedentary behavior. Exerc Sci Rev. 2010;38:105-113.
  4. Reid CY, Radesky J, Christakis D, Moreno MA, Cross C. Children and Adolescents and Digital Media. Pediatrics. 2016;138(5):1-18.
  5. Cai Y, Zhu X, Wu X. Overweight , obesity , and screen-time viewing among Chinese school-aged children : National prevalence estimates from the 2016 Physical Activity and Fitness in China — The Youth Study. J Sport Heal Sci. 2017;6(4):404–9.
  6. Nguyen PV, Hong TK, Nguyen DT, Robert AR. Excessive screen viewing time by adolescents and body fatness in a developing country : Vietnam. Asia Pac J Clin Nutr. 2016;25:174–83.
  7. Astiti D. Pola Menonton Televisi Sebagai Faktor Risiko Obesitas Pada Anak Di Sekolah Dasar Kota Yogyakarta Dan Kabupaten Bantul. J Gizi dan Diet. 2014;1(1):1–5.
  8. Pate RR, Mitchell JA, Byun W, Dowda M. Sedentary behaviour in youth. Br J Sport Med. 2011;45:906–13.
  9. American Academy of Pediatrics. Active Healthy Living: Prevention of Childhood Obesity Through Increased Physical Activity. Pediatrics. 2006;117(5):1834–42.
  10. Mushtaq MU, Gull S, Mushtaq K, Shahid U, Shad MA. Dietary behaviors , physical activity and sedentary lifestyle associated with overweight and obesity , and their socio-demographic correlates , among Pakistani primary school children. Int J Behav Nutr Phys Act. 2011;8(1):130.
  11. Vandewater EA, Shim M, Caplovitz AG. Linking obesity and activity level with children ’ s television and video game use. J Adolesc. 2004;27:71–85.
  12. Gabriela M, Adami F, Benedeet J, Assis F. Association Between Screen Time and Dietary Patterns and Overweight/Obesity Among Adolescent. Nutrition. 2017;30(3):1–9.
  13. Veugelers P J. Availibility and Night-Time Use of Electronic Entertainment and Communication Devices are Associated with Short Sleep Duration and Obesity Among Canadian Children. Pediatr Obes. 2013;8(1):42–51.
  14. Asshidiqie H, Panunggal B. Perbedaan Jumlah Asupan Energi, Lemak, Serat dan Natrium Berdasarkan Kategori Screen-Time Viewing pada Anak Obesitas Usia 9-12 Tahun. Jorunal Nutr Coll. 2013;2(3):1–8.
  15. Pujiati, Arneliwati, Siti R. Hubungan antara Perilaku Makan dengan Status Gizi pada Remaja Putri. JOM. 2015;2(2):1345-1352.
  16. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013. Jakarta;Kementerian Kesehatan RI;2013.
  17. Taveras EM, Field AE, Berkey CS, Rifas-Shiman SL, Frazier AL, Colditz GA. Longitudinal Relationship Between Television Viewing and Leisure-Time Physical Activity During Adolescence. Pediatrics. 2007;119(2):314–9.
  18. Feldman DE, Barnett T, Shrier I, Rossignol M, Abenhaim L. Is physical activity differentially associated with different types of sedentary pursuits? Arch Pediatr Adolesc Med. 2003;157(8):797–802.
  19. Martínez-Gómez D, Eisenmann JC, Gómez-Martínez S, Veses A, Marcos A, Veiga OL. Sedentary behavior, adiposity and cardiovascular risk factors in adolescents. The AFINOS study. Rev Esp Cardiol. 2010;63(3):277–85.
  20. Marcela J, Lucena S, Alexandra L, Leite T, Cavalcante M, Araújo V. Prevalence of excessive screen time and associated factors in adolescents. Rev Paul Pediatr. 2015;33(4):407–14.
  21. Gabriela M, Pinho MD, Adami F. Association between screen time and dietary patterns and overweight. Rev Nutr. 2017;30(3):377–89.
  22. Firi RP. Pengaruh Teman Sebaya, Pengetahuan, Media Masa terhadap Perilaku Diet Mahasiswi STIKES Payung Negeri Pekanbaru. J Endur. 2018;3(1):10–5.
  23. Barasi M. Nutrition at Glance. Jakarta: Erlangga; 2007.
  24. Wardlaw, Jeffrey H. Perspectives in Nutrition. New York: McGraw-Hill, Inc.; 2007.
  25. Dietz W, Gortmaker SL. Preventing obesity in children and adolescent. Annu Rev Public Heal. 2001;22:337–53.
  26. Bickham AD, Blood EA. Characteristics of Screen Media Use Associated With Higher BMI in Young Adolescents. Pediatrics. 2015;131(5):935–41.
  27. Beatriz S, Baruki S, Enriqueta L, Paez F, Rosado DL. Association between nutritional status and physical activity in Municipal Schools in Corumbá – MS. Rev Bras Med Esporte. 2006;12(67):80–4.
  28. Premayani IA, Dewantari NM, Sudjana IDN. Hubungan Aktivitas Fisik dengan Indeks Massa Tubuh pada Remaja. J Ilmu Gizi. 2014;5(1):30–4.
  29. Sada, M., Hadju, V. dan Djunaedi MD. Hubungan Body Image, Pengetahuan Gizi Seimbang, Dan Aktifitas Fisik Terhadap Status Gizi Mahasiswa Politeknik Kesehatan Jayapura. Media Gizi Masy Indones. 2012;2(1):44–8.
  30. Stettler N, Zemel BS, Kumanyika S SV. Infant weight gain and childhood overweight status in a multicenter, cohort study. J Am Acad Pediatr. 2002;2(109):109–94.
  31. Brown JE. Nutrition Through the Life Cycle. Fourth Edi. Williams P, editor. USA: Wadsworth Cengange Learning; 2011.
  32. Masibo PK, Ochola S. Dietary Intake of Schoolchildren and Adolescents in Developing Countries. Ann Nutr Metab. 2014;64(2):499–505.
  33. Khusniyati E, Sari AK, Rofi’ah I. Hubungan Pola Konsumsi Makanan dengan Status Gizi Santri Pondok Pesantren Roudlatul Hidayah Desa Pakis Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. J Kebidanan Midwiferia. 2015;2(2):23–9.
  34. Hardinsyah, Briawan D. Penilaian dan Perencanaan Konsumsi Pangan; Gizi Masyarakat dan Sumber Berdaya Keluarga. Bogor;Institut Pertanian Bogor;2005.
  35. Ramadhani DT, Hidayati L. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Sayur dan Buah pada Remaja Putri SMPN 3 Surakarta. Semin Nas Gizi 2017 “Strategi Optimasi Tumbuh Kembang Anak”. 2017;45–58.
  36. Lee JY, Jun N, Baik I. Associations between dietary patterns and screen time among Korean adolescents. Nutr Res Pract. 2013;7(4):330–5.
  37. Julia M. Screen based activity sebagai faktor risiko kegemukan pada anak prasekolah di Kota Yogyakarta. J Gizi Klin Indones. 2016;13(1):34–41.
  38. Noviani K, Afifah E, Astiti D. Kebiasaan jajan dan pola makan serta hubungannya dengan status gizi anak usia sekolah di SD Sonosewu Bantul Yogyakarta. J Gizi dan Diet Indones. 2016;4(2):97–104.