Evaluasi Kadar Gula, Kadar Air, Kadar Asam dan pH pada Pembuatan Tablet Effervescent Buah Nangka

Yoyok Budi Pramono -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
*Nurwantoro Nurwantoro -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Received: 24 Apr 2018; Published: 4 May 2019.
Open Access Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Artikel Penelitian
Language: ID
Full Text:
Statistics: 30 16
Abstract

Effervescent merupakan sediaan yang menghasilkan gelembung karbondioksida yang merupakan hasil reaksi kimia senyawa asam dan basa dalam larutan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan kombinasi formulasi asam sitrat dan natrium bikarbonat terhadap effervescent buah nangka. Desain percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan variasi formulasi asam sitrat dan natrium bikarbonat sebesar 30% natrium bikarbonat dan 10% asam sitrat untuk T1, 25% natrium bikarbonat dan 15% asam sitrat untuk T2, 20% natrium bikarbonat dan 20% asam sitrat untuk T3, 15% natrium bikarbonat dan 25% asam sitrat untuk T4 serta 10% natrium bikarbonat 30% asam sitrat untuk T5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh perlakuan terhadap kadar air, kadar asam dan pH, namun tidak ada pengaruh perlakuan terhadap kadar gula. Kombinasi 20% natrium karbonat dan 20% asam sitrat menghasilkan nilai pH ideal dan kadar air terendah.


Keywords
tablet effervescent; kadar gula; kadar air; pH; asam sitrat

Article Metrics:

  1. Association of Official Analitycal Chemist (AOAC). 1995. Official Methods of Analisys Chemist. AOAC Inc., Washington.
  2. Aslani, A dan F. Fattahi. 2013. Formulation, Characterization and Physicochemical Evaluation of Potassium Citrate Effervescent Tablets. J. Adv Pharm Bull. 3(1): 217-225.
  3. Atmaka, E., Nurhartadi dan A. Zainudin. 2013. Pengaruh jenis dan konsentrasi bahan pengikat terhadap karakterisitik fisik dan aktivitas antioksidan tablet effervescent ekstrak buah delima (Punica granatum). J. Teknosains Pangan. 2(2):45-51.
  4. Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen. 2015. Persyaratan Kadar Air pada Sediaan Tablet dan Tablet Effervescent pada Usoplemen Kesehatan. Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Jakarta.
  5. Dewi, A. 2011. Analisis Bahan Pengawet Benzoate Secara Titrimetric Pada Saos Tomat Yang Beredar di Wilayah Pekanbaru. Fakultas Teknik. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Riau. (Skripsi).
  6. Hadiwiyoto, S. 1994. Teori dan Prosedur Pengujian Mutu Susu dan Hasil Olahannya. Liberty, Yogyakarta
  7. Juniawan, H. 2004. Formulasi Tablet Effervescent Ekstrak Kencur (Kaempferia Galanga L.) Dengan Variasi Jumlah Asam Sitrat – Asam Tartarat. Fakultas Farmasi. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta. (Skripsi).
  8. Kregiel, D. 2015. Health Safety of Soft Drinks: Contents, Containters dan Microorganisms. BioMed Research International.
  9. Madruga, M.S., Fabiola S., Izis R., Deborah S. 2014. Chemical, morphological and functional properties of brazilian jackfruit (Artocarpus heterophyllus L.) seeds starch. J. Food Chem. 143: 440-445.
  10. Munir, MS. 2012. Formulasi Tablet Efervesen Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.). Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Program Studi Ekstensi Farmasi. Universitas Indonesia, Depok. (Skripsi).
  11. Nurmedika., M. Marhawati., N. A. Max. 2013. Analisis pendapatan dan nilai tambah keripik nangka pada industry rumah tangga tiara di kota palu. J. Agrotekbis. 3: 267-273.
  12. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2014. Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pemanis. Badan Pengawas Obat dan Makanan, Jakarta.
  13. Tampubolon, T. R. dan Yunianta. 2017. Pengaruh formulasi terhadap sifat fisik, kimia, dan organoleptik effervescent jambu biji merah (Psidium guajava var. Pomifera). J. Pangan dan Agroindustri. 5 (3): 27-37.
  14. Winarno. 2002. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.