skip to main content

PROFIL STATUS KESUBURAN PERAIRAN SECARA VERTIKAL DI WADUK JATIBARANG, SEMARANG

1Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan,, Indonesia

2Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 20 Dec 2018; Published: 20 Dec 2018.
Open Access Copyright (c) 2018 Management of Aquatic Resources Journal under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Waduk Jatibarang terletak di Kota Semarang, waduk ini digunakan sebagai pengendali banjir, tempat wisata, kegiatan menangkap ikan dan sumber air bersih. Pemanfaatan waduk untuk berbagai keperluan serta masukan air dari sungai dapat menyebabkan perubahan kualitas air waduk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil status kesuburan perairan secara vertikal melalui analisis TSI Carlson. Studi kasus merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan November 2017, lokasi sampling dibagi menjadi 3 stasiun dan setiap stasiunnya terdapat 3 titik sampling secara vertikal (permukaan, tengah dan dasar). Hasil analisis TSI Carlson menunjukkan bahwa status trofik Waduk Jatibarang berkisar antara 47,898 – 57,440, hasil tersebut dapat dikatakan bahwa status trofik di semua stasiun dengan tiga kedalaman berbeda berada pada tingkat eutrofik ringan sampai mesotrofik. Hasil analisis regresi linear antara nitrat terhadap klorofil-a pada permukaan, tengah, dan dasar berturut-turut didapatkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,931; 0,62; 0,51, koefisien determinasi sebesar 86,6%; 38,4%; 26,1%. Analisis regresi linear antara fosfat terhadap klorofil-a pada permukaan, tengah, dan dasar berturut-turut didapatkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,221; 0,539; -0,147,  koefisien determinasi sebesar 4,9%; 29,1%; 2,2%. Sedangkan, hasil analisis korelasi antara kedalaman dengan kesuburan perairan diperoleh koefisien korelasi (r) sebesar -0,547, yang berarti terdapat keeratan hubungan yang sedang dan bersifat negatif (semakin bertambahnya kedalaman maka semakin rendah kesuburan perairan).

 

Jatibarang Reservoir located in Semarang City, this reservoir used as flood control, tourist place, fishing activities and water resource. Utilization of reservoir for any necessity and source of water from two rivers can changes water quality of reservoir. The research purpose is to find out the vertical profile of water fertility through of TSI Carlson analysis. The research method in used is case study. Sampling was conducted in November 2017, location of sampling was divided into 3 stations and each station has 3 vertical sampling points (surface, center and bottom). The results of TSI Carlson analysis showed that the trophic status of Jatibarang Reservoir ranged in 47.898 – 57.440, that result can be told that trophic status at all stations with three different depths are mild eutrophic to mesotrophic level. The result of linear regression analysis between nitrate against chlorophyll-a respectively on surface, center, and bottom was obtained by correlation coefficient (r) equal to 0.931; 0.62; 0.51, coefficient of determination equal to 86.6%; 38.4%; 26.1%. The linear regression analysis between phosphate against chlorophyll-a respectively on surface, center, and bottom was obtained by correlation coefficient (r) equal to 0.221; 0.539; -0.147, coefficient of determination equal to 4.9%; 29.1%; 2.2%. Meanwhile, the result of correlation analysis between depth and water fertility obtained by correlation coefficient (r) of -0.547, which means there is a medium and negative relationship (the deeper a depth, the lower water’s fertility it gets).

Fulltext View|Download
Keywords: Waduk Jatibarang; Klorofil-a; Nitrat; Fosfat; TSI

Article Metrics:

  1. Adiwilaga, E.M., S. Hariyadi, dan N.T.M. Pratiwi. 2009. Perilaku Oksigen Terlarut Selama 24 Jam pada Lokasi Karamba Jaring Apung di Waduk Saguling, Jawa Barat. Jurnal Limnotek. 16 (2): 109-118
  2. Araoye, P.A. 2009. The Seasonal Variation of pH and Dissolved Oxygen (DO2) Concentration in Asa Lake Ilorin, Nigeria. International Journal of Phsyical Science. 4(5): 271-274
  3. Arum, F.R.M, M. Siagian dan C. Sihotang. 2014. The Vertical Profile of Chlorophyll-a in Pinang Dalam Lake Buluh Cina Village Siak Hulu Subdistric Kampar Distric Riau Province. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Riau
  4. Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya Air dan Lingkungan Perairan.Yogyakarta. Kanisius, Yogyakarta, 258 hlm
  5. Hakanson, L. dan A.C. Bryann. 2008. Eutrophication in the Baltic Sea Present Situation, Nutrient Transport Processes, Remedial Strategies. Springer-Verlag Berlin Heidelberg. 261 hlm
  6. Hidayah, S.N., N. Widyorini dan P.W. Purnomo. 2016. Analisis Kesuburan Perairan Waduk Jatibarang Berdasarkan Distribusi dan Kelimpahan Bakteri Heterotrofik. Diponegoro Journal of Maquares. 5(4) : 443-452
  7. Hopkins, J.S., P.A. Sandifer dan C.L. Browdy. 1994. Sludge Management in Intensive Pond Culture of Shrimp: Effect of Management Regime on Water Quality, Sludge Characteristic, Nitrogen Extinction and Shrimp Prodution. Aquaculture Engineering. 13 : 11-30
  8. Hutabarat, S. dan S.M. Evans. 2000. Pengantar Oceanografi. UI Press. Jakarta
  9. Hutagalung, H.P. dan A. Rozak. 1997. Metode Analisis Air Laut, Sedimen dan Biota. LIPI, Jakarta
  10. Kotut, K., G. Stephen, Njuguna, M. Francis, Muthuri dan L. Krienitz. 1999. The Physico-Chemical Conditions Gorge Reservoir, a New Man Made Lake in Northern Kenya, Limnologica. Journal Urban & Fischer Vertag, 377-392
  11. Nontji, A. 2002. Laut Nusantara. Djambatan, Jakarta. 372 hlm
  12. Nuriya, H., Z. Hidayah dan A.N. Wahyu. 2010. Pengukuran Konsentrasi Klorofil-a dengan Pengolahan Citra Landsat ETM-7 dan Uji Laboratorium di Perairan Selat Madura Bagian Barat. Jurnal Kelautan. 3(1) : 60-65
  13. Pratiwi, N.T.M., E.M. Adiwilaga, M. Krisanti dan W.H. Dwi. 2006. Distribusi Spasial Fitoplankton pada Kawasan Keramba Jaring Apung di Waduk Ir.H. Juanda, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. Prosiding Seminar Nasional Limnologi Tahun 2006. Puslit Limnologi-LIPI. 222-240
  14. Ryding, O.S. dan W. Rast. 1989. The Control of Eutrofication of Lakes and Reservoirs Man and the Biosphere Series. UNESCO. Paris. 37-40 p
  15. Salmin. 1997. Derajat Keasaman (pH) dan Kadar Fosfat di Perairan Sungai Dadap dalam Kaitannya dengan Penelitian Foraminifera sebagai Bioindikator Pencemaran. Jurnal Oseanografi, LIPI. 2(2) : 26-67
  16. Sari dan Ledhyane. 2014. Kelayakan Kualitas Perairan Sekitar Mangrove Center Tuban untuk Aplikasi Alat Pengumpul Kerang Hijau (Perna Viridis L.). Research Journal of Life Science. 1(2) : 137 hlm
  17. Sinurat, L.W., M. Siagian dan A. Simarmata. 2013. Profil Vertikal Klorofil-A di Oxbow Tanjung Putus Desa Buluh Cina Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Jurnal Perikanan dan Kelautan. Universitas Riau
  18. Souhoka, J. dan S.I. Patty. 2013. Pemantauan Kondisi Hidrologi dalam Kaitannya dengan Kondisi Terumbu Karang di Perairan Pulau Talise, Sulawesi Utara. Junal Ilmiah Platak. 1(3) : 138-147
  19. Suryono, T., Senny, Endang dan Rosidah. 2010. Tingkat Kesuburan dan Pencemaran Danau Limboto, Gorontalo. Oseanolog dan Limnologi di Indonesia (2010). 36 (1): 49-61
  20. Tatangindatu, F., O. Kalesaran dan R. Rompas. 2013. Studi Parameter Fisika Kimia Air pada Areal Budidaya Ikan di Danau Tondono Desa Paleloan Kabupaten Minahasa. Jurnal Budidaya Perairan. 1(2) : 8-19
  21. Wetzel, R.G. 2001. Lymnology: Lake and River Ecosytem. P. 120-164. 3rd ed. Academic Press. San Diego, Ma. 1006 p

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.