skip to main content

STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN KONSERVASI MANGROVE SECARA TERPADU DI DESA BEDONO, DEMAK

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 20 Dec 2018; Published: 20 Dec 2018.
Open Access Copyright (c) 2018 Management of Aquatic Resources Journal under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Strategi  yang  tepat  sangat  dibutuhkan  oleh  Kelompok  Mangrove  Bahari  dalam   mengembangkan  kawasan  konservasi  mangrove. Sifat  mangrove  yang  rentan  terhadap   lingkungan  menyebabkan   mangrove  mudah  rusak  dan setiap  tahunnya  semakin  berkurang  jika tidak  ada strategi  yang tepat  yang dilakukan. Potensi  yang dapat  dikembangkan  antara lain  sumberdaya  dan jasa yang dapat  meningkatkan  perekonomian  masyarakat  sekitar. Tujuan dari penelitian  ini adalah  mengetahui partisipasi dan presepsi;  mengetahui Kelompok Mangrove Bahari; dan  merumuskan  alternatif  strategi  pengembangan  konservasi mangrove. Metode penelitian  menggunakan   studi kasus dengan  analisis deskriptif. Pengambilan data  melalui  wawancara  dan  observasi.  Analisa SWOT digunakan  untuk mengkaji  faktor internal dan eksternal yang berpengaruh dalam penetapan strategi kebijakan. Hasil  yang didapatkan partisipasi masyarakat masih rendah sedangkan presepsi masyarakat dan pengunjung sudah cukup mengetahui tentang kawasan konservasi mangrove; peran Kelompok Mangrove Bahari masih kurang; dan alternatif strategi  yang  terpilih adalah pengembangkan konservasi melalui penjagaan dan peningkatan kelestarian mangrove dengan melakukan koordinasi dengan masyarakat, lembaga, dan pemerintah; peningkatkan pemberdayaan masyarakat dan mengoptimalkan  fasilitas kawasan konservasi mangrove;  peningkatkan keterlibatan stakeholder mengembangkan konservasi dengan mengefektifkan penegakan peraturan perlindungan mangrove; dan peningkatkan peran  pemerintahi  pengelola untuk  meminimalkan abrasi  dan mengoptimalkan pengelolaan kebersihan  serta menambah fasilitas kawasan konservasi mangrove.

 

 

The correct  strategy is  needed by  Kelompok Mangrove Bahari  to develop the mangrove conservation area. The nature of mangrove that is vulnerable to the environment causes mangrove easily damaged and annually diminished if no proper strategy is done. The potential that can be developed includes  resources and services  they  can improve the economics matters of community. The purpose of this research is to find out know participation and perception; to know the Kelompok Mangrove Bahari; and to formulate  the alternative strategies in  the conservation of mangrove. The research method used by the writer case study with descriptive analysis. The  data are collected by  interviews and observation.  The SWOT analysis is used to assess internal and external factors that influence the determination of policy strategies. The results obtained community participation is still low while the perception of the community and visitors is enough to know about the mangrove conservation area; the role of the Kelompok Mangrove Bahari is still lacking  and the chosen strategy alternative is to is the development of conservation through guarding and improving the sustainability of mangroves by coordinating with community, institution and government;to  improve the community empowerment and  to  optimize the  mangrove conservation area facilities; increase the involvement of institutions, communities in developing conservation by streamlining the enforcement of mangrove protection regulation; and  increase the role of managing agencies to minimize abrasion and  to optimize hygiene management as well as adding mangrove conservation area facilities.

 

Fulltext View|Download
Keywords: Strategi; Pengembangan; Konservasi; Mangrove; Bedono

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID
Statistics:
  1. Amal dan I. I. Baharuddin. 2016. Persepsi dan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Hutan Mangrove
  2. Berbasis Masyarakat di Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang. Jurnal Scientific Pinisi., 2 (1):1-7
  3. Fikriyani, M dan Mussadun. 2014. Evaluasi Program Rehabilitasi Mangrove di Pesisir Desa Bedono Kecamatan
  4. Sayung Kabupaten Demak, Jurnal Ruang., 2(1):381-390. ISSN 1858-3888
  5. Hidayat, M. 2011. Strategi Perencanaan dan pengembangan Objek Wisata (Studi Kasus Pantai Pengandaran
  6. Kabupaten Ciamis Jawa Barat). Tourism and Hospitality Essentials (THE) Journal., 1 (1):33-44
  7. Lucyanti, S., B Hendarto., dan M Izzati. 2014. Strategi Pengembanganobyek Wisata Bumi Perkemahan Palutungan Berdasarkan Analisis Daya Dukung Lingkungan Wisata Di Taman Nasional Gunung Ciremai Kabupaten Kuningan Propinsi Jawa Barat. Jurnal EKOSAINS.,VI (1):33-46
  8. Matondang, Z. 2009. Validitas dan Reliabilitas Suatu Instrumen Penelitian. Jurnal Tabularasa PPS UNIMED.,
  9. (1):87-97
  10. Reymon G., N. Harahap., dan Soemarno. 2010. Pengelolaan Hutan Mangrove Berbasis Masyarakat di
  11. Kecamatan Gending. Probolinggo. Agritek, 18 (2):186-200
  12. Rusdianti, K dan S. Sunito. 2012. Konservasi Lahan Hutan Mangrove serta Upaya Penduduk Lokal dalam
  13. Merehabilitasi Ekosistem Mangrove. Jurnal Sosiologi Pedesaan., 6 (1):1-17
  14. Satria, D. 2009. Strategi Pengembangan Ekowisata Berbasis Ekonomi Lokal dalam Rangka Program
  15. Pengentasan Kemiskinandi Wilayah Kabupaten Malang. Journal of Indonesian Applied Economics.,
  16. (1):37-47
  17. Umayah, S., H.Gunawan., dan M. N. Isda. 2016. Tingkat Kerusakan Ekosistem Mangrove di Desa Teluk
  18. Belitung Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti. Jurnal Riau Biologia., 1 (4):24-30
  19. Yesiana, R., I Y Hidayati., dan G Wicaksono. 2016. Penguatan Ekosistem Pesisir: Monitoring dan Pembelajaran Pembangunan Alat Pemecah Ombak (APO) di Kota Semarang. Jurnal Wilayah dan Lingkungan., 4(3):199-121

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.