skip to main content

PROGRAM INOVASI ABANG MESI MENINGKATKAN CAPAIAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH UPTD PUSKESMAS MARGA JAYA KOTA BEKASI TAHUN 2022

1UPTD Puskesmas Marga Jaya, Indonesia

2Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Esa Unggul, Indonesia

Received: 16 Mar 2023; Published: 1 Dec 2023.

Citation Format:
Abstract
ABSTRAK

Latar Belakang: Menyusui adalah cara paling efektif menjaga kesehatan bayi. Capaian ASI eksklusif menurut Data WHO, Profil Kesehatan Indonesia tahun 2022 dan Provinsi Jawa Barat bertururt-turut, 44%, 56,9% dan 59,4%. Data Dinas Kesehatan Kota Bekasi tahun 2021 didapatkan capaian ASI ekslusif Kota Bekasi sebesar 50,3%, sedangkan capaian UPTD Puskesmas Marga Jaya adalah 22,78% dan merupakan puskesmas dengan capaian ASI eksklusif  rendah di Kota Bekasi.

Tujuan: Mengetahui hubungan umur, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap ibu, kondisi fisik payudara ibu, teknik perawatan bayi baru lahir, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan  dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di wilayah UPTD Puskesmas Marga Jaya Kota Bekasi tahun 2022.

Metode: Penelitian menggunakan metode survey melalui pendekatan cross sectional dan teknik pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 62 responden ibu bayi usia 6-11 bulan,  menggunakan uji Chi-Square.

Hasil: Responden yang berhasil ASI eksklusif sebanyak 53,2%, ibu dengan umur 20-35 tahun sebanyak 74,2%, 62,9% ibu dengan tingkat pendidikan menengah dan tinggi, 80,6% ibu rumah tangga, 93,5% pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif baik, sikap ibu terhadap ASI eksklusif positif sebanyak 69,4%, 90,3% kondisi fisik payudara ibu normal, 80,6% teknik perawatan bayi baru lahir gabung, 69,4% dukungan keluarga mendukung dan 58,1% mendapat dukungan tenaga kesehatan.  Tidak ada hubungan yang bermakna antara umur ibu (p=0,778), pendidikan ibu (p=0,354), pekerjaan ibu (p=0,372), pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif (p=0,332), sikap ibu terhadap ASI eksklusif (p=0,243), kondisi fisik payudara ibu (p=0,405), teknik perawatan bayi baru lahir (p=0,372), dukungan keluarga (p=0,243) dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,143) dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.

Simpulan: Tidak ada hubungan yang bermakna antara umur ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif, sikap ibu terhadap ASI eksklusif, kondisi fisik payudara ibu, teknik perawatan bayi baru lahir, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.

Kata Kunci: ASI Eksklusif; kondisi payudara ; pengetahuan ibu; dukungan keluarga; tenaga kesehatan.

ABSTRACT

Background: Breastfeeding is the most effective way to keep infant’s healthy. Data of WHO for 2022 shows 44% of infant get exclusive breastfeeding. Indonesia's health profile data for 2022 states the national exclusive breastfeeding coverage is 56.9% and West Java Province is 59.4%. The data of Dinas Kesehatan Bekasi City in 2021, it was found that the achievement of exclusive breastfeeding for Bekasi City was 50.3%, while the achievement of the UPTD Puskesmas Marga Jaya was 22.78%, which is the puskesmas with the low achievement exclusive breastfeeding in Bekasi City.

Objective : To find out the relationship between age, education, occupation, knowledge. mother’s attitude, physical condition of mother’s breasts, newborn care techniques, family support and health worker support with the success of exclusive breastfeeding for breastfeeding mothers in the UPTD Puskesmas Marga Jaya Bekasi City in 2022.

Methods: The research used a survey methode through a cross sectional approach and a sampling technique by total sampling, 62 respondents, mothers of 6-11 month’s infants and using a Chi-Square test.                                          

Results: The research found that 53.2% respondents succeeded in giving exclusive breastfeeding, 74.2% mothers aged 20-35 years, 62.9% mothers with secondary and higher education levels, 80.6% housewife, 93.5% had good knowledge of mothers about exclusive breastfeeding, 69.4% had positive attitudes about exclusive breastfeeding, 90.3% had normal physical condition of the mother's breasts, 80,6% technique care for newborn rooming in, 69.4% had family support supported and 58.1% had received support from health workers. There was no significant relationship between mother's age (p=0.778), mother's education (p=0.354), mother's occupation (p=0.372), mother's knowledge about exclusive breastfeeding (p=0.332), mother's attitude about exclusive breastfeeding (p=0.243 ), physical condition of the mother's breast (p=0.405), newborn care techniques (p=0.372), family support (p=0.243), support from health workers (p=0.143) with the success of exclusive breastfeeding.

Conclusion: There is no significant relationship between mother's age, mother's education, mother's occupation, mother's knowledge about exclusive breastfeeding, mother's attitude about exclusive breastfeeding, physical condition of mother's breast, newborn care techniques, family support and health worker support with the success of exclusive breastfeeding.

Keywords: Exclusive breast feeding; the physical condition of mother's breasts; mother’s knowledge;  family support; health worker.

Fulltext View|Download
Keywords: ASI Eksklusif; kondisi payudara ; pengetahuan ibu; dukungan keluarga; tenaga kesehatan.

Article Metrics:

  1. WHO. Exclusive Breastfeeding. World Health Organization [Internet]. 2018 Feb 20; Available from: https://www.who.int/news-room/facts-in-pictures/detail/breastfeeding
  2. WHO. Joint statement by UNICEF Executive Director Catherine Russell and WHO Director-General Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus on the occasion of World Breastfeeding Week. World Health Organization [Internet]. 2022 Jul 31; Available from: https://www.who.int/news/item/31-07-2022-joint-statement-by-unicef-executive-director-catherine-russell-and-who-director-general-dr-tedros-adhanom-ghebreyesus-on-the-occasion-of-world-breastfeeding-week
  3. Kemenkes. Laporan Kinerja Kementrian Kesehatan Tahun 2020. Kementeri Kesehat Republik Indones Tahun 2021. 2021;1–224
  4. Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indo-nesia. 2022. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
  5. DinKes Kota Bekasi SKK. AE Kota Bekasi 2021. Bekasi: DinKes Kota Bekasi; 2021. p. 35
  6. Kemenkes RI. Buku pedoman pelaksanaan teknis surveilans Gizi. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI; 2021. 112 p
  7. Widiastuti R. Program Inovasi ABANG MESI (Aku Bangga memberikan ASI eksklusif). Bekasi; 2022
  8. Assriyah H, Indriasari R, Hidayanti H, Thaha AR, Jafar N. Hubungan pengetahuan, sikap, umur, pendidikan, pekerjaan, psikologis dan inisiasi menyusui dini dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Sudiang. J Gizi Masy Indones J Indones Community Nutr. 2020;9(1)
  9. Fauziyah A, Dewi Pertiwi F, Avianty I. Faktor – faktor yang berhubungan dengan pemberian Asi eksklusif pada bayi di Puskesmas Tegal Gundil Kota Bogor Tahun 2020. Promotor. 2022;5(2):115
  10. Manalu LO. Gambaran Perilaku Ibu Nifas tentang Teknik Menyusui yang dirawat gabung di RSUD Sekarwangi Kabupaten Sukabumi. J Inov Ris Ilmu Kesehat [Internet]. 2022;1. Available from: https://jurnalp4i.com/index.php/healthy/article/view/967/968
  11. Khasanah V. Analisis Faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif oleh Ibu pekerja pabrik di wilayah puskesmas Kalirungkut Surabaya. 2018;66:37–9. Available from: https://www.fairportlibrary.org/images/files/RenovationProject/Concept_cost_estimate_accepted_031914.pdf
  12. Berutu H. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Asi Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Sitinjo Kabupaten Dairi Tahun 2020. J Ilm Keperawatan Imelda [Internet]. 2021;7(1):53–67. Available from: https://jurnal.uimedan.ac.id/index.php/JURNALKEPERAWATAN/article/view/512
  13. Khofiyah N. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta. J Kebidanan. 2019;8(2):74
  14. Yanti S. Faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6 bulan keatas di wilayah kerja Puskesmas Ponre Kabupaten Bone. Hasanuddin; 2021
  15. Febrica S, Irianto SE, Djamil A. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif di Kabupaten Pesawaran. Poltekita J Ilmu Kesehat [Internet]. 2021;15(3):238–43. Available from: https://www.researchgate.net/publication/356869496_Faktor-Faktor_yang_Berhubungan_dengan_Pemberian_ASI_Eksklusif_di_Kabupaten_Pesawaran
  16. Mahadewi EP, Heryana A. Analisis Perilaku Pemberian ASI Eksklusif Di Puskesmas Bekasi. Gorontalo J Public Heal. 2020;3(1)
  17. Sofiyah D. Hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap praktik pemberian ASI eksklusif pada ibu yang mengikuti kelompok pendudkung ibu. 2018; Available from: https://digilib.esaunggul.ac.id/hubungan-pengetahuan-dan-dukungan-keluarga-terhadap-praktik-pemberian-asi-eksklusif-pada-ibu-yang-mengikuti-kelompok-pendukung-ibu-11803.html
  18. Virgiatusiawati D, Kumala Dewi G. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif Di Puskesmas Kelurahan Cipinang. JournalBinawanAcId [Internet]. 2019;1(April):28–33. Available from: http://journal.binawan.ac.id/bsj/article/view/47
  19. Puspaningrum P pertiwi. Hubungan kondisi fisik payudara dan psikologis ibu dengan jumlah produksi ASI pada ibu menyusui. Univ Kusuma Husada Surakarta [Internet]. 2022; Available from: http://eprints.ukh.ac.id/id/eprint/3250/1/NASKAH PUBLIKASI %283%29.pdf
  20. Prayugi RU. Hubungan rawat gabung dengan motivasi ibu dalam pemberian ASI Eksklusif di RSIA Adina Wonosobo Kecamatan Wonosobo Kabupaten Wonosobo. J Komun Kesehat [Internet]. 2019;Vol 10 No:63–72. Available from: https://ejurnal.ibisa.ac.id/index.php/jkk/article/view/138/135
  21. Umniyati H dkk. Dukungan keluarga dan peran suami merupakan faktor determinan ASI eksklusif. J Dunia Kesmas [Internet]. 2019;8 No 4:213. Available from: http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/article/view/213-218
  22. Agustina, B., Riska. Y., Wulan, A., & Nopia, W. (2020), Faktor penyebab kegagalan pemberian ASI Eksklusif di Kota Bengkulu, Jurnal IlmiahAvicena, 15(2)

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.