skip to main content

ASUPAN VITAMIN D, KALSIUM DAN AKTIVITAS FISIK KAITANNYA DENGAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI

1Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia

2Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Indonesia

Received: 15 Mar 2022; Published: 23 Mar 2023.

Citation Format:
Abstract
Latar Belakang: Masalah kesehatan reproduksi yang sering terjadi salah satunya gangguan siklus menstruasi. Di Indonesia, sebanyak 35,5% mahasiswi yang terdapat di 59 perguruan tinggi mengalami gangguan tersebut.  Adapun faktor yang mempengaruhi seperti kurangnya asupan vitamin D, asupan kalsium, dan tingginya aktivitas fisik. Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta memiliki aktivitas yang sangat padat, sehingga dilakukan studi pendahuluan di fakultas tersebut.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan vitamin D, asupan kalsium, dan aktivitas fisik dengan gangguan siklus menstruasi pada mahasisiwi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Metode: Desain penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan 73 mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta usia 18-19 tahun, yang diambil dengan metode accidental sampling. Data asupan vitamin D dan kalsium diperoleh menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) selama satu bulan terakhir, data aktivitas fisik menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) selama satu minggu terakhir dan data gangguan siklus menstruasi menggunakan kuesioner siklus menstruasi melalui google form. Analisis data pada software SPSS menggunakan uji chi square.

Hasil : Sebagian besar responden memiliki asupan vitamin D kurang (94,5%), asupan kalsium kurang (87,7%), aktifitas fisik berat (80,8%) dan gangguan siklus menstruasi (4,1%). Hasil uji analisis chi square tidak terdapat hubungan antara asupan vitamin D (p=0,631), asupan kalsium (p=0,597), dan aktifitas fisik (p=0,389) dengan gangguan siklus menstruasi. 

Simpulan: Tidak terdapat hubungan asupan vitamin D, asupan kalsium, dan aktivitas fisik dengan gangguan siklus menstruasi (p>0,05). Diharapkan responden dapat meningkatkan asupan vitamin D dan kalsium yang cukup serta memperhatikan aktivitas fisik agar tidak berlebihan

Fulltext View|Download
Keywords: Asupan vitamin D; Asupan kalsium; Aktivitas fisik; Gangguan siklus menstruasi; Mahasiswi

Article Metrics:

  1. Sitoayu L, Pratiwi DA, dan Mulyani EY. Kecukupan zat gizi makro, status gizi, stres, dan siklus menstruasi pada remaja. Jurnal Gizi Klinik Indonesia. 2017; 13(3): 121–128. https://doi.org/10.22146/ijcn.17867
  2. Dambhare DG, Wagh SV, dan Dudhe JY. Age at menarche and menstrual cycle pattern among school adolescent girls in Central India. Global Journal of Health Science. 2012; 4(1) : 105–111. https://doi.org/10.5539/gjhs.v4n1p105
  3. Rtamagustini NNT, Purwanto B, dan Dharmayanti HE. Waist cicumference as a predictor for menstrual cycle disturbance among collage student. Jurnal Ners. 2018; 13(1) : 194-199. https://doi.org/ 10.20473/jn.v13i2.8335
  4. Rosiana D. Hubungan tingkat stres dengan keteraturan siklus menstruasi pada remaja kelas XII di SMK Batik 1 Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Skripsi. 2016
  5. Mesarini BA, dan Astuti VW. Strees dan mekanisme koping terhadap gangguan siklus menstruasi pada remaja putri. Jurnal STIKES. 2013; 6(1) : 31–42. Available from : https://ejournal.petra.ac.id/index.php/stikes/article/view/18828/18534
  6. Sahmin. Prevalensi gangguan menstruasi pada remaja putri di SMK YPKK 1 Sleman. Karya Tulis Ilmiah. Yogyakarta. 2017. 25-32
  7. Ayu D, dan Santoso S. Hubungan pola makan (jumlah, jenis, dan frekuensi), status gizi (antropometri dan survey konsumsi) dengan keteraturan haid pada remaja putri di SMA Negeri 51 Jakarta Timur Tahun 2015. Jurnal Ilmiah Kesehatan. 2017; 9(1) : 83–92
  8. Tehrani HG, Mostajeran F, Shahavari S. The effect of calcium and vitamin D supplementation on menstrual cycle, body mass index and hyperandrogenism state of women with poly cystic ovarian syndrome. J Res Med Sci. 2014; 19(9) : 875-80. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4268197/
  9. Lagowska K. The Relationship between vitamin D status and the menstrual cycle in young women : A preliminary study. Nutrients. 2018; 10(11) : 1729. https://doi.org/10.3390/nu10111729
  10. Lugito ST, Indarto D, Hanim D. Vitamin D, and zink intakes were related to menstrual duration in adolescent girls of senior high school in Sukoharjo Regency. Indonesian Journal of Nutrition an Dietetics. 2018; 6(3) : 122–132. Available from : https://ejournal.almaata.ac.id/index.php/IJND/article/download/758/pdf_5
  11. Listiana AM, Safitri DE, Kusmaningtyas LN. Hubungan status gizi, asupan zat gizi mikro, dan tingkat stres dengan siklus menstruasi pada mahasiswi gizi UHAMKA. Penguatan Riset dan Luarannya sebagai Budaya Akademik di Perguruan Tinggi memasuki Era 5.0. Prosiding. Jakarta 2019; 137-149. Available from : https://proceedings.uhamka.ac.id/index.php/semnas/article/view/175
  12. Bahrami A, Bahrami-Taghanaki H, Afkhamizadeh M, Avan A, Khorasani ZM, Esmaeli H et al. Menstrual disorder and premenstrual symptoms in adolescent : prevalence and relationship to serum calcium and vitamin D concentrations. Journal of Obstetrics and Gynaecology. 2018; 38(7): 989-95. https://doi.org/10.1080/01443615.2018.1434764
  13. Anindita P, Darwin E, Afriwardi A. Hubungan aktivitas fisik harian dengan gangguan menstruasi pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Andalas. Jurnal Kesehatan Andalas. 2016; 5(3): 522–527. https://doi.org/10.25077/jka.v5i3.570
  14. Rachmawati PA, Murbawani EA. Hubungan asupan zat gizi, aktivitas fisik, dan persentase lemak tubuh dengan gangguan siklus menstruasi pada penari. Journal of Nutrition College. 2015; 49(1): 39-49. https://doi.org/10.25077/jka.v5i3.570
  15. Prestyani ND, Rumpiati R, Yunitasari N. Hubungan tingkat aktivitas fisik dengan menstruasi pada remaja putri. Jurnal Elektronik Tunas-Tunas Riset Kesehatan. 2017; 7(3) : 201–203. Available from: http://2trik.jurnalelektronik.com/index.php/2trik/article/view/2trik7308
  16. Gropper SS, Smith JL. Advanced Nutrition and Human Metabolism. (E. Feldman, Ed.) (6th ed.). Belmont, USA : 2013. 395-431
  17. Tabak LA. Vitamin D Fact Sheet for Consumers. National Institutes of Health. Spanyol: 2021. 1-4. Available from : https://ods.od.nih.gov/pdf/factsheets/VitaminD-Consumer.pdf
  18. Toyyibah AR. Gambaran perilaku sedentari dan aktivitas fisik mahasiswa UNSOED selama masa pandemi covid-19. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Jendral Soedirman. Skripsi. 2021
  19. Rosyida DAC. Buku Ajar : Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Yogyakarta: 2019. 136-141
  20. Triany DS, Widajanti L, Suyatno S. Hubungan tingkat kecukupan energi, magnesium, kalsium, dan besi, aktivitas fisik, persentase lemak tubuh dengan siklus menstruasi remaja putri SMA Negeri Kota Pekalongan. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2018; 6(5): 76-81. Available from: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/view/22056
  21. Welis W, Rifki MS. Gizi Untuk Aktivitas Fisik dan Kebugaran. Sukabina Press. Padang: 2013. 1-4
  22. Islamy A, Farida F. Faktor-faktor yang mempengaruhi siklus menstruasi pada remaja putri tingkat III. Jurnal Keperawatan Jiwa. 2019; 7(1): 13–18. https://doi.org/10.26714/jkj.7.1.2019.13-18
  23. Fahmi UL, Agushybana F, Winarni S. Faktor-faktor yang hubungan dengan gangguan menstruasi pada commuter (Penglaju) studi kasus di Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2018; 6(5) : 230–240. Available from: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/view/22014

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.