FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KERAGAMAN PANGAN PADA ANAK JALANAN DI KOTA SEMARANG

*Amalia Rihadatul 'Aisy -  Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Deny Yudi Fitranti -  Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Rachma Purwanti -  Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Dewi Marfu’ah Kurniawati -  Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Hartanti Sandi Wijayanti -  Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 26 Nov 2019; Published: 26 Nov 2019.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Abstract

Latar Belakang: Anak jalanan mempunyai kecenderungan mengkonsumsi makanan tidak beragam yang dapat mengakibatkan terganggunya perkembangan dan pertumbuhan serta rentan terhadap masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keragaman pangan pada anak jalanan di kota Semarang.

Metode: Penelitian observational dengan rancangan cross sectional. Subjek adalah 58 anak jalanan usia 9-12 tahun diambil dengan cara consecutive sampling. Data pengetahuan gizi, pendapatan rumah tangga, pengaruh teman sebaya dan jumlah anggota rumah tangga diperoleh menggunakan kuesioner penelitian, data ketahanan pangan rumah tangga diperoleh menggunakan Household Food Security Survey Module (HFSSM), serta keragaman pangan dinilai dengan instrument Individual Dietary Diversity Score (IDDS). Data dianalisis statistika secara univariat dan bivariat menggunakan metode Chi-Square.

Hasil: Sebagian besar subjek (82,2%) mengkonsumsi makanan yang tidak beragam sedangkan 17,2% lainnya mengkonsumsi makanan beragam. Terdapat hubungan antara pekerjaan pengasuh utama, pengetahuan gizi anak terkait porsi sayur, dan pengetahuan gizi pengasuh utama terkait kandungan sayur dan buah dengan keragaman pangan (p=0,003; p=0,035; p=0,003). Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi anak, pengetahuan gizi pengasuh utama, pendapatan rumah tangga, pengaruh teman sebaya, ketahanan pangan rumah tangga dan besar keluarga dengan keragaman pangan (p>0,05).

Simpulan: Pengetahuan gizi anak terkait porsi sayur dan pengetahuan gizi pengasuh utama terkait kandungan sayur dan buah merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan keragaman pangan pada anak jalanan di kota Semarang

Keywords
Keragaman pangan; anak jalanan
  1. Hum J, Damawati M, Sarasmita W, Irawaty D. Street Children’s Problem in Getting Education: Economic and Parental Factors. Mediterr J Soc Sci. 2018;9(1):103–8.
  2. Huliyah N, Nurhamidi. Hubungan Antara Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Jumlah Saudara dan Klasifikasi Kelompok Anak Jalanan dengan Status Gizi Anak Jalanan di Kota Banjarmasin. 2012;53(3):22–9.
  3. Hooshmand S. Dietary Diversity and Nutritional Status of Urban Primary School Children from Iran and India. J Nutr Disord Ther. 2013;3(2):1–5.
  4. Uddin Talukder M. Study on the Nutritional Status of the Street Children at Shabagh Area of Dhaka City. Int J Nutr Food Sci. 2015;4(3):240.
  5. Swindale, Bilinsky. Household Dietary Diversity Score (HDDS) for Measurement of Household Food Access : Indicator Guide. Washington; 2006.
  6. Ridhwanah A, Lubis Z, Nasution E. Gambaran Konsumsi Pangan Dan Status Gizi Anak Jalanan Di Kota Medan. 2014;1–9.
  7. Nur’aini, Dewi M. Pola aktivitas, konsumsi pangan, status gizi dan kesehatan anak jalanan di kota bandung. J Gizi dan Pangan. 2009;4(2):97–105.
  8. Suryana, Achmad. Penganekaragaman Konsumsi Pangan Dan Gizi: Faktor Pendukung Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia. J Pangan. 2008;17(3):1–12.
  9. Nurfitria S. Hubungan Antara Pengetahuan Tentang Asupan Makanan Dengan Sratus Gizi Anak Jalanan Di Pelabuhan Kamal Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan. 2010;
  10. Hardinsyah. Review Faktor Determinan Keragaman Konsumsi Pangan. J Gizi dan Pangan. 2007;2(2):55–74.
  11. Noor I, Satria D. Analisis Pola Konsumsi Pangan Rumah Tangga Miskin di Provinsi Jawa Timur. JIEP. 2018;8.
  12. Utami NH, Sisca D. Ketahanan Pangan Rumah Tangga Berhubungan Dengan Status Gizi Anak Usia Di Bawah Dua Tahun (BADUTA) Di Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamtan Bogor Tengah, Jawa Barat. J Indones Nutr Assoc. 2015;38(2):105–14.
  13. Faiqoh RB Al, Suyatno, Kartini A. Hubungan Ketahanan Pangan Keluarga Dan Tingkat Kecukupan Zat Gizi Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Di Daerah Pesisir. J Kesahatan Masy. 2018;6(5):413–21.
  14. Septiani A. Sensitivitas Dan Spesifisitas Dietary Diversity Score (DDS) Dalam Mengestimasi Tingkat Kecukupan Zat Gizi Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Indonesia. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta; 2017.
  15. Prasetyaningtyas D, Nindya TS. Hubungan Antara Ketersediaan Pangan Dengan Keragaman Pangan Rumah Tangga Buruh Tani. Media Gizi Indones. 2017;12(2):149–55.
  16. Nurmayasanti A, Mahmudiono T. Status Sosial Ekonomi dan Keragaman Pangan Pada Balita Stunting dan Non- Stunting Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Wilangan Kabupaten Nganjuk. Amerta Nutr. 2019;114–21.
  17. USDA. US Household Food Security Survey Module: Three-Stage Design With Screeners. Vol. 1. New York; 2012.
  18. Anggraini S. Faktor Lingkungan Dan Faktor Individu Hubungannya Dengan Konsumsi Makanan Pada Mahasiswa Asrama Universitas Indonesia Depok Tahun 2012. Universitas Indonesia; 2012.
  19. Kennedy G, Ballard T, Dop M. Guidelines For Measuring Household and Individual Dietary Diversity. Roma: FAO; 2011.
  20. Patriasih R, Widiaty I, Dewi M, Sukandar D, Education V, Education V. Nutrients Intake and Nutritional Status of Street Children In Bandung. J Nutr Food. 2010;5(3):178–84.
  21. Ruel MT. Animal Source Foods to Improve Micronutrient Nutrition and Human Function in Developing Countries Operationalizing Dietary Diversity : A Review of Measurement Issues. 2003;
  22. Pamungkasany P. Hubungan Pola Asuh dan Pengetahuan Ibu dengan Status Gizi Pada Anak Usia Sekolah Dasar Di Kota Bogor. Institut Pertanian Bogor; 2018.
  23. Wrobleski MM. The Challenge of Teen Nutrition: An Ecological View of Socio-cognitive Influences on Urban, African-American Adolescent Diet Quality. University of Maryland; 2010.
  24. Brown JE. Nutrition through the Life Cycle. Wadsworth: CENGAGE; 2011.
  25. Roininen K. Evaluation of Food Choice Behaviour: Validation of Health and Taste Scale. University of Helsinky; 2001.
  26. Atikah Proverawati, Endy P Prawirohartono TK. Jenis kelamin anak. pendidikan ibu, dan motivasi dari guru serta hubungannya dengan preferensi makanan sekolah pada anak prasekolah di TK Universitas Muhammadiyah Purwokerto. J Gizi Klin Indones. 2008;5:78–83.
  27. Achmad N, Hadju V, Salam A. Gambaran Pengetahuan, Sikap, Ketersediaan dan Pola Konsumsi Sayur dan Buah Remaja Di Makassar. :1–11.
  28. Ihab, Rohana, WM M wanan, WN WS, MS Z, A MR. Assessment of Food Insecurity and Nutritional Outcomes in Bachok, Kelantan. J Nutr Food Sci. 2015;5(3).
  29. Wijiyanti. Kualitas Konsumsi Pangan Anak Jalanan Jakarta. Institut Pertanian Bogor; 2016.
  30. Marwanti S. Pola Pengeluaran untuk Konsumsi Pangan Gizi Penduduk Indonesia. CARAKATANI. 2002;xvii.
  31. Almatsier, Susirah S, Moesijanti. Gizi Seimbang dalam Daur Kehidupan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama; 2011.
  32. Sulistyoningsih. Gizi untuk Kesehatan Ibu dan Anak. Yogyakarta: Graha Ilmu; 2012.
  33. Suyastiri NM. Diversifikasi Konsumsi Pangan Pokok Berbasis Potensi Lokal Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Pedesaan di Kecamatan Semin Kabupaten Gunung Kidul. J Ekon Pembang. 2008;13:51–60.
  34. Amine BM, Fatima B. Determinants of on-Farm Diversification Among Rural Households: Empirical Evidense From Northern Algeria. Int J Food Agric Econ. 2016;4(2):87–99.