skip to main content

Pengaruh Penambahan Tepung Umbi Kimpul Sebagai Stabilizer Terhadap Overrun, Total Padatan Terlarut, dan Waktu Leleh Pada Es Krim Nanas

*Aditya Bintang Fajar Putra  -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Dipoengoro, Indonesia
Nurwantoro Nurwantoro  -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Dipoengoro, Indonesia
Bambang Dwiloka  -  Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Dipoengoro, Indonesia
Received: 26 Mar 2025; Published: 21 Oct 2026.
Editor(s): Ratih Paramastuti

Citation Format:
Abstract

Es krim terbuat dari bahan dasar susu sapi yang diolah dan ditambahkan dengan whipped cream, skim, telur, dan bahan penstabil yang melalui proses pengkocokan dan pembekuan yang biasanya disajikan sebagai makanan selingan atau hidangan penutup. Berbagai macam umbi-umbian memiliki potensi untuk dijadikan sebagai bahan penstabil pada produk es krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penambahan tepung umbi kimpul terhadap overrun, total padatan terlarut, dan waktu leleh pada es krim nanas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diberikan pada pembuatan es krim nanas yaitu perbedaan konsentrasi penambahan tepung umbi kimpul sebagai stabilizer, yaitu: 0% (P0), 0,25% (P1), 0,5% (P2), dan 0,75% (P3). Parameter yang diamati terdiri dari overrun, total padatan terlarut, dan waktu leleh. Data hasil pengujian dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf signifikasi p<0,05 dan ujian lanjut Duncan Multi Range Test (DMRT) apabila terdapat pengaruh dari perlakuan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah penambahan tepung umbi kimpul sebagai stabilizer memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap overrun dan waktu leleh es krim nanas serta tidak memerikan pengaruh nyata (p>0,05) terhadap total padatan terlarut es krim nanas. Penambahan tepung umbi kimpul sebagai stabilizer pada es krim nanas yang paling optimal adalah  0,50% (P2).

Ice cream is made from processed cow's milk and added with whipped cream, skim, eggs, and stabilizers through a shaking and freezing process which is usually served as a snack or dessert. Various tubers have the potential to be used as stabilizers in ice cream products. This research aims to determine the effect of adding kimpul flour on overrun, total dissolved solids, and melting time in pineapple ice cream. This research used a Completely Randomized Design (CRD). The treatment given in making pineapple ice cream was the difference in the concentration of adding kimpul flour as a stabilizer, namely: 0% (P0), 0.25% (P1), 0.5% (P2), and 0.75% (P3). The parameters observed consisted of overrun, total dissolved solids, and melting time. The test result data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) with a significance level of p<0.05 and further Duncan Multi Range Test (DMRT) if there was an effect of the treatment. The research results obtained showed that the addition of kimpul flour as a stabilizer had a significant effect (p<0.05) on the overrun and melting time of pineapple ice cream and did not provide a significant effect (p>0.05) on the total dissolved solids of pineapple ice cream. The most optimal addition of kimpul flour as a stabilizer in pineapple ice cream was 0.50% (P2).

Keywords: es krim; kimpul; overrun; total padatan terlarut; waktu leleh

Article Metrics:

Article Info
Section: Artikel Penelitian
Language : ID
  1. Al Hajar, M.N.F., dan D.L. Rahayu. 2019. Penggunaan ester sukrosa untuk memperbaiki karakteristik fisik dan organoleptik es krim sawo mentega. Edufortech. 4(2): 146-158
  2. Amalia, Y.F.R., S. Saloko, dan M. Amaro. 2024. Pengaruh penambahan tepung bungan telang (Clitoria ternatea L.) dan tepung sorgum (Sorghum bicolor (L.) terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik gelato. Jurnal Edukasi Pangan. 2(4): 1-12
  3. Anggraeni, E.D., S.I. Hidayat, dan I.T. Amir. 2021. Persepsi dan minat masyarakat terhadap konsumsi susu. SEA. 10(1): 41-9
  4. Arisandy, O.M.P., dan T. Estiasih. 2016. Beras tiruan berbasis tepung kimpul (Xanthosoma sagittifolium): KAJIAN PUSTAKA. Jurnal Pangan dan Agroindustri,.4(1):253 261
  5. Astiti, C.D.N., F.S. Pranata, dan Y.R. Swasti. 2022. Kualitas es krim bayam merah (Alternanthera amoena Voss.) dengan penstabil pasta ekstrak albedo kulit jeruk bali. Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan). 8(2): 1-14
  6. Aulia, S., H. Rizqiati, dan N. Nurwantoro. 2019. Pengaruh substitusi kefir terhadap sifat fisik, total khamir dan hedonik es krim. Jurnal Teknologi Pangan. 3(2): 192-198
  7. Fidyasari, A., W. Maslukah, dan F.E. Lestari. 2022. Pengaruh waktu fermentasi nanas (Ananas comosus L.) terhadap mutu fisik es krim sinbiotik tempe. Amerta Nutrition. 6(1): 165-170
  8. Haryono, D., R. Hartanto, dan B. Yudhistira. 2018. Pengaruh jenis dan konsentrasi bahan penstabil terhadap mutu fisik, kimia, dan sensoris velva melon (Cucumis melo L.). Jurnal Teknologi Hasil Pertanian. 12(1): 38-46
  9. Kasim, M., S. Une, dan M. Limonu. 2023. Karakteristik fisik dan kimia bubuk cabai rawit (Capsicum Frutescens L) pada berbagai konsentrasi bahan pengisi dengan metode foam mat drying. Jambura Journal of Food Technology. 5(1): 106117
  10. Khairina, A., B. Dwiloka, S. Susanti. 2018 Aktivitas antioksidan, sifat fisik dan sensoris es krim dengan penambahan sari apel. Jurnal Teknologi Pertanian. 19(1): 59-68
  11. Kurniawan, A., D.F. Ayu, dan E. Rossi. 2021. Karakterisasi sensori dan fisiko-kimia es krim kefir dan ubi jalar ungu. Warta IHP. 38(1): 89-97
  12. Mariana, E., N.R.L. Tobing, dan Yurliasni. 2023. Characteristics of ice cream with the addition of purple sweet potato and porang flour as a stabilizer. J. Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak. 18(3):203-211
  13. Nento, S.M., M. Limonu, dan L. Ahmad. 2023. Karakteristik sifat fisikokimia dan organoleptik es krim nenas (Ananas comosus) dengan penambahan pati jagung ketan (Zea mays ceratina) termodifikasi. Jambura Journal of Food Technology. 5(2): 230-242
  14. Pakaya, N., S. Une, dan M. Lasindrang. 2024. Modifikasi pati umbi talas dengan metode cross linking dan aplikasinya sebagai penstabil pada es krim. Jambura Journal of Food Technology. 6(1): 18-31
  15. Paramita, O., dan A. Ambarsari. 2017. Perbaikan kualitas fisio-kimia tepung kimpul (Xanthosoma sagittifolium) dengan metode penepungan yang berbeda. TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga. 5(2): 44-52
  16. Rosida, D.F., A.D. Priyanto, dan D.W. Ristanti. 2022. Kajian penambahan madu dan pati kimpul (Xanthosoma sagittifolium) pada snack bar buah kering dan serealia. Journal of Tropical Agricultural Engineering and Biosystems-Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem. 10(3): 200-212
  17. Soedirga, L.C., dan J. Tirto. 2023. Pemanfaatan puree nanas dalam pembuatan selai lembaran dengan penambahan konjak dan karagenan pada berbagai rasio dan konsentrasi. FaST-Jurnal Sains dan Teknologi. 7(1): 12-25
  18. Yahya, A.P.S., M. Karyantina, dan N. Suhartatik. 2024. Pengaruh jenis bahan penstabil dan daun kelor (Moringa oleifera) dalam pembuatan velva buah naga merah (Hylocereus polyrhizus). Agrobiotek. 1(2): 64-73

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.