skip to main content

Evaluasi Kondisi Overload pada Batas Aman untuk KMP. Wisata Bahari 15 Rute Penyeberangan Pulau Panjang

*Amalia Rismayanti  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Wilma Amiruddin  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Andi Trimulyono  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

KMP. Wisata Bahari 15 merupakan kapal penyeberangan tradisional berbahan kayu yang melayani rute Pantai Bandengan – Pulau Panjang, Jepara. Kapal ini dibangun tanpa mengacu pada perhitungan teknis, sehingga aspek stabilitas dan keselamatannya belum tervalidasi secara ilmiah. Kondisi overload sering terjadi akibat tingginya jumlah wisatawan, yang menyebabkan kapal mengangkut penumpang melebihi kapasitas maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi batas aman jumlah penumpang dan evaluasi stabilitas serta menganalisis karakteristik olah gerak kapal (heaving, pitching, dan rolling). Pemodelan dilakukan menggunakan software Maxsurf Modeller, sedangkan analisis stabilitas dan olah gerak dilakukan dengan Maxsurf Stability dan Maxsurf Motion berdasarkan kriteria stabilitas  IMO code on Intact stability A.749 (18), Ch 3 – design criteria applicable to all ships dan kriteria Tello. Simulasi dilakukan pada variasi jumlah penumpang 25, 30, 35, dan 40 orang dengan empat perbedaan posisi penumpang duduk dan berdiri. Hasil menunjukan bahwa kapal masih memenuhi standar stabilitas berdasarkan IMO untuk kapal kecil hingga 35 penumpang. Respon olah gerak kapal terhadap gelombang laut juga menunjukan nilai amplitudo heaving, pitching, dan rolling yang masih berada dalam batas aman menurut kriteria Tello. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam penentuan batas muatan aman serta peningkatan keselamatan pelayaran tradisional di Indonesia.

Fulltext View|Download
Keywords: Overload; Stabilitas; Kapal Penyeberanga
  1. B. Barrass and D. R. Derrett, Ship Stability for Masters and Mates, Sixth. Stanford Maritime Ltd, 2006
  2. N. S. F. R. Rahman and H. Z. Rosli, “An Innovation Approach for Improving Borneo Inland Passenger Water Transport Safety Level: Overload Problem,” Int. J. Bus. Tour. Appl. Sci., vol. 2, no. 2, pp. 129–139, 2014
  3. Y. Novita, “Pengaruh Free Surface Terhadap Stabilitas Kapal Pengangkut Ikan Hidup,” Bul. PSP, vol. 19, no. 2, pp. 35–43, 2011, [Online]. Available: https://journal.ipb.ac.id/index.php/bulpsp/article/view/4182
  4. C. Andrei, C. Stanca, N. Acomi, C. Dumitrache, and C. Ancuta, “Damage stability analysis in particular flooding situations of a multipurpose cargo ship,” IOP Conf. Ser. Mater. Sci. Eng., vol. 400, p. 082001, Sep. 2018, doi: 10.1088/1757-899X/400/8/082001
  5. Komite Nasional Keselamatan Transportasi, “Laporan Investigasi Kecelakaan Pelayaran Tenggelamnya KMP. Rafelia 2,” 2016
  6. D. Damarjati, “Tragedi Karamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba,” detiknews. [Online]. Available: https://news.detik.com/berita/d-4359271/tragedi-karamnya-km-sinar-bangun-di-danau-toba
  7. R. Ajiyanto, “Tragedi Maut Perahu Terbalik di Kedungombo Renggut 9 Nyawa.” [Online]. Available: https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-5579238/tragedi-maut-perahu-terbalik-di-kedungombo-renggut-9-nyawa
  8. K. S. Iqbal, G. Bulian, K. Hasegawa, M. M. Karim, and Z. I. Awal, “A rational analysis of intact stability hazards involving small inland passenger ferries in Bangladesh,” J. Mar. Sci. Technol., vol. 13, no. 3, pp. 270–281, Aug. 2008, doi: 10.1007/s00773-008-0016-3
  9. D. P. Novem, W. Amiruddin, and P. Manik, “Analisis Teknis Pengaruh Beban Berlebih Perahu Wisata ‘Wiro Sableng’ Rawa Pening Pada Batas Capsizing,” J. Tek. Perkapalan, vol. 4, no. 7, pp. 514–522, 2019, [Online]. Available: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/naval/article/view/24799
  10. A. Andilala, W. Amiruddin, and A. W. B. Santosa, “Analisa Beban Muatan Maksimum Yang Diperbolehkan Untuk Keselamatan Penumpang Pada Kapal Kharisma Jaya,” J. Tek. Perkapalan, vol. 5, no. 4, pp. 792–799, 2017, [Online]. Available: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/naval/article/view/18840
  11. M. A. Amardana, W. Amiruddin, and B. A. Adietya, “Analisa Teknis dan Ekonomis Pengaruh Modifikasi Kapal Ikan Menjadi Kapal Pengolah Ikan,” Tek. Perkapalan, vol. 5, no. 4, pp. 758–765, 2017, [Online]. Available: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/naval/article/view/18834
  12. S. Liolita, W. Amiruddin, and M. Iqbal, “Analisis Sifat Laik Laut Kapal Penumpang KM. Nusantara 76 Pada Kondisi Overload,” Kapal J. Ilmu Pengetah. dan Teknol. Kelaut., vol. 16, no. 2, pp. 56–64, 2019, doi: 10.14710/kapal.v16i2.23361
  13. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran
  14. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2002 Tentang Perkapalan
  15. Code on Intact Stability for All Types of Ships Covered by IMO Instruments: Resolution A.749(18). International Maritime Organization, 1993
  16. M. H. Ghaemi and H. Olszewski, “Total Ship Operability-Review, Concept and Criteria,” Polish Marit. Res., vol. 24, pp. 74–81, 2017, doi: 10.1515/pomr-2017-0024
  17. Biro Klasifikasi Indonesia, Peraturan Kapal Kayu, vol. VI. Biro Klasifikasi Indonesia, 2023. [Online]. Available: https://www.bki.co.id/rule-0-1.html
  18. IMO Resolution A.562(14). International Maritime Organization, 1985
  19. C. A. Adhitama, E. S. Hadi, and S. Jokosisworo, “Analisa Stabilitas Dan Olah Gerak (Seakeeping) Kapal Pada MV. Pan Marine Setelah Dikonversi Dari Kapal Kru Menjadi Kapal Wisata,” J. Tek. Perkapalan, vol. 07, no. 1, pp. 37–48, 2019, [Online]. Available: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/naval

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.