Analisis Teknis Pengaruh Beban Berlebih Perahu Wisata “Wiro Sableng” Rawa Pening Pada Batas Capsizing

*Dicky Putra Novem  -  Departemen Teknik Perkapalan
Received: 19 Sep 2019; Published: 19 Sep 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Perahu wisata “Wiro Sableng” Rawa Pening merupakan perahu wisata tradisional yang digunakan untuk kegiatan
pariwisata di Danau Rawa Pening Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kapal ini dibuat dengan cara tradisional
menggunakan bahan kayu surian yang tidak diketahui faktor keselamatan terkait dengan stabilitas. Stabilitas yang
dimaksud ditinjau berdasarkan kelebihan jumlah penumpang. Berdasarkan fakta ini perlu dilakukan kajian untuk
mencegah kemungkinan terjadi kecelakaan karena kapal dalam kondisi capsizing. Analisis stabilitas dilakukan dengan
memberikan perlakuan beban lebih pada sarat maksimum dalam kondisi layik hingga batas capsizing. Asumsi berat
penumpang dalam perlakuan tersebut adalah 75 Kg perorang. Hasil penelitian menunjukkan jumlah penumpang sebelum
mengalami capsizing adalah 18 orang dalam kondisi duduk, 10 orang 5 orang portside duduk 5 orang starboard berdiri,
10 orang 6 orang depan midship berdiri 4 orang belakang midship duduk, 12 orang 8 orang belakang midship berdiri 4
orang depan midship duduk, 6 orang dalam kondisi berdiri. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini sesuai dengan
IMO code on Intact stability A.749 (18), Ch 3-design criteria applicable to all ships.

Article Metrics:

  1. S. Munir, (2014, 15 Januari). “Perahu Oleng
  2. Pemancing Tewas Tenggelam di Rawa
  3. Pening”, Kompas.com. Diakses 27 November
  4. S. Munir, (2017, 14 Oktober). “Pemancing
  5. hilang di Rawa Pening perahu ditemukan
  6. terbalik”, Kompas.com. Diakses 27
  7. November 2018.
  8. A. Ranin, (2018, 14 Februari). “Dishub sikapi
  9. keselamatan transportasi air di Rawa Pening”,
  10. suaramerdeka.com. Diakses 27 November
  11. A. Herbowo, D. Chrismianto & M. Iqbal,
  12. “Analisa Fin Stabilizer Terhadap Rolling
  13. Pada Kapal Ferry Ro-Ro 500 GT Dengan
  14. Metode CFD (Computational Fluid
  15. Dynamic),” Jurnal Teknik Perkapalan, vol. 5,
  16. pp. 130-136, 2017.
  17. A. W. B. Santosa & I. P. Mulyanto, Pengantar
  18. Ilmu Perkapalan. Semarang: Universitas
  19. Diponegoro, 2012.
  20. A. Andilala, W. Amiruddin & A. W. B.
  21. Santosa, “Analisa Beban Muatan Maksimum
  22. Yang Diperbolehkan Untuk Keselamatan
  23. Penumpang Pada Kapal Kharisma Jaya,”
  24. Jurnal Teknik Perkapalan, Vol. 5, pp. 792-
  25. , 2017.
  26. I. Aditio, E. S. Hadi & Kiryanto, “Analisa
  27. Teknis Dan Ekonomis Pada Kapal Pelayaran
  28. Rakyat "KLM Lestari Budaya" Setelah
  29. Dimodifikasi Menjadi Perahu Wisata,” Jurnal
  30. Teknik Perkapalan, Vol. 6, pp. 1-9, 2018.
  31. M. B. H. Iskandar & M. Imron, “Stabilitas
  32. Statis Dan Dinamis Kapal Purse Seine Di
  33. Pelabuhan Perikanan Pantai Lampulo Kota
  34. Banda Aceh Nanggroe Aceh Darussalam,”
  35. Marine Fisheries, Vol. 1, pp. 113-122, 2010.
  36. M. A. Amardana, W. Amiruddin & B.
  37. Arswendo, “Analisa Teknis dan Ekonomis
  38. Pengaruh Modifikasi Kapal Ikan Menjadi
  39. Kapal Pengolah Ikan,” Jurnal Teknik
  40. Perkapalan, Vol. 5, pp. 758–765, 2017.
  41. IMO, “Code on intact stability for all type of
  42. ships covered by IMO instruments,”
  43. Resolution A.749(18). pp. 255–337, 1993.
  44. Biro Klasifikasi Indonesia, Peraturan Kapal
  45. Kayu. Jakarta, 1996.
  46. E. Nurmianto, Ergonomi Konsep Dasar Dan
  47. Aplikasinya. Surabaya: Guna Widya, 1991.
  48. A. Hardjanto, Pengaruh Kelebihan Dan
  49. Pergeseran Muatan Di Atas Kapal Terhadap
  50. Stabilitas Kapal. Jurnal Aplikasi Pelayaran
  51. dan Kepelabuhan, Vol. 1, pp. 1-17, 2010.