Analisa Beban Muatan Maksimum Yang Diperbolehkan Untuk Keselamatan Penumpang Pada Kapal Kharisma Jaya

*Anggit Andilala  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Wilma Amiruddin  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ari Wibawa Budi Santosa  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: .
Download
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Full Text:
Statistics: 525 411
Abstract

Kharisma Jaya merupakan kapal tradisional yang digunakan untuk penyebrangan wisatawan diperairan Teluk Penyu – Nusakambangan Cilacap Jawa Tengah, kapal ini dibuat secara tradisional dan dirancang dengan cadik sebagai penyeimbang, dalam pengoprasiannya sering dimuati melebihi kapasitas yang ditentukan dinas terkait yang dapat membahayakan wisatawan yang akan menyebrang, sehingga faktor teknis kapal seperti stabilitas dan olah gerak menhjadi penting untuk dianalisa guna mencagah kecelakaan yang disebabkan karena kelebihan muatan, untuk menentukan beban muatan maksimal yang dapat dimuat kapal. Perhitungan stabilitas kapal menggunakan standar yang ditetapkan oleh IMO (International Maritim Organization). Dalam perhitungan stabilitasnya, dianalisa dengan cadik dan tanpa cadik. Analisa dengan cadik menunjukan hasil muatan 16,18, 20 penumpang masih memenuhi standar IMO code on Intact stability A.749 (18), Ch 3 - design criteria applicable to all ships. Analisa tanpa cadik menghasilkan batas maksimal muatan yang dapat di muat adalah 8 penumpang. Olah gerak kapal dianalisa untuk memperlihatkan gerakan heaving, rolling dan pitching kapal pada saat kondisi beroperasi (Vs = 8 knots) ditinjau dari berbagai sudut masuk gelombang dan ketinggian gelombang sebesar 0,6 meter, dengan hasil  RMS Roll  kapal memiliki nilai terbesar pada head wave dari arah beam (90o), dengan nilai RMS Roll terbesar yaitu 1.94 deg dan RMS Pitch kapal memiliki nilai terbesar pada head wave dari arah head (0o), dengan nilai RMS Pitch terbesar yaitu 0.83 deg yang masih memenuhi Kriteria yang ditetapkan oleh Tello, 2009.

Article Metrics:

  1. Wasimun. 2013. Static Stability (Stabilitas Statis).http://www.maritimeworld.web.id/2013/12/static-stability-stabilitas-statis.html. diakses pada tanggal 24 Desember 2016.
  2. Rio Wiendargo Y. s. 2015. Analisa Teknis Dan Ekonomis Kapal Nelayan Tradisional Type outboard Engine Setelah Penambahan Mesin penarik Bubu Di Perairan Rembang, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Semarang.
  3. Omar yaakob.2015. stability seakeeping and safety assessment of small fishing boats operating in southern coast of penisular malaysia. Marine Technology Centre, Universiti Teknologi Malaysia, 81310, UTM Skudai, Johor, Malaysia.
  4. Anonim.2014. Buku Stabilitas dan Bangunan Kapal. Politeknik Pelayaran Surabaya – Indonesia
  5. Syafriadi, 2013. Comparison Of The Stability Of The Boat With And Without The Use Of Cadik. Student of Fisheries and Marine Science Faculty, University of Riau.Riau
  6. Prastowo. A. 2012. Analisa Penggunaan Cadik Dengan Tanpa Cadik Pada Kapal Ikan Caraka Baruna Ditinjau Dari Seakeeping, ITS. Surabaya
  7. Fax, T. F., & Sinoptik, I. I. K. 2017. Badan meteorologi klimatologi dan geofisika stasiun meteorologi maritim tanjung priok, (4), 20–22.
  8. Robert. F.B. 1988, Motion In Waves and Controllability, The Society of Naval Architects and Marine Engineers, USA
  9. Tello, M., Ribeiro E Silva, S., & Guedes Soares, C. 2009. Seakeeping performance of fishing vessels in irregular waves. Ocean Engineering, 38(5–6), 763–773. https://doi.org/10.1016/j.oceaneng.2010