Analisa Kekuatan Struktur Gravity Davit pada Kapal Perintis 1200 GT dengan Metode Elemen Hingga

*Arif Wahyudin  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Hartono Yudho  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ahmad Fauzan Zakki  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 21 Nov 2018; Published: 6 Sep 2019.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Davit berfungsi sebagai alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan sekoci penolong diatas kapal. Davit sering tidak dimaksimalkan dalam perencanaan pengadaan maupun penggunaanya sehingga kurang optimal dari segi kemampuan topangnya. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan topang maksimal dari struktur davit pada kapal perintis 1200 GT dengan menggunakan variasi beban kapasitas sekoci. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa tegangan yang terjadi pada struktur davit dengan pembebanan sekoci bermuatan penuh selanjutnya modeling dan analisa menggunakan Msc. Patran dan Msc. Nastran. Msc. Nastran dapat memberikan keluaran berupa default fringe atau tegangan ultimate dan default deformation yang terjadi pada struktur dewi-dewi dari efek pembebanan. Hasil dari analisa menunjukan bahwasanya struktur davit pada kapal perintis 1200 GT mampu untuk menopang sekoci bermuatan penuh kapasitas kurang dari atau sama dengan 85 orang dengan nilai tegangan sebesar 56,5 N/mm2 serta nilai safety factornya sebesar 4,16 pada kriteria bahan dan 2,66 pada tegangan ijin maksimum, sesuai dengan standar BKI dan standar NCVS yang mengharuskan davit mampu menahan 2,2 kali beban kerja pada uji beban statis.

Keywords: Kapal Perintis 1200 GT, Analisa Kekuatan, Tegangan, Davit

Article Metrics:

  1. S. & A. P. Ganding Sitepu, “Analisis Kekuatan Struktur Davit ( Dewi-Dewi) Dan Penunjangnya,” Grup Tek. Perkapalan, vol. 6, pp. 1–8, 2012.
  2. Kementrian Perhubungan Republik Indonesia, Standar Kapal Non Konvensi Berbendera Indonesia. Indonesia, 2009, pp. 3–17.
  3. International Maritime Organization( IMO), Life-Saving Aplliances and Arangements. london, 2008.
  4. I. P. S. A. dan Budianto, “Analisa Kekuatan Deck Crane pada Kapal Tol Laut Nusantara,” vol. 1, no. November, pp. 29–34, 2016.
  5. A. Sunainah and I. Nyoman, “Analisis dan Redesign Kekuatan Struktur pada Girder Overhead Crane 6 . 3 Ton,” J. Tek. ITS, vol. 7, no. 1, pp. 46–51, 2018.
  6. M. S. dan I. K. Djaja, Teknik Konstruksi Kapal Baja. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
  7. H. K. Buwono and S. O. Saputra, “Analisis Prinsip Energi Pada Metode Elemen Hingga Tinjauan Pemodelan Elemen Uniaksial Kuadratik Terhadap Elemen Uniaksial Kubik,” no. November, pp. 1–8, 2016.
  8. T. D. laboraturium F. P. S. T. I. Studi, Buku Ajar Fisika Dasar. surabaya: universitas wijaya putra, 2009.
  9. Popov, E. P Mechanics of Material, 2nd edition. Analysis and Design of Ship Structure. New Jersey: Prentice-Hall. Rizzuto, P.R. (2010), 1978.
  10. Biro Klasifikasi Indonesia, PT. Persero. 2014. "Rules for Classification and Construction of Sea Going Steel Ship Volume II: Rules for Hull Edition, " Jakarta: Biro Klasifikasi Indonesia.
  11. Biro Klasifikasi Indonesia.(2006). "Rules for the Classification and Construction of Seagoing Steel Ships Volume II, " Jakarta : Biro Klasifikasi Indonesia.