skip to main content

Analisa Kelelahan Propeller Kapal Ikan PVC Dengan Metode Elemen Hingga

*Hilman Andriyana Hidayatis Salam  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Imam Pujo Mulyatno  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Muhammad Iqbal  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Kapal ikan merupakan kapal yang memiliki tugas utama untuk menangkap ikan tidak terkecuali bagi Kapal Ikan PVC Baruna Fishtama. Dalam melakukan tugas pokoknya tersebut, propeller merupakan salah satu komponen penting karena tanpanya sebuah kapal tidak akan bisa melakukan fungsi dan kegunaannya. Namun, sebuah baling-baling kapal harus memiliki kemampuan yang cukup dalam  menopang gaya-gaya yang bekerja terhadapnya secara terus-menerus, yang dapat mengakibatkan terjadinya keretakan dan akhirnya mengalami kepatahan. Analisa kelelahan propeller diperlukan untuk dapat mengetahui batas waktu atau  fatigue life propeller sehingga dapat menghindari terjadinya deformasi dan juga kemungkinan kecelakaan kerja pada saat kapal beroperasi. Pembebanan yang diberikan didapat dari hasil contour pressure pada analisa CFD terlebih dahulu yang kemudian di-running dengan menggunakan Metode Elemen Hingga (MEH) untuk mendapatkan Hot Spot Stress. Hasilnya didapatkan Hot Spot Stress sebesar 3,515 x 1011 Pa yang berlokasi di daerah root suction back propeller akibat perbedaan tekanan yang cukup signifikan pada bagian  face dan back propeller. Nilai tegangan tersebut dapat digunakan untuk mendapatkan life cycle minimum sebesar 3,32 x 109  cycle yang kemudian didapatkan umur dari material selama 32,21 tahun.

 

Fulltext View|Download
Keywords: propeller; kelelahan; metode elemen hingga; hot spot stress; fatigue life
  1. Harvald, SV, AA. 1983. Resistance And Propulsion Of Ships. Canada: John Wiley & Sons, Inc
  2. Manik, Parlindungan, 2008, Buku Ajar Propulsi Kapal, Jurusan Teknik Perkapalan, UNDIP: Semarang
  3. Simbolon, Herbet. 2015, Analisa Nilai Maximum Thrust Propeller B-Series dan Kaplan Series Pada kapal Tugboat Ari 400 HP dengan Variasi Diameter, Jumlah Daun, Sudut Rake Menggunakan CFD, Tugas akhir, Jurusan Teknik Perkapalan, UNDIP : Semarang
  4. Ridho, M. 2015, Analisa Fatigue Propeller Tugboat Ari 400 HP Dengan Metode Elemen Hingga, Tugas Akhir, Program Studi S1 Teknik Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro UNDIP: Semarang
  5. Harsokoesoemo, Darmawan. Teknik Mesin, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, Institut Teknologi Bandung, “Kriteria Patah Lelah Untuk Perancangan Elemen Mesin”. Diktat Kuliah MS-515 Kriteria Patah Lelah Semester I
  6. Akuan, Abrianto, Teknik Metalurgi, Fakultas Teknik, Universitas Jenderal Achmad Yani, “Kelelahan Logam”. Diktat Kuliah
  7. Volume II. 2013. “Rules For The Classification and Construction. Part 1. Seegoing Ships”. Biro Klasifikasi Indonesia. Indonesia
  8. Ji, B, Luo, X.W, Peng, X.X, Wu, Y.L, Xu, H.Y, 2011, Numerical Analysis Of Cavitation Evolution And Excited Pressure Fluctuation Around A Propeller In Non-Uniform Wake, Jurnal Internasional, TSINGHUA UNIVERSITY: Beijing
  9. Carlton, J. S, 2007, Marine Propellers and Propulsion, 2nd Edition, United Kingdom: Elsevier, Oxford
  10. Hizrian H, M, 2016, Analisa Kelelahan Rantai Jangkar Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga, Tugas Akhir, Program Studi Teknik Perkapalan, UNDIP: Semarang

Last update: 2021-06-23 15:00:56

No citation recorded.

Last update: 2021-06-23 15:00:56

No citation recorded.