Kajian Teknis Kekuatan Ring Construction Akibat Penambahan Inner Shell Pada Cargo Wing Tank Chemical Vessel 18944 DWT Konversi Dari Single Hull Ke Double Hull Dengan Metode Elemen Hingga

*Agung Surana Dwi Yoga  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Imam Pujo Mulyatno  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Hartono Yudo  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 1 Jan 2017.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Peraturan MARPOL Annex I Regulation 19 mewajibkan kapal oil tanker berkonstruksi single hull dan single bottom tidak boleh beroperasi di perairan sejak 5 April 2005. Tujuan dari tugas akhir ini adalah menganalisa dan membandingkan kekuatan kapal tanker dengan konstruksi single hull dan yang sudah terkonversi menjadi double hull sebagai konfigurasi ring construction. Konversi konstruksi kapal tanker dilakukan dengan metode penambahan inner shell pada cargo wing tank berdasarkan peraturan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI 2013). Tahapan produksi dimulai dengan pembongkaran geladak, pemotongan konstruksi, pembangunan inner shell, dan pemasangan kembali panel geladak. Pada konversi ini, dilakukan uji sagging, hogging, dan air tenang berdasarkan rules Biro Klasifikasi Indonesia (BKI 2013). Dari hasil modifikasi, dihasilkan penambahan berat baja tiap kompartemen. Untuk kompartemen COT (Center Cargo Oil Tank) No. 7 dan COT (Cargo Oil Tank) No. 5 dengan berat baja 29626,19 Ton, kemudian setelah hasil modifikasi berat baja bertambah sebesar 32417,48 Ton. Nilai pembebanan yang diinputkan Mwv-sagging : -409426 kN, Mwv-hogging : -390882,8 kN, Msw-still water : -313068,5 kN. Dari hasil analisa di dapat nilai tegangan pada kapal konstruksi single hull sebesar 87,7 Mpa pada kondisi sagging, 83,7 Mpa pada kondisi hogging, dan 39,8 Mpa pada kondisi still water. Kemudian pada saat kapal sudah terkonversi ke double hull didapat nilai tegangan sebesar 85,6 Mpa pada kondisi sagging, 79,5 Mpa pada kondisi hogging, dan 39,6 Mpa pada kondisi still water . Kemudian dari nilai deformasi yang dihasilkan dari konversi ke double hull lebih kecil dari sebelum konversi. Maka kapal chemical carrier MT Indradi dapat beroperasional untuk beberapa tahun kemudian.

Keywords: Ansys Mechanical APDL; Konversi single hull ke double hull; Metode Elemen Hingga

Article Metrics:

  1. ANSYS. 2016. Mechanical APDL Introductory Tutorials
  2. _______. 2016. Mechanical APDL Introductory Tutorials
  3. IACS. 2012. “Common Structural Rules for Bulk Carrier an Oil Tanker”. London
  4. BV Rules. 2012. “Double Hull Oil Tanker July”. Perancis
  5. BKI Rules. 2012. “Rules For Hull”. Indonesia
  6. Kharis, Muhammad.2014. Analisis Teknis dan Ekonomis Konversi Kapal Tanker Single hull Menjadi Double Hull. Surabaya : JURNAL TEKNIK POMITS
  7. Sony. 2011. TANKER SHIP. Surabaya : Pena Kata
  8. MARPOL 73/78-Annex 1. 2001. “Regulations for the Prevention of Pollution by Sewege from Ships”. London
  9. Y. Bai, Marine Structural Design. Houston: Elsevier Ltd, 2003
  10. D. G. M. Watson, Practical Ship Design (Elsevier Ocean Engineering), vol. 1. 1998