Analisa Kekuatan Tarik, Kekuatan Tekuk, Komposisi dan Cacat Pengecoran Paduan Aluminium Flat Bar dan Limbah Kampas Rem dengan Menggunakan Cetakan Pasir dan Cetakan Hidrolik sebagai Bahan Komponen Jendela Kapal

*Afif Ardian Aziz  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
K Kiryanto  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ari Wibawa Budi Santosa  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 1 Jan 2017.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Aluminium merupakan logam ringan yang mempunyai ketahanan  korosi yang baik,  hantaran listrik yang baik dan salah satu bahan yang mempunyai cadangan berlimpah di dunia. Dalam dunia industri pengecoran, aluminium biasa digunakan sebagai bahan baku jendela kapal, seringkali industri tersebut memanfaatkan limbah-limbah aluminium sebagai bahan campuran aluminium agar menghemat biaya produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat mekanis, komposisi dan juga cacat pengecoran dari aluminium paduan aluminium flat bar dan limbah aluminium kampas rem. Spesimen dibuat  menggunakan cetakan  hidrolik dan cetakan  pasir dengan perbandingan bahan baku 50:50 untuk bahan baku jendela kapal. Hasil dari uji tarik, spesimen cetakan hidrolik mempunyai hasil yang lebih baik dari cetakan pasir dengan rata-rata kekuatan tarik sebesar 12,86 kg/mm2 . hasil uji tekuk menunjukan spesimen cetakan hidrolik mempunyai rata-rata defleksi 2,71mm berbanding cetakan pasir yang mempunyai rata-rata defleksi 2,12 mm. kemudian hasil dari komposisi aluminium paduan ini mengandung kadar Al sebesar 65,89%. Dan dari uji radiography spesimen cetakan pasir lebih banyak terjadi porositas dibandingkan degan cetakan hidrolik.

Keywords: Aluminium; Kekuatan Tarik; Kekuatan Tekuk; Cetakan Hidrolik; Cetakan Pasir

Article Metrics:

  1. American Chemical Society. 2001. The Aluminium Revolution. United States of America.
  2. ASM International. 2015. Aluminium and Aluminium Alloys. Ohio : United States of America.
  3. Biro Klasifikasi Indonesia. 2014. Rules for The Classification and Construction of Seagoing Ships. Volume V Section 10. Jakarta : Indonesia.
  4. Harsono, Kharis Sonny.2006. Kharakteristik Kekuatan Fatik Paduan Aluminium Tuang. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
  5. Highfill, Jannet. 2011. The Technology of Recycling Scrap Metal. Bradley University : United States of America.
  6. Japan International Standart, 1970. H400 Seri 5005 Aluminium Alloys. Japan
  7. Kiryanto, Eko Sasmito Hadi, Muhammad Ansori. 2012. Analisa Sifat Mekanik Paduan Aluminium Sebagai Rangka Jendela Kapal di Perusahaan Pengecoran Logam CV. Setia Kawan Tegal dengan Cetakan Tidak Permanen. Semarang : Universitas Diponegoro.
  8. R. Widodo. April 2012, ‖Teknik Pengelolaan Bahan Baku Peleburan Aluminium”, Jurnal Foundry Vol. 2 No. 1, ISSN : 2087-225.
  9. Surdia, T. dan Cijiiwa K, 1991. Teknik Pengecoran Logam.Jakarta:PT Pradnya Paramita.
  10. Surdia, T. dan Shinroku, 1992. Pengetahuan Bahan Teknik.Jakarta: PT Pradnya