PENGARUH BEKAM BASAH TERHADAP KADAR GULA DARAH PUASA PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI SEMARANG

Rizki Andari, Endang Mahati

Abstract


Latar Belakang:  Diabetes melitus ditandai dengan adanya hiperglikemia, yaitu merupakan keadaan yang menunjukan peningkatan kadar glukosa dalam darah. Bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah yang terkontaminasi toksin atau oksidan dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Namun, di Indonesia metode dan praktisi bekam belum terstandarisasi. Untuk itu perlu diadakannya penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh bekam terhadap kadar gula darah puasa penderita diabetes melitus.

Tujuan  : Mengamati dan menganalisis pengaruh bekam basah terhadap kadar gula darah puasa pada pasien diabetes melitus di Semarang.

Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observational klinik dengan pre and post test design. Sampel penelitian ini adalah penderita diabetes melitus yang menggunakan bekam basah diunit-unit SP3T kota Semarang yang dipilih dengan metode purposive sampling. Kadar gula darah puasa diukur menggunakan spektrofotometri. Pengukuran dilakukan saat sebelum perlakuan dan 2 minggu setelah bekam ke 2. Hipotesis diuji dengan menggunakan uji non parametrik Wilcoxon.

Hasil  : Didapatkan penurunan kadar gula darah puasa sebesar 3,91% dengan  perbedaan yang bermakna (p=0,04) antara kadar gula darah sebelum dan sesudah diterapi bekam basah.

Kesimpulan  : Terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar gula darah sebelum dan sesudah di terapi bekam basah, meskipun pasien tetap mengkonsumsi obat anti diabetes.


Keywords


Bekam, diabetes melitus, kadar gula darah puasa

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO by http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/ is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats