PERBANDINGAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI PADA ATLET USIA REMAJA CABANG OLAHRAGA TAEKWONDO NOMOR POOMSAE DAN KYORUGI DI KOTA SEMARANG

*Hasbi Bagas Wasisto  -  , Indonesia
Budi Laksono  -  , Indonesia
Endang Kumaidah  -  , Indonesia
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Latar belakang : Melatih kekuatan otot mempunyai banyak manfaat bagi tubuh. Taekwondo mempunyai kemampuan untuk mengembangkan beberapa komponen biomotorik yang baik dalam tubuh manusia,salah satunya kekuatan otot. Taekwondo merupakan olahraga beladiri yang unik karena hanya mempunyai satu aliran dan terkenal dengan kekuatan tendangannya. Taekwondo dibagi menjadi nomor Poomsae dan nomor Kyorugi. Perbandingan kekuatan otot tungkai antara kedua nomor ini masih belum diketahui.

Tujuan : Mengetahui perbandingan kekuatan otot tungkai atlet Taekwondo nomor Kyorugi dengan nomor Poomsae.

Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan belah lintang. Sampel penelitian adalah atlet Taekwondo laki-laki usia 17- 25 tahun (n=24) di Dojang UKM STIMART AMNI. Kekuatan otot tungkai diukur dengan Leg Dynamometer. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji t tidak berpasangan.

Hasil : Terdapat rerata kekuatan otot tungkai yang lebih tinggi pada atlet Taekwondo nomor Kyorugi dibandingkan dengan atlet Taekwondo nomor Poomsae. Rerata kekuatan otot tungkai atlet Taekwondo nomor Kyorugi sebesar 205,42±38,93 kg dengan nilai terendah 140 kg dan tertinggi 300 kg, sedangkan untuk atlet Taekwondo nomor Poomsae sebesar 147,08±33,40 kg dengan kekuatan otot tungkai terendah sebesar 110 kg dan tertinggi 205. Pada Uji t tidak berpasangan didapatkan perbedaan bermakna p=0,001 ( p<0,05).

Kesimpulan : Terdapat perbandingan atau perbedaan rerata kekuatan otot tungkai yang bermakna antara atlet Taekwondo nomor Poomsae dengan atlet Taekwondo nomor Kyorugi.

Keywords: Taekwondo, Poomsae, Kyorugi, kekuatan otot tungkai

Article Metrics: