skip to main content

HUBUNGAN DERAJAT XEROSTOMIA DENGAN PH SALIVA PASCA RADIOTERAPI KANKER KEPALA LEHER

*Novia Khoerunnisa  -  , Indonesia
Farah Hendara Ningrum  -  , Indonesia
Ch. Nawangsih Ch. Nawangsih  -  , Indonesia

Citation Format:
Abstract

Latar belakang Radioterapi memberi efek destruktif pada kelenjar saliva yang menyebabkan xerostomia dan juga menurunnya kapasitas buffer saliva sehingga terjadi penurunan pH. Penilaian derajat xerostomia dapat dilakukan secara objektif dengan pengukuran curah saliva dan subjektif menggunakan kuesioner xerostomia, salah satunya Groningen Radiotherapy Induced Xerostomia (GRIX).

Tujuan Mengetahui hubungan derajat xerostomia dengan pH saliva pasca radioterapi kanker kepala leher.

Metode Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional observasional dengan sampel pasien yang menjalani radioterapi kanker kepala leher di Unit Radioterapi RSUP Dr. Kariadi Semarang. Data yang dikumpulkan dari data primer berupa skala rasio hasil pengukuran pH saliva dan data ordinal hasil penilaian kuesioner xerostomia. Uji statistik menggunakan uji normalitas data Saphiro Wilk dan dilanjutkan uji non parametrik Spearman Rank Correlation Test.

Hasil Rerata pH saliva 6,37±0,19 dan rerata skor penilaian kuesioner 21.97±9.58. Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara derajat xerostomia dan pH saliva dengan koefisien korelasi sebesar -0,529 (p < 0,05).

Kesimpulan Terdapat hubungan negatif signifikan antara derajat xerostomia yang diukur dengan kuesioner GRIX dan pH saliva pada pasien pasca radioterapi kanker kepala leher di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Semakin berat derajat xerostomia yang ditunjukkan dengan semakin tinggi skor pada kuesioner GRIX, maka akan semakin rendah pH saliva.

Fulltext View|Download
Keywords: Derajat xerostomia, pH saliva

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.