BibTex Citation Data :
@article{dmj15496, author = {Musdalifa Janna Hae and Darmawati Indraswari}, title = {PERBANDINGAN PENGARUH LARI RUTIN DENGAN LARI RUTIN DITAMBAH LATIHAN OTOT INTI TERHADAP LINGKAR PINGGANG PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNDIP}, journal = {Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal)}, volume = {5}, number = {4}, year = {2016}, keywords = {Lingkar pinggang, lari rutin, latihan otot inti.}, abstract = { Latar belakang : Obesitas sentral, yang merupakan kumpulan lemak berlebih pada daerah abdomen, berkaitan erat dengan penyakit kardiovaskular. Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), obesitas adalah 1 dari 10 risiko kesehatan yang dapat dicegah. Lingkar pinggang dianggap sebagai metode antropometri yang berkorelasi dengan lemak viseral pada obesitas. Untuk mencegah obesitas diperlukan olahraga di antaranya adalah lari dan latihan otot inti. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pengaruh lari rutin dan lari rutin ditambah latihan otot inti terhadap lingkar pinggang. Metode : Penelitian ini merupakan penelitianeksperimentaldengan rancangan two group pre and post-test design. Jumlah subjek 26 orang yang diperoleh dengan cara purposive sampling dan dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 diberi perlakuan lari selama 30 menit dan kelompok 2 diberi perlakuan lari selama 30 menit ditambah latihan otot inti, selama 8 minggu. Uji normlitas yang digunakan adalah Shapiro wilk. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji t berpasangan dan uji beda yang digunakan adalah ANOVA.Hasil bermakna jika p<0,05. Hasil : Pada kelompok 1 tidak didapatkan perbedaan yang bermakna sebelum dan sesudah diberi perlakuan (p=0,217). Sedangkan pada kelompok 2 didapatkan perbedaan yang bermakna sebelum dan sesudah diberi perlakuan (p=0,031). Tidak didapatkan perbedaan pengaruh yang signifikan antara kelompok 1 dan kelompok 2 (p=0,230). Kesimpulan : Pada penelitian ini tidak didapatkan perbedaan bermakna antara pengaruh lari rutin dengan lari rutin ditambah latihan otot inti terhadap lingkar pinggang. }, issn = {2540-8844}, pages = {1309--1315} doi = {10.14710/dmj.v5i4.15496}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/15496} }
Refworks Citation Data :
Latar belakang : Obesitas sentral, yang merupakan kumpulan lemak berlebih pada daerah abdomen, berkaitan erat dengan penyakit kardiovaskular. Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), obesitas adalah 1 dari 10 risiko kesehatan yang dapat dicegah. Lingkar pinggang dianggap sebagai metode antropometri yang berkorelasi dengan lemak viseral pada obesitas. Untuk mencegah obesitas diperlukan olahraga di antaranya adalah lari dan latihan otot inti. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pengaruh lari rutin dan lari rutin ditambah latihan otot inti terhadap lingkar pinggang.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitianeksperimentaldengan rancangan two group pre and post-test design. Jumlah subjek 26 orang yang diperoleh dengan cara purposive sampling dan dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 diberi perlakuan lari selama 30 menit dan kelompok 2 diberi perlakuan lari selama 30 menit ditambah latihan otot inti, selama 8 minggu. Uji normlitas yang digunakan adalah Shapiro wilk. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji t berpasangan dan uji beda yang digunakan adalah ANOVA.Hasil bermakna jika p<0,05.
Hasil : Pada kelompok 1 tidak didapatkan perbedaan yang bermakna sebelum dan sesudah diberi perlakuan (p=0,217). Sedangkan pada kelompok 2 didapatkan perbedaan yang bermakna sebelum dan sesudah diberi perlakuan (p=0,031). Tidak didapatkan perbedaan pengaruh yang signifikan antara kelompok 1 dan kelompok 2 (p=0,230).
Kesimpulan : Pada penelitian ini tidak didapatkan perbedaan bermakna antara pengaruh lari rutin dengan lari rutin ditambah latihan otot inti terhadap lingkar pinggang.
Article Metrics:
Last update:
JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) by http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/ is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.