PRODUKTIVITAS PRIMER DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON PADA AREA YANG BERBEDA DI SUNGAI BETAHWALANG, KABUPATEN DEMAK

*Nur Eko Setiawan  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
- Suryanti  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Churun 'Ain  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 29 Aug 2015.
Open Access

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: IND
Statistics: 665 572
Abstract

Sungai Betahwalang banyak dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas masyarakat yang tentunya berpengaruh terhadap kesuburan perairan. Kesuburan peraiaran perlu diketahui untuk melihat daya dukung perairan dalam menopang kehidupan organisme. Salah satu cara untuk mengetahui nilai kesuburan perairan adalah dengan menghitung produktivitas primer dan kelimpahan fitoplankton serta variabel fisika-kimia perairan. Penelitian dilakukan pada bulan Februari–Maret 2015 di sungai Betahwalang Demak, yang bertujuan untuk mengetahui nilai produktivitas primer; mengetahui kelimpahan fitoplankton, mengetahui perbedaan nilai produktivitas primer dan kelimpahan fitoplankton pada area yang berbeda dan mengetahui hubungan kedua variabel tersebut di sungai Betahwalang. Metode yang digunakan adalah metode Deskriptif Lokasi sampling ditentukan berdasarkan tiga stasiun dengan aktivitas yang berbeda dimana Stasiun I merupakan dermaga kapal dan pertanian; Stasiun II merupakan kawasan domestik; Stasiun III merupakan area mangrove. Nilai rata-rata produktivitas primer perairan sungai Betahwalang pada ketiga stasiun adalah: Stasiun I 667,2-999,6 mgC/m3/hari; Stasiun II 500,4-999,6 mgC/m3/hari; Stasiun III 667,2-1375,2 mgC/m3/hari. Berdasarkan nilai tersebut sungai Betahwalang dapat dikategorikan sebagai perairan Mesotrofik - Eutrofik. Kelimpahan fitoplankton sungai Betahwalang pada ketiga stasiun adalah: Stasiun I 2.739-4.140 ind/l; Stasiun II 1.656-3.185 ind/l; Stasiun III 1.274-3.822 ind/l. Berdasarkan nilai tersebut sungai Betahwalang dapat dikategorikan sebagai perairan Mesotrofik Berdasarkan uji chi-kuadrat, terdapat perbedaan pada masing-masing stasiun dan pengulangan dimana, nilai X2hitung pada produktivitas primer (X2hitung=396,27) dan kelimpahan fitoplankton (X2hitung=14310,24)  lebih besar dari X2tabel (13,28). Hubungan antara produktivitas primer dan kelimpahan fitoplankton menunjukan tidak ada hubungan kuat dimana dibuktikan hasil uji korelasi (r) sebesar -0,00841.

 

Betahwalang River used for human activities which influnced fertility waters. Fertility waters need to know the carrying capacity of the water to sustain the organism. The value and characterize of the fertility waters can determine by calculate the primary productivity, phytoplankton abundance and also physics-chemical variable of water. This research was conducted in February-March 2015 in the Betahwalang River, Demak, which aims to determine the value of primary productivity; the value of phytoplankton abundan, the different that variable based on different areas and determine the relationship between the primary productivity of phytoplankton abundance in the Betahwalang River, Demak. The method used is Descriptive method with the determination of the sampling point, that is purposive sampling. Sampling locations are determined by three stations with different activities in which the First Station is a dock and agriculture; Second Station is a domestic area; and Third Station is a mangrove area. The average value of primary productivity of three stations in the waters of the Betahwalang River are: Station I 667,2-999,6 mgC/m3/day; Station II 500,4-999,6 mgC /m3/day; Station III 667,2-1375,2 mgC/m3/day. Based on the average values of each station, Betahwalang river can be categorized as Mesotrofic-Eutrofic. Phytoplankton abundance in Betahwalang river at three stations are: Station I 2.739-4.140 ind/l; Station II 1.656-3.185 ind/l; Station III 1.274-3.822 ind/l. Based on the average values of each station, Betahwalang river can be categorized as Mesotrofic.  Based on the chi-square test, there are differences in each station and repetition where in, the calculated value of primary productivity (X2count = 396,27) and abundance of phytoplankton (X2count = 14310,24) is greater than X2table (13,28). The relationship between primary productivity and phytoplankton abundance showed no significant relationship as evidenced in the results of the linear regression where the value (r) with the primary productivity of phytoplankton abundance of -0,00841.

Keywords: Produktivitas Primer; Kelimpahan Fitoplankton; Sungai Betahwalang; Demak

Article Metrics: