skip to main content

KELIMPAHAN LARVA IKAN BERDASARKAN FASE BULAN DI PADANG LAMUN PANTAI PRAWEAN, JEPARA

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia

Published: 15 Oct 2018.
Open Access Copyright (c) 2018 Management of Aquatic Resources Journal under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Perairan Prawean Jepara, merupakan salah satu wilayah pantai dengan garis pantai terluas di pesisir Jepara. Kondisi morfologi yang terdapat pada pantai ini memiliki komunitas padang lamun yang relatif subur yang mempengaruhi kelimpahan larva ikan. Larva ikan merupakan tahap awal dari pertumbuhan ikan. Larva juga dipengaruhi oleh banyak faktor lingkungan bagi kelulushidupannya. Fase bulan yang berhubungan dengan pasang surut akan mempengaruhi hasil dari kelimpahan larva ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kelimpahan larva ikan pada kerapatan lamun di fase bulan yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - April 2018. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan penentuan titik sampling menggunakan metode purposive sampling di 3 stasiun baik pada saat pasang dan surut di fase bulan berbeda. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa jumlah larva ikan yang tertangkap sebanyak 1382 ind/900m3 terdiri dari 8 famili yakni: Apogonidae (7), Blennidae (415), Engraulidae (34), Gobiidae (521), Lutjanidae (218), Mugillidae (60), Mullidae (25) dan Nemipteridae (102). Larva famili yang tertangkap secara keseluruhan, Gobbidae (larva yang paling banyak tertangkap) dan Apogonidae (jumlah paling sedikit). Nilai korelasi antara kelimpahan larva ikan dengan kerapatan lamun yaitu sebesar r = 0,546; 0,628; 0,784 dan 0,791. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara kelimpahan dan komposisi famili larva ikan dengan kerapatan lamun.

 

 

Prawean Jepara waters are one of the coastal areas with the widest coastline on the coast of Jepara. The morphological conditions found on this beach relatively has fertile seagrass communities that affect the abundance of fish larvae. Fish larvae is the initial stage of fish growth. Larvae is also influenced by many environmental factors for their life. The phases of the moon associated with tides will affect the results of the abundance of fish larvae. This study aims to determine the type and abundance of fish larvae in seagrass density in different moon phases. The study was conducted in March - April 2018. The method used was a survey method with the determination of sampling points using purposive sampling method at 3 stations both at high tide and low tide in different moon phases. The results obtained showed that the number of fish larvae caught was 1382 ind/900m3 consisting of 8 families: Apogonidae (7), Blennidae (415), Engraulidae (34), Gobiidae (521), Lutjanidae (218), Mugillidae (60) , Mullidae (25) and Nemipteridae (102). The family find overall larvae, Gobbidae (the most caught larvae) and Apogonidae (is the least caught larvae). The correlation value between the abundance of fish larvae with seagrass density is equal to r = 0.546; 0.628; 0.784 and 0.791. Based on this, it can be concluded that there is a close relationship between abundance and composition of fish larvae families with seagrass density.
Fulltext View|Download
Keywords: Kelimpahan; Larva ikan; Fase Bulan; Padang Lamun; Perairan Prawean Jepara

Article Metrics:

  1. Dhahiyat, Y., Sinuhaji, dan H. Hamdani. 2009. Struktur Komunitas Ikan Karang di Daerah Transplantasi Karang Pulau Pari Kepulauan Seribu [Community Structure of Coral Reef Fish in the Coral Transplantation Area Pulau Pari Kepulauan Seribu]. Jurnal Ikhtiologi Indonesia. III (2):87-94
  2. Finishia, T., I. Riniatsih dan H. Endrawati. 2014. Struktur Komunitas Polychaeta pada Ekosistem Padang Lamun Alami dan Buatan di Perairan Pantai Prawean Bandengan, Jepara. Journal Of Marine Research. 3(4)
  3. Hutabarat, S. dan S. M. Evans, 2006. Pengantar Oseanografi. Universitas Indonesia Press, Jakarta
  4. Misbahudin dan I. Hasan. 2013. Analisis Data Penelitian dengan Statistik. Jakarta, Bumi Aksara
  5. Nazir, M. 1999. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia, Jakarta. 622 hlm
  6. Odum, P. E. 1993. Dasar-dasar Ekologi: Alih Bahasa Tjahjono Samingan. Edisi Ketiga Universitas Gajah Mada. Yogyakarta. 697 hlm
  7. Prianto, E., S. Nurdawaty dan M. M. Kamal. 2013. Distribusi, Kelimpahan dan Variasi Ukuran Larva Ikan di Estuari Sungai Musi. Jurnal Bawal. Vol V(2):73-79
  8. Santosa, S. 2011. Mastering SPSS. PT. Elex Media Komputindo, Jakarta
  9. Saraswati, A. Solichin, A.Hartoko dan S. R. Suharti. 2016. Hubungan Kerapatan Lamun dengan Kelimpahan Larva Ikan di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Jakarta. Diponegoro Journal Of Maquares. 5 (3): 111-118
  10. Subiyanto, Ruswahyuni, dan D. G. Cahyono. 2008. Komposisi dan Distribusi Larva Ikan Pelagis di Estuaria Pelawangan Timur Segara Anakan Cilacap. Jurnal Saintek Perikanan. IV (1):62-68
  11. Subiyanto, N, Widyorini, dan Ruswahyuni. 2009. Pengaruh Pasang Surut terhadap Rekruitmen Larva Ikan di Pelawangan Timur Segara Anakan Cilacap. Jurnal Saintek Perikanan. 5(1): 35-39
  12. Sulaiman, W. 2002. Jalan Pintas Menguasai SPSS. Penerbit Andi, Yogyakarta. 170 hlm
  13. Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
  14. Supono. 2008. Analisis Diatom Epipelic Sebagai Indikator Kualitas Lingkungan Tambak Untuk Budidaya Udang. Program Studi Magister Manajemen Sumberdaya Pantai, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro. Semarang
  15. Tataming E. S., T.K. Sendow, O.H. Kaseke, dan S. Diantje. 2014. Analisis Besar Kontribusi Hambatan Samping Terhadap Kecepatan dengan Menggunakan Model Regresi Linier Berganda (Studi Kasus:Ruas Jalan Dalam Kota Segmen Ruas Jalan Sarapung). Jurnal Sipil Statik. 2(1): 31-32
  16. Taufik, Muhammad. 2012. Distribusi dan Kelimpahan Larva Ikan di Perairan Laguna Pulau Pari dan Sekitarnya. Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor
  17. Wibowo. 2010. Arus Laut. Pusat Riset Wilayah Laut dan Sumberdaya Non-Hayati, Jakarta

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.