skip to main content

PERBEDAAN JUMLAH BAKTERI DALAM SEDIMEN PADA KAWASAN BERMANGROVE DAN TIDAK BERMANGROVE DI PERAIRAN DESA BEDONO, DEMAK

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 20 Dec 2018; Published: 20 Dec 2018.
Open Access Copyright (c) 2018 Management of Aquatic Resources Journal under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Mangrove adalah salah satu ekosistem pesisir yang unik dan rawan serta termasuk tempat terjadinya proses dekomposisi. Bakteri sebagai dekomposer memiliki peran yang besar terhadap proses dekomposisi bahan – bahan organik sedimen. Oleh sebab itu total bakteri pada sedimen dapat dijadikan indikator kualitas lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui total bakteri dalam sedimen pada kawasan bermangrove dan tidak bermangrove dan untuk mengetahui perbedaan total bakteri sedimen pada kedua kawasan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada 8 – 22 November 2017 untuk pengambilan sampel sedimen di Perairan Desa Bedono, Demak dan analisis total bakteri sedimen dilaksanakan di Laboratorium Tropical Marine Biotechnology, Universitas Diponegoro selama November hingga Desember 2017. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei, isolasi bakteri dilakukan dengan metode pour plate dan metode yang digunakan dalam perhitungan total bakteri adalah Total Plate Count (TPC). Jumlah bakteri yang didapat pada kawasan bermangrove sebesar 0,26 x 104 hingga  0,80 x 104 CFU/gr. Pada area tidak bermagrove total bakteri yang didapat sebesar 0,84 x 104 hingga 1,35 x 104 CFU/gr. Kesimpulan penelitian ini adalah dengan uji Mann – Whitney diketahui adanya perbedaan jumlah bakteri sedimen pada kawasan bermangrove dan tidak bermangrove.

 

Mangrove is one of the unique prone coastal ecosystems and it belongs to the place of the decomposition process. Bacteria as decomposers have a major role in the decomposition process of sedimentary organic materials. Therefore, the total bacteria in sediment can be used as an indicator of environmental quality. The purposes of this research are to know the total sedimentary bacteria  in mangrove and non-mangrove area and to know the differences of total sedimentary bacteria in both areas. The research was conducted from 8 to 22 November 2017 for the sampling of sediments in the waters of Bedono Village, Demak and total analysis of sediment bacteria was conducted in the Tropical Marine Biotechnology Laboratory, Diponegoro University during November to December 2017. The method used in this research was survey method, bacterial isolation was done by pour plate method and the method used in total calculation of bacteria was Total Plate Count (TPC). The total bacteria which gained in the mangrove area are 0.26 x 104 to 0.80 x 104 CFU / gr. While in the non-mangrove area the total bacteria which gained are 0.84 x 104 to 1.35 x 104 CFU / g. The conclusion of this research, by Mann - Whitney test, is known there are the differences of total sedimentary bacteria in the mangrove area and non-mangrove area.

Fulltext View|Download
Keywords: Total Bakteri Sedimen; Total Plate Count; Mangrove Bedono Demak

Article Metrics:

  1. Andrianto, F., Afiif B., dan Slamet B.Y. 2015. Produksi dan Laju Dekomposisi Serasah Mangrove (Rhizophora sp.) di Desa Durian dan Desa
  2. Batu Menyan Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran. Jurnal Syiva Lestari. 3(1): 9-20
  3. Arief, A. M. P. 2003. Hutan Mangrove Fungsi Dan Manfaatnya. Penerbit Kanisius. Yogyakarta
  4. Hardjowigeno, S. 1992. Ilmu Tanah. Mediyatama Sarana Praksa. Jakarta
  5. Hartanti, F.K. 2013. Evaluasi Metode Pengujian Angka Lempeng Total Menggunakan Metode Petrifilm Aeorobic Count Plate Terhadap Metode
  6. Uji SNI 01.2332.2006 Pada Produk Perikanan di LPPMHP Surabaya. Jurnal Teknik Industri HEURISTIC. 13(2): 89-105
  7. Jesus, A.d. 2012. Kondisi Ekosisten Mangrove Di Sub District Liquisa Timor – Leste. Jurnal Depik. 1(3): 136 – 143
  8. Nasution, R. 2003. Teknik Sampling. Digital USU library. Sumatera Utara
  9. Purnomo, P. W., N. Widyorini dan C. Ain. 2016. Analisis C/N Rasio dan Total Bakteri pada Sedimen Kawasan Konservasi Mangrove Sempadan Sungai Betahwalang dan Sungai Jajar Demak. Prosiding Seminar Nasional Tahunan ke-V Hasil-Hasil Penelitian Perikana dan Kelautan. 519-530
  10. Sari, M.A., P. W. Purnomo., dan Haeruddin. 2016. Analisis Kebutuhan Oksigen Untuk Dekomposisi Bahan Organik Sedimen Di Kawasan Mangrove Desa Bedono Demak. Jurnal Maquares. 5(4): 285-292
  11. Saru, A., K. Amri, dan Mardi. Konektivitas Struktur Vegetasi Mangrove dengan Keasaman dan Bahan Organik Total Pada Sedimen di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar. Jurnal SPERMONDE. 3(1): 1-6
  12. Sa’diyah, H. 2017. Kandungan Bahan Organik Sedimen Dan Kadar H2S Air Di Dalam Dan Di Luar Tegakan Mangrove Desa Bedono, Kabupaten Demak. [Skripsi]. Universitas Diponegoro, Semarang
  13. Setiawan, H. 2013. Status Ekologi Hutan Mangrove Pada Berbagai Tingkat Ketebalan. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea. 2(2): 104-120
  14. Setyawan, A.D. dan Kusumo W. 2006. Pemanfaatan Langsung Ekosistem Mangrove di Jawa Tengah dan Penggunaan Lahan di Sekitarnya; Kerusakan dan Upaya Restorasinya. Junral Biodiversitas. 7(3): 282 – 291
  15. Yunasfi. 2006. Dekomposisi Serasah Daun Avicennia marina Oleh Bakteri Dan Fungi Pada Berbagai Tingkat Salinitas. [Tesis]. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor
  16. Yunita, M., Y. Hendrawan, dan R. Yulianingsih. 2015. Analisis Kualitatif Mikrobiologi Pada Makanan Penerbangan (Aerofood ACS) Garuda Indonesia Berdasarkan TPC (Total Plate Count) Dengan Metode Pour Plate. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem. 3(3): 237-248
  17. Yuspita, N.L.E., I.D.N.N. Putra., Y. Suteja. 2018. Bahan Organik Total dan Kelimpahan Bakteri di Perairan Teluk Benoa, Bali. Jurnal of Marine and Aquatic Sciences. 4(1): 129-140

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.