1Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
2Departemen Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JNC51620, author = {Maria Kinanti and Etika Ratna Noer and Ahmad Ni’matullah Al-Baarri}, title = {KADAR CRP DAN KUALITAS TIDUR PADA OBESITAS: MENGURAI JALUR PERADANGAN}, journal = {Journal of Nutrition College}, volume = {15}, number = {4}, year = {2026}, keywords = {C-Reactive Protein; Gangguan Tidur; Obesitas; Inflamasi Kronik; Penyakit Kardiometabolik}, abstract = { ABSTRACT Background: In obesity, adipose tissue as endocrine organ that releases pro-inflammatory cytokines, leading to low-grade chronic inflammation. C-Reactive Protein (CRP) is a key inflammatory marker triggered by cytokines such as IL-6 and TNF-α Poor sleep quality and obesity are linked to increased systemic inflammation. Sleep disorders like insomnia and obstructive sleep apnea (OSA) also promote inflammation by activating the hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA) axis and the sympathetic nervous system. Objective: This review explores the two-way relationship between sleep disturbances, obesity, and inflammation, with a focus on the role of CRP as a central link among them. Methods: This study is a narrative literature review that analyzes articles based on their aims, methods, and findings. Relevant national and international articles were identified through systematic searches in databases including Wiley Online Library, PubMed, and ScienceDirect. Results: Sleep disturbances, inflammation, and obesity are closely linked in a cycle that worsens each condition. Chronic stress activates the HPA axis and sympathetic nervous system, raising stress hormones and affecting appetite control. Poor sleep can increase appetite and lead to obesity, which then further disrupts sleep, especially through conditions like OSA and inflammation. Both poor sleep and obesity raise levels of inflammatory markers like IL-6, TNF-α, and CRP, which contribute to insulin resistance and higher risk of cardiometabolic diseases. To prevent and manage these conditions, an integrated approach that includes improving sleep, managing weight, and reducing inflammation is needed. Conclusion: Sleep disturbances and obesity are interrelated and exacerbate systemic inflammation, playing a significant role in the progression of cardiometabolic diseases. Thus, preventive strategies should integrate sleep management, weight control, and targeted anti-inflammatory interventions. Keyword: C-Reactive Protein ; Sleep Disorder; Obesity; Low grade Chronic Inflammation ABSTRAK Latar Belakang: Pada kondisi obesitas, jaringan adiposa mengeluarkan sitokin pro-inflamasi, sehingga memicu inflamasi kronik tingkat rendah. C-Reactive Protein (CRP) merupakan penanda inflamasi utama yang dipicu oleh sitokin seperti IL-6 dan TNF-α. Kualitas tidur yang buruk dan obesitas berhubungan dengan peningkatan inflamasi sistemik Gangguan tidur seperti insomnia dan obstructive sleep apnea (OSA) juga meningkatkan inflamasi melalui aktivasi aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA) dan sistem saraf simpatis. Tujuan : mengeksplorasi hubungan timbal balik antara gangguan tidur, obesitas, dan inflamasi, dengan menyoroti peran CRP sebagai penghubung utama di antara ketiganya. Metode: Penelitian ini merupakan literature review dengan metode naratif dalam mengkaji artikel berdasarkan tujuan, metode dan hasil yang disajikan dari artikel tersebut. Pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan artikel nasional dan internasional yang ditelusuri dengan database Wiley Online Library, PubMed, dan ScienceDirect. Hasil: Penelusuran 7 artikel yang diperoleh untuk Gangguan tidur, inflamasi, dan obesitas saling terkait dalam suatu siklus yang memperburuk masing-masing kondisi. Stres kronis mengaktifkan aksis HPA dan sistem saraf simpatis, meningkatkan hormon stres, dan mengganggu regulasi nafsu makan. Tidur yang buruk dapat meningkatkan nafsu makan dan menyebabkan obesitas, yang selanjutnya memperburuk kualitas tidur, terutama melalui OSA dan inflamasi. Kedua kondisi ini meningkatkan kadar IL-6, TNF-α, dan CRP, yang berkontribusi pada resistensi insulin dan peningkatan risiko penyakit kardiometabolik. Kesimpulan: Gangguan tidur dan obesitas saling memengaruhi dan memperburuk inflamasi sistemik, yang memainkan peran penting dalam progresivitas penyakit kardiometabolik. Oleh karena itu, strategi pencegahan harus mencakup manajemen tidur, pengendalian berat badan, dan intervensi antiinflamasi secara terpadu. Kata kunci: C-Reactive Protein; Gangguan Tidur; Obesitas; Inflamasi Kronik; Penyakit Kardiometabolik }, issn = {2622-884X}, pages = {337--350} doi = {10.14710/jnc.v15i4.51620}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jnc/article/view/51620} }
Refworks Citation Data :
ABSTRACT
Background: In obesity, adipose tissue as endocrine organ that releases pro-inflammatory cytokines, leading to low-grade chronic inflammation. C-Reactive Protein (CRP) is a key inflammatory marker triggered by cytokines such as IL-6 and TNF-α Poor sleep quality and obesity are linked to increased systemic inflammation. Sleep disorders like insomnia and obstructive sleep apnea (OSA) also promote inflammation by activating the hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA) axis and the sympathetic nervous system.
Objective: This review explores the two-way relationship between sleep disturbances, obesity, and inflammation, with a focus on the role of CRP as a central link among them.
Methods: This study is a narrative literature review that analyzes articles based on their aims, methods, and findings. Relevant national and international articles were identified through systematic searches in databases including Wiley Online Library, PubMed, and ScienceDirect.
Results: Sleep disturbances, inflammation, and obesity are closely linked in a cycle that worsens each condition. Chronic stress activates the HPA axis and sympathetic nervous system, raising stress hormones and affecting appetite control. Poor sleep can increase appetite and lead to obesity, which then further disrupts sleep, especially through conditions like OSA and inflammation. Both poor sleep and obesity raise levels of inflammatory markers like IL-6, TNF-α, and CRP, which contribute to insulin resistance and higher risk of cardiometabolic diseases. To prevent and manage these conditions, an integrated approach that includes improving sleep, managing weight, and reducing inflammation is needed.
Conclusion: Sleep disturbances and obesity are interrelated and exacerbate systemic inflammation, playing a significant role in the progression of cardiometabolic diseases. Thus, preventive strategies should integrate sleep management, weight control, and targeted anti-inflammatory interventions.
Keyword: C-Reactive Protein; Sleep Disorder; Obesity; Low grade Chronic Inflammation
ABSTRAK
Latar Belakang: Pada kondisi obesitas, jaringan adiposa mengeluarkan sitokin pro-inflamasi, sehingga memicu inflamasi kronik tingkat rendah. C-Reactive Protein (CRP) merupakan penanda inflamasi utama yang dipicu oleh sitokin seperti IL-6 dan TNF-α. Kualitas tidur yang buruk dan obesitas berhubungan dengan peningkatan inflamasi sistemik Gangguan tidur seperti insomnia dan obstructive sleep apnea (OSA) juga meningkatkan inflamasi melalui aktivasi aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA) dan sistem saraf simpatis.
Tujuan : mengeksplorasi hubungan timbal balik antara gangguan tidur, obesitas, dan inflamasi, dengan menyoroti peran CRP sebagai penghubung utama di antara ketiganya.
Metode: Penelitian ini merupakan literature review dengan metode naratif dalam mengkaji artikel berdasarkan tujuan, metode dan hasil yang disajikan dari artikel tersebut. Pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan artikel nasional dan internasional yang ditelusuri dengan database Wiley Online Library, PubMed, dan ScienceDirect.
Hasil: Penelusuran 7 artikel yang diperoleh untuk Gangguan tidur, inflamasi, dan obesitas saling terkait dalam suatu siklus yang memperburuk masing-masing kondisi. Stres kronis mengaktifkan aksis HPA dan sistem saraf simpatis, meningkatkan hormon stres, dan mengganggu regulasi nafsu makan. Tidur yang buruk dapat meningkatkan nafsu makan dan menyebabkan obesitas, yang selanjutnya memperburuk kualitas tidur, terutama melalui OSA dan inflamasi. Kedua kondisi ini meningkatkan kadar IL-6, TNF-α, dan CRP, yang berkontribusi pada resistensi insulin dan peningkatan risiko penyakit kardiometabolik.
Kesimpulan: Gangguan tidur dan obesitas saling memengaruhi dan memperburuk inflamasi sistemik, yang memainkan peran penting dalam progresivitas penyakit kardiometabolik. Oleh karena itu, strategi pencegahan harus mencakup manajemen tidur, pengendalian berat badan, dan intervensi antiinflamasi secara terpadu.
Kata kunci: C-Reactive Protein; Gangguan Tidur; Obesitas; Inflamasi Kronik; Penyakit Kardiometabolik
Note: This article has supplementary file(s).
Article Metrics:
Last update:
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to Journal of Nutrition College and Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro as publisher of the journal.
Copyright encompasses exclusive rights to reproduce and deliver the article in all form and media, including reprints, photographs, microfilms and any other similar reproductions, as well as translations. The reproduction of any part of this journal, its storage in databases and its transmission by any form or media, such as electronic, electrostatic and mechanical copies, photocopies, recordings, magnetic media, etc., will be allowed only with a written permission from Journal of Nutrition College.
Journal of Nutrition College, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, the Editors and the Advisory Editorial Board make every effort to ensure that no wrong or misleading data, opinions or statements be published in the journal. In any way, the contents of the articles and advertisements published in Journal of Nutrition College are sole and exclusive responsibility of their respective authors and advertisers.
View My Stats