skip to main content

PERMAINAN EDUKASI ULAR TANGGA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KONSUMSI SAYUR BUAH PADA REMAJA DI JAKARTA SELATAN

Program Studi S1 Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Binawan, Indonesia

Received: 20 Oct 2020; Published: 28 May 2021.

Citation Format:
Abstract

Latarbelakang: Anjuran konsumsi sayur buah termasuk dalam 10 pesan yang terdapat pada pedoman gizi seimbang. Rerata konsumsi sayur buah remaja Indonesia usia >10 tahun masih rendah.Edukasi gizi berkaitan dengan perilaku remaja dalam memilih makanan sehat terutama sayur buah.

Tujuan: Menganalisis pengaruh media permainan edukasi terhadap pengetahuan dan konsumsi sayur buah pada remaja di SMP Negeri 238 Jakarta Selatan.

Metode: Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental pretest-posttest one control group design yang dilakukan pada bulan Januari-Februari 2020 pada 50 siswa SMP Negeri 238 Jakarta. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok yaitu yang mendapatkan ceramah sebagai kontrol dan ceramah-permainan sebagai kelompok intervensi. Intervensi dilakukan selama 1 bulan dengan pemberian 1 kali per minggu. Data yang dikumpulkan berupa data karakteristik dan pengetahuan yang diukur dengan menggunakan kuesioner, dan konsumsi sayur buah yang diukur menggunakan SQ-FFQ. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji paired t-test dan independent t-test.

Hasil: Ada perbedaan pengetahuan dan konsumsi sayur buah sebelum dan sesudah diberi intervensi pada kedua kelompok (p<0,05). Peningkatan skor pengetahuan secara signifikan lebih tinggi pada kelompok ceramah-permainan dibandingkan dengan yang mendapatkan ceramah saja (p<0,05; selisih skor 26). Tidak ada perbedaan skor peningkatan konsumsi sayur buah antara kelompok ceramah-permainan dan ceramah (p 0,554; p 0,516), namun ada kecenderungan peningkatan skor konsumsi sayur buah lebih besar pada kelompok ceramah-permainan.

Simpulan: Permainan edukasi secara signifikan dapat meningkatkan pengetahuan mengenai sayur buah, namun tidak pada konsumsi sayur dan buah pada remaja.


Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  Research Instrument
Untitled
Subject
Type Research Instrument
  Download (517KB)    Indexing metadata
Keywords: permainan edukasi; pengetahuan; konsumsi sayur buah; remaja

Article Metrics:

  1. Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Kementerian Kesehatan. 2014
  2. WHO. E-Library of Evidence for Nutrition Actions (eLENA): Increasing fruit and vegetable consumption to reduce the risk of noncommunicable diseases. Geneva: WHO. 2019
  3. Aryani DD. Hubungan peran teman sebaya dengan perilaku konsumsi buah dan sayur pada remaja awal di SMP Negeri 1 Nglipar Gunungkidul Yogyakarta. Yogyakarta: STIkes Jenderal Achmad Yani. Skripsi. 2016
  4. Balitbang Kemenkes RI. Riset Kesehatan Dasar: RISKESDAS. Jakarta: Balitbang Kemenkes RI. 2018
  5. Balitbang Kemenkes RI. Riset Kesehatan Dasar: RISKESDAS. Jakarta: Balitbang Kemenkes RI. 2013
  6. Farisa S. Hubungan sikap, pengetahuan, ketersediaan dan keterpaparan media massa dengan konsumsi buah dan sayur pada siswa SMPN 8 Depok Tahun 2012. Depok: FKM UI. Skripsi. 2012
  7. Rachman BN, Mustika IG, Kusumawati IGAW. Faktor yang berhubungan dengan perilaku konsumsi buah dan sayur siswa SMP di Denpasar. Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition). 2017; 6(1): 9-16
  8. Safitri NRD, Fitranti DY. Pengaruh edukasi gizi dengan ceramah dan booklet terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap gizi remaja overweight. Journal of Nutrition College. 2016; 5(4): 374-380
  9. Azizaah DL, Arief YS, Krisnana I. Media ceramah dan film pendek sebagai upaya pencegahan penyakit diare berdasar teori health promotion model (HPM). Jurnal Pediomaternal. 2015; 3(1): 43-57
  10. Handayani I, Lubis Z, Aritonang EY. Pengaruh penyuluhan dengan media permainan ular tangga terhadap pengetahuan tentang buah dan sayur pada siswa MTs-S Almanar Kecamatan Hamparan Perak. JUMANTIK. 2017; 3(1)
  11. Woo, T dan Lee, KH. Faktors affecting vegetable preference in adolescents: stages of change and social cognitive theory. Nutrition Research and Practice. 2017; 11(4): 340-346
  12. Rahman, R.A dan Tresnawati, D. Pengembangan game edukasi pengenalan nama hewan dan habitatnya dalam 3 bahasa sebagai media pembelajaran berbasis multimedia. Jurnal Algoritma: Sekolah Tinggi Teknologi Garut. 2016;13: 184-190
  13. Fatimah, AS. Efektivitas penyuluhan gizi menggunakan media PSG cards dibandingkan leaflet terhadap peningkatan pengetahuan pedoman gizi seimbang pada siswa sekolah dasar. Naskah Publikasi Prodi Gizi: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta; 2017
  14. Marini, A., Wirapuspita, R., Iriyani, K. 2015. Pengaruh permainan monopoli dalam peningkatan pengetahuan, sikap, dan tindakan pola konsumsi buah dan sayur pada siswa SDN 021 Sungai Kunjang Samarinda. Higiene. 2015; 1(3): 155-161
  15. Nachiappan, S., Rahman, N.A., Andi, H., Zulkafaly, F.M. 2014. Snake and ladder games in cognition development on students with learning difficulties. review of arts and humanities. 2014; 3(2): 217-229
  16. Siyam SNL, Nurhapsari A, Benyamin B. Pengaruh stimulasi permainan ular tangga tentang gingivitis terhadap pengetahuan anak usia 8-11 tahun. ODONTO Dental Journal. 2015; 2(1): 25-28
  17. Putri SR, Siagian A, Sudaryati E. Pengaruh permainan monopoli gizi (monogi) tentang pola makan seimbang terhadap pengetahuan dan sikap siswa SDN 060902 Mangubumi Kota Medan Tahun 2016. Jurnal Gizi, Kesehatan Reproduksi dan Epidemiologi USU. 2016; 1(2): 1-7
  18. Laili RP. Pengaruh penyuluhan melalui media animasi kartun dan ular tangga edukatif terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan tindakan konsumsi sayur dan buah pada siswa SDN 136/III Koto Tengah Kerinci. Program Studi Gizi Sekolah Ilmu Kesehatan Perintis Padang. Skripsi. 2019
  19. Notoatmodjo, S. Ilmu Kesehatan Masyarakat: Prinsip-Prinsip Dasar. Jakarta: Rineka Cipta. 2003
  20. Dhian A. Pengaruh pendidikan kesehatan melalui metode ceramah dengan audi-visual terhadap pengetahuan ibu tentang menopouse di Dukuh Girimulyo, Kelurahan Gergunung, Kecamatan Klaten Utara. Jurnal Keperawatan. 2011
  21. Dhandevi PEM, Rajesh Jeewon. Fruit and vegetable intake: benefits and progress of nutrition education interventions- narrative review article. Iran J Public Health. 2015; 44(10): 1309–1321
  22. Habauzit V, Milenkovic D, Morand C. Vascular Protective Effects of Fruit Polyphenols. In. Polyphenols in Human Health and Disease. Eds, Watson R, Preedy V, Zibadi S. 1st ed. London: Elsevier Inc. 2013. p. 875– 893
  23. Sekti RM, Fayasari A. Edukasi gizi dengan media audiovisual terhadap pola konsumsi sayur buah pada remaja SMP di Jakarta Timur. Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA). 2019; 1(2): 77-88
  24. Maranata R, Widyatuti, Efektifitas intervensi bermain terhadap konsumsi sayur dan buah pada anak usia sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKes Kendal. 2020; 10 (2): 251-256
  25. Mohammad A, Madanijah S. Konsumsi buah dan sayur anak usia sekolah dasar di Bogor. Jurnal Gizi Pangan. 2015;10(1): 71-76
  26. Saputra MD, Wahyuni Y, Nuzrina R. Pengaruh pemberian edukasi gizi melalui media video dan leaflet terhadap perubahan konsumsi buah dan sayur pada siswa SMP Al Chasanah Tahun 2016. Jakarta: FIK Universitas Esa Unggul. Disertasi. 2016
  27. Asyary MS, Moviana Y, Surmita. Penyuluhan gizi dengan pengembangan food model ‘piring makananku’ meningkatkan perilaku konsumsi makanan seimbang pada remaja. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes RI Bandung. 2018;10(1): 1-8

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.