PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG SORGUM (Sorghum bicolor L. Moench) TERHADAP TEKANAN DARAH SISTOLIK TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) DIABETES

*Rochanisa Sita Arifani -  Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Nurmasari Widyastuti -  Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Choirun Nissa -  Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 26 Nov 2019; Published: 26 Nov 2019.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin yang progresif dilatarbelakangi oleh resistensi insulin. Resistensi insulin mengakibatkan peningkatan lemak tubuh yang dapat mengganggu kerja sistem saraf, termasuk sinyal yang mengatur tekanan darah sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah sistolik. Mengkonsumsi serealia tinggi serat dan antioksin seperti sorgum dapat menurunkan tekanan darah sistolik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian tepung sorgum terhadap tekanan darah sistolik tikus wistar diabetes. 

Metode: Penelitian dengan desain true experimental pre and post test with randomized control group design. Sampel yang digunakan 18 ekor tikus wistar jantan, dibagi dalam 3 kelompok secara acak yaitu kontrol positif (K+), negatif (K-), dan perlakuan tepung sorgum (P). K+ dan P di injeksi STZ 45 mg/kgBB dan NA 110 mg/kgBB. Kelompok K – dan K + diberi pakan standar sebanyak 20 g/hari, sedangkan P diberi pakan yang terdiri dari tepung sorgum 5 g/hari dan pakan standar sebanyak 15 g/hari selama 28 hari. Tiga hari setelah injeksi, hari ke-14 intervensi, dan paska intervensi tikus diperiksa tekanan darah sistolik menggunakan metode pengukuran langsung di ekor tikus secara non invasif menggunakan spyghmomanometer. Intervensi pemberian tepung sorgum pada kelompok P diberikan selama 28 hari. Analisis data menggunakan uji paired t-test, one way anova, dan kruskal wallis.

Hasil: Terdapat perbedaan signifikan tekanan darah sistolik tikus sebelum intervensi (p=0,003) dan setelah intervensi (p=0,001). Kelompok K- dan K+ mengalami peningkatan tekanan darah sistolik dan pada kelompok P terjadi penurunan tekanan darah sistolik. Penurunan tekanan darah sistolik pada kelompok perlakuan sebesar 89,3 mmHg (43,9%).

Simpulan: Tepung sorgum dapat menurunkan tekanan darah sistolik tikus wistar diabetes secara signifikan.

Keywords
Tepung sorgum; diabetes; tekanan darah sistolik
  1. International Diabetes Federation. Global Burden of Diabetes : Diabetic Atlas. 5th ed. Brussel; 2011.
  2. International Diabetes Federation. Diabetes in Indonesia. Brussel; 2014.
  3. PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia). Konsensus Pengendalian dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. PB PERKENI; 2015.
  4. Fatimah RN. Diabetes Melitus Tipe 2. J Major. 2015;4(5):93–101.
  5. Cho NH, Whiting D, Guariguata L, Montoya PA, Forouhi N, Hambleton I, et al. IDF Diabetes Atlas. 6th ed. Guariguata L, Nolan T, Beagley J, Linnenkamp U, Jacqmain O, editors. International Diabetes Federation; 2013. 1-160 p.
  6. Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus, Clinical Practice Recommendations,. USA; 2004.
  7. Miller M, Stone NJ, Ballantyne C, Bittner V, Criqui M, Ginsberg H, et al. Triglycerides and Cardiovascular Disease. Circ Am Hear Assoc Journals. 2011;123:2292–333.
  8. Yogiantoro M, Meuthia F. JNC VIII- What we learn about, what is new. Naskah lengkap PKB XVI Recent Advances in Cardiovascular Disease SMF Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK Universitas Airlangga-RSUD Dr.Soetomo Surabaya. 2014 Juni. p.87-95.
  9. Cooper-DeHoff R.M.,Gang Y, Handberg EM, Bavry AA, Denarjo SJ, Bakris GL, et al. Tight blood pressure control and cardiovascular outcome among hypertensive patients with diabetes and coronary artery disease. JAMA. 2010;304(1):61-8.
  10. Fitriani RJ. [Skripsi] Substitusi Tepung Sorgum terhadap Elongasi dan Daya Terima Mi Basah dengan Volume Air yang Proporsional. Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2016.
  11. Suarni. Pemanfaatan Tepung Sorgum untuk Produk Olahan. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian ; 2004.
  12. Stefoska-Needham A, Beck EJ, Johnson SK, Tapsell LC. Sorghum: An Underutilized Cereal Whole Grain with the Potential to Assist in the Prevention of Chronic Disease. Food Rev Int. 2015;31(4):401–37.
  13. Ghasemi A, Khalifi S, Jeddy S. Streptozotocin-nicotinamide-induced rat model of type 2 diabetes. Acta Physiol Hung [Internet]. 2019;101(4):408–20. Available from: http://www.akademiai.com/doi/abs/10.1556/APhysiol.101.2014.4.2.
  14. Savych A, Marchyshyn S. Investigation of pharmacological activity the new antidiabetic plant gathering in streptozotocin- nicotinamide-induced diabetes in the rats. Pharma Innov J. 2017;6(3):175–7.
  15. Rajarajeswari N, Pari L: Antioxidant role of coumarin on streptozotocin- nicotinamide-induced type 2 diabetic rats. J. Biochem. Mol. Toxicol. 2011. 25, 355–361.
  16. Darmono, Suhartono T, Tjokorda. Diabetes Mellitus Ditinjau dari Berbagai Aspek Penyakit Dalam. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro; 2007.
  17. Pari L, Srinivasan S. Antihyperglycemic effect of diosmin on hepatic key enzymes of carbohydrate metabolism in streptozotocin-nicotinamide-induced diabetic rats. Biomed Pharmacother [Internet]. 2019;64(7):477–81. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.biopha.2010.02.001.
  18. Gallagher ML. The Nutrient and Their Metabolism. In: Mahan LK, Escot-Stump S, editors. Krause’s Food & Nutrition Therapy. 12th ed. Canada: Elsevier; 2008. p. 50–9.
  19. Nugroho AE. Review: Hewan Percobaan Diabetes Mellitus : Patologi dan Mekanisme Aksi Diabetogenik. Biodiversitas. 2006;7(4):378–82.
  20. Zhang M, Lv X-Y, Li J, Xu Z-G, Chen L. The Characterization of High-Fat Diet and Multiple Low-Dose Streptozotocin Induced Type 2 Diabetes Rat Model. Exp Diabetes Res. 2008;1–9.
  21. Bender DA, Mayes PA. Glikolisis dan Oksidasi Piruvat. In: Biokimia Harper. 29th ed. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2012.
  22. Soemantri D, Sukmana M. Hipertensi pada diabetes melitus. Dalam : Hipertensi: Manajemen Komprehensif. Seri buku ilmiah kardiologi SMF Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Universitas Airlangga-RSUD Dr Soetomo. p.75-88.
  23. James PA, Oparil S, Carter BL, Cushom WC, Dennison-Himmerfarb C, Handler J, et al. Special Communication: 2014 Evidence-Based Guideline for the Management of High Blood Pressure in Adults. Report from the Panel Member Appointed to the Eighth Joint National Committee (JNC 8). JAMA. 2014;311(5):507-20.
  24. Yogiantoro M, Meuthia F. JNC VIII- What we learn about, what is new. Naskah lengkap PKB XVI Recent Advances in Cardiovascular Disease SMF Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK Universitas Airlangga-RSUD Dr.Soetomo Surabaya. 2014 Juni. p.87-95.
  25. UK Prospective Diabetes Study Group. Tight blood pressure control and risk of macrovascular and microvascular complications in type 2 Diabetes: UKPDS 38. BMJ. 1998;317(7160)703- 13.
  26. The ACCORD Study Group. Eff ects of intensive blood-pressure control in type 2 diabetes mellitus. N Engl J Med. 2010; 362:1575-85.
  27. Mancia G, Forgord R, Narkiewicz K, Redan J, Zanchetti A, Böhm M, et al. 2013 ESH/ ESC Guidelines for the Management of Arterial Hypertension. European Heart Journal. 2013;34,2159- 219.
  28. Part 2: Recommendations for hypertension treament. In Canadian Hypertension Education Program (CHEP) Recommendations [internet] 2019. [Cited 2019 Spet 15] Available from http:// www.hypertension.ca/en/chep.
  29. Guyton AC, Hall JE. 2006. Buku Ajar Fisiologi. Edisi ke-11. Jakarta: EGC.
  30. Ciptaningsih E. 2012. Uji Aktivitas Antioksidan dan Karakteristik Fitokimia pada Kopi Luwak Arabika dan Pengaruhnya terhadap Tekanan Darah Tikus Normal dan Tikus Hipertensi. Program Studi Magister Ilmu Kefarmasian. Fakultas MIPA. Universitas Indonesia.
  31. Fidrianny I, Padmawinata K, Soetarno S, Yulinah E. 2003. Efek Antihipertensi dan Hipotensi Beberapa Fraksi dari Ekstrak Etanol Umbi Lapis Kucai (Allium schoenoprasum L., Lliliaceae). Jurnal Mat Si Volume (8): 147-150