skip to main content

HUBUNGAN GANGGUAN MAKAN DAN KUALITAS DIET DENGAN STATUS ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI MODELLING SCHOOL

*Fransisca Natalia Bintang  -  Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Fillah Fithra Dieny  -  Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Binar Panunggal  -  Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 25 Nov 2019; Published: 25 Nov 2019.

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Remaja yang berprofesi sebagai model sering merasa takut jika mengalami kenaikan berat badan memiliki kecenderungan membatasi asupan makan. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan makan dan anemia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara gangguan makan dan kualitas diet dengan status anemia pada remaja putri di Modelling School.

Metode: Penelitian observasional dengan desain cross-sectional melibatkan 55 remaja putri berumur 12-19 tahun yang dipilih secara consecutive sampling dan dilakukan di Sekolah Model Semarang. Kadar hemoglobin (Hb) diukur dengan metode Cyanmethemoglobin, gangguan makan menggunakan kuesioner Eating Disorder Diagnostic Scale (EDDS), dan kualitas diet diukur dengan formulir food frequency questionnaire (FFQ), kemudian dihitung skor kualitas dietnya menggunakan panduan Diet Quality Index International (DQI-I). Analisis data menggunakan uji Chi Square.

Hasil: Subjek yang mengalami anemia sebanyak 25 orang (45,5%). Gangguan makan ditemukan pada 29 subjek (52,7%) dengan 11 orang mengalami bulimia nervosa. Persentase remaja putri (63,6%) yang memiliki kualitas diet rendah pada penelitian ini lebih banyak dibandingkan dengan remaja (36,4%) yang memiliki kualitas diet tinggi. Hasil menunjukkan subjek (41,4%) yang anemia juga mengalami gangguan makan (p=0,243), dan subjek (45,7%) yang anemia memiliki kualitas diet yang rendah (p=0,959). Kualitas diet rendah (65,5%) ditemukan lebih banyak pada kelompok yang mengalami gangguan makan (p=0,866).

Simpulan: Tidak ada hubungan antara gangguan makan dan kualitas diet dengan status anemia pada remaja putri di modelling school (p > 0,05)

Fulltext View|Download
Keywords: gangguan makan; kualitas diet; anemia; remaja

Article Metrics:

  1. WHO. Haemoglobin concentrations for the diagnosis of anaemia and assessment of severity. In 2011. hal. 1–6
  2. WHO. The global prevalence of anaemia in 2011. Geneva, Switzerland: World Health Organization; 2015
  3. Kementerian Kesehatan RI. Riset kesehatan dasar. 2013
  4. Mariana W, Khafidhoh N. Hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMK Swadaya wilayah kerja Puskesmas Karangdoro Kota Semarang tahun 2013. Jurnal Kebidanan. 2013;2(4):35–42
  5. Utami BN, Surjani S, Mardiyaningsih E. Hubungan pola makan dan pola menstruasi dengan kejadian anemia remaja putri. Jurnal Keperawatan Soedirman. 2015;10(2):67–75
  6. Brown JE. Nutrition through the life cycle. 4 ed. United States: Wadsworth Cengage Learning; 2011
  7. Pakar Gizi Indonesia. Ilmu gizi: teori & aplikasi. Hardinsyah, Supariasa IDN, editor. EGC; 2016
  8. Preti A, Usai A, Miotto P, Rita D, Masala C. Eating disorders among professional fashion models. Psychiatry Research. 2008;159:86–94
  9. Haq AB, Murbawani EA. Status gizi, asupan makan pada remaja putri yang berprofesi sebagai model. Journal of Nutrition College. 2014;3(4):489–94
  10. Swami V, Szmigielska E. Body image concerns in professional fashion models: Are they really an at-risk group? Psychiatry Research. 2013;207(1–2):113–7
  11. Balcı YI, Karabulut A, Gürses D, Çövüt İE. Prevalence and risk factors of anemia among adolescents in Denizli, Turkey. Iranian Journal of Pediatrics. 2012;22(1):77–81
  12. Tesfaye M, Yemane T, Adisu W, Asres Y, Gedefaw L. Anemia and iron deficiency among school adolescents: burden, severity, and determinant factors in southwest Ethiopia. Adolescent Health, Medicine and Therapeutics. 2015;6:189–96
  13. Shill KB, Karmakar P, Kibria G, Das A, Rahman MA, Hossain MS, et al. Prevalence of iron-deficiency anaemia among university students in Noakhali Region, Bangladesh. Journal of Health, Population and Nutrition. 2014;32(1):103–10
  14. Syarafina A, Probosari E. Hubungan eating disorder dengan status gizi pada remaja putri di modeling agency Semarang. Journal of Nutrition College. 2014;3(2):48–53
  15. Zimmerman J, Santiago A, Feinstein R, Fisher M. Do adolescents with eating disorders meet recommended dietary allowances, despite their descreased calorie intakes? Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics. 2016;116(9):A77
  16. Misra M, Aggarwal A, Miller KK, Almazan C, Worley M, Soyka LA, et al. Effects of anorexia nervosa on clinical, hematologic, biochemical, and bone density parameters in community-dwelling adolescent girls Madhusmita. Pediatrics. 2004;114(6):1574–83
  17. Walsh BT. The importance of eating behavior in eating disorders. Physiol Behav. 2012;104(4):525–9
  18. Satgas Remaja IDAI. Nutrisi pada remaja [Internet]. 2013 [dikutip 10 Mei 2019]. Tersedia pada: http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/nutrisi-pada-remaja
  19. Yuliana BN, Dieny FF. Ketidakpuasan terhadap citra tubuh dan kejadian female athlete triad (FAT) pada remaja putri. Journal of Nutrition College. 2013;2(4):705–12
  20. Dieny FF. Permasalahan gizi pada remaja putri. Yogyakarta: Graha Ilmu; 2014
  21. Nurjannah I, Muniroh L. Body image, tingkat kecukupan zat gizi, dan FAD diets pada model remaja putri di Surabaya. MGI. 2019;14(1):95–105
  22. Dewi UP, Dieny FF. Hubungan antara densitas energi dan kualitas diet dengan indeks massa tubuh (IMT) pada remaja. Journal of Nutrition College. 2013;2(4):447–57
  23. Kementerian Kesehatan RI. Riset kesehatan dasar. 2018
  24. Suryani D, Hafiani R, Junita R. Analisis pola makan dan anemia gizi besi pada remaja putri kota Bengkulu. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas. 2015;10(1):11–8
  25. Retnaningrum G, Dieny FF. Kualitas diet dan aktivitas fisik pada remaja obesitas dan non obesitas. Journal of Nutrition College. 2015;4(2):469–79
  26. Permaesih D, Herman S. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Anemia Pada Remaja. Buletin Penelitian Kesehatan. 2005;33:162–71
  27. Stopler T. Medical nutrition theraphy for anemia. krause’s food and nutrition theraphy. 11th ed. Philadelphia: Saunders; 2004

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.