skip to main content

DENSITAS ENERGI MAKANAN DAN HEREDITAS SEBAGAI FAKTOR RISIKO HIPERTENSI OBESITIK PADA REMAJA AWAL

*Rizka Dyah Ayu Avihani  -  Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Indonesia
Muhammad Sulchan  -  Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: .

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Prevalensi hipertensi obesitik terus meningkat dengan cepat khususnya pada remaja. Densitas energi makanan dan hereditas merupakan beberapa faktor risiko hipertensi obesitik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya risiko faktor densitas energi makanan dan hereditas terhadap kejadian hipertensi obesitik pada remaja awal.

Metode: Penelitian dilakukan di SMP Negeri 3, SMP Negeri 30, SMP Kesatrian 2, dan Madrasah Al-Khoiriyah. Desain penelitian case-control dengan jumlah subyek 72 yang terdiri dari 36 kasus dan 36 kontrol. Subyek yang dipilih adalah yang memenuhi kriteria inklusi. Data densitas energi makanan didapatkan dengan wawancara menggunakan food frequency questionnaire 1 bulan terakhir. Data hereditas diperoleh dari pengukuran orang tua kandung secara langsung. Pengukuran tinggi badan menggunakan microtoise, berat badan menggunakan timbangan digital,  dan tekanan darah menggunakan sphygmomanometer.

Hasil: Prevalensi hipertensi obesitas sebesar 7,5%. Ditemukan hubungan yang bermakna antara densitas energi (OR=5,8;CI=2,013–16,715;p=0,001) dan hereditas (OR=4,0;CI=1,518–11,000;p=0,004) dengan kejadian hipertensi obesitik pada remaja awal.

Simpulan: Densitas energi makanan dan hereditas merupakan faktor risiko yang bermakna terhadap kejadian hipertensi obesitik pada remaja awal, dengan besar risiko 5,8 kali dan 4,0 kali.

Fulltext View|Download
Keywords: remaja awal; hipertensi obesitik; densitas energi makanan; hereditas

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.