skip to main content

Faktor Risiko Kegagalan ASI Eksklusif

Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Indonesia

Published: 20 Jul 2017.

Citation Format:
Abstract

Latar Belakang: Kegagalan ASI eksklusif sangat umum terjadi di Indonesia, walaupun ASI eksklusif telah dianjurkan oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kegagalan ASI eksklusif.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian case-control dengan subjek ibu menyusui yang memiliki bayi usia 6-8 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pegandan. Total subjek penelitian ini sebanyak 70 orang, yang terbagi menjadi kelompok kasus dan kelompok kontrol. Informasi mengenai dukungan suami, pemberian informasi oleh petugas kesehatan, penolong persalinan, tempat bersalin, pendapatan keluarga, status pekerjaan ibu, dan ketersediaan ruang ASI di tempat kerja didapatkan melalui wawancara langsung. Analisis data dengan tabulasi silang 2x2 dan regresi logistik.

Hasil: Hampir separuh subjek penelitian berada di kelompok usia 20-29 tahun dengan rerata usia 31,1±5,58. Ibu menyusui yang tidak didukung suami untuk melakukan ASI eksklusif berisiko 3,59 kali lebih besar untuk mengalami kegagalan ASI eksklusif, ibu menyusui yang melahirkan di fasilitas kesehatan tingkat pertama berisiko 5,18 kali lebih besar untuk mengalami kegagalan ASI eksklusif, serta ibu menyusui yang menerima informasi yang salah dari petugas kesehatan berisiko 8,06 kali lebih besar untuk mengalami kegagalan ASI eksklusif.

Simpulan: Faktor risiko kegagalan ASI eksklusif adalah suami yang tidak mendukung, tempat bersalin di fasilitas kesehatan pertama, dan pemberian informasi yang salah oleh petugas kesehatan.

Fulltext View|Download
Keywords: faktor risiko, kegagalan, ASI eksklusif

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.