FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MAKAN SEHAT PADA REMAJA SMA DI KOTA SEMARANG

*Riendy Aanisah Putri  -  Mahasiswa Peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Zahroh Shaluhiyah scopus  -  Bagian Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Aditya Kusumawati  -  Bagian Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Received: 26 Mar 2020; Published: 30 Jun 2020.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract
Non-communicable diseases (NCD) cause 73% of deaths in Indonesia. NCDs trends continue to show an increase and have been found in young populations. Non-communicable diseases can be prevented by implementing healthy eating behaviors since teenagers in order to prepare themselves to become healthy, productive, and quality adults. The purpose of this study was to analyze the factors that influence healthy eating behavior in high school adolescents in the city of Semarang. This type of research is descriptive analytic with cross sectional study design. Subjects were 111 high school adolescents in 16 high schools in Semarang City. The sampling technique used probability sampling techniques with simple random sampling. Data collection was carried out through interviews using a questionnaire and using food recall. Data analysis in this study used univariate and bivariate analysis. The results showed that 37.8% of respondents had healthy eating behavior and 62.2% of respondents had unhealthy eating behavior. The results of the bivariate analysis showed that there was a relationship between healthy eating behavior and the respondent's knowledge (p-value ꞊ 0.000), the attitude of the respondent (p-value ꞊ 0,000), attitudes and eating behavior on friends (p-value ꞊ 0,002), attitudes and eating behavior on parents (p-value ꞊ 0,041). This study concludes the importance of consuming healthy and varied foods and maintaining the portion of food according to the needs in order to meet the adequacy of energy, protein, fat, carbohydrates, and fiber. Researcher suggest to school institutions to provide more variety of healthy menus in school canteens at affordable prices and advise parents to support children behaving healthy by providing healthy foods that vary every day.
Keywords: Healthy eating behavior; adolescents; food consumption

Article Metrics:

  1. Kemekes RI. Pedoman manajemenpenyakit tidak menular. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2019
  2. WHO. Noncommunicable diseases. 2018
  3. Sihombing M. Hubungan perilaku merokok, konsumsi makanan/minuman, dan aktivitas fisik dengan penyakit hipertensi pada responden obes usia dewasa di Indonesia. Maj Kedokt Indones. 2010;60(9)
  4. Sirajuddin, Surmita, Astuti T. Survei Konsumsi Pangan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2018
  5. Kementerian Kesehatan RI. Angka Kecukupan Gizi. 2019
  6. Gibney, dkk. Gizi Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC; 2009
  7. Kabir A, Miah S, Islam A. Factors influencing eating behavior and dietary intake among resident students in a public university in Bangladesh: A qualitative study. PLoS One. 2018;13(6):1–17
  8. Rantika, Taofik R. Penggunaan Dan Pengembangan Dietary Fiber. Dep Farmasetika dan Teknol Farm Fak Farm Univ Padjadjaran. 2018;16(2):152–65
  9. Fadhilah FH, Widjanarko B, Shaluhiyah Z, Pendidikan B, Perilaku I. Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku makan pada anak gizi lebih di sekolah menengah pertama wilayah kerja Puskesmas Poncol kota Semarang. J Kesehat Masy. 2018;6(1):734–44
  10. Putri AY. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pola Konsumsi Makan pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah Unwanul Huda di Jakarta Selatan Tahun 2015. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta; 2015
  11. Almatsier S. Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 2004
  12. Setyowati ND, Riyanti E, Indraswari R. Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku makan remaja putri dalam pencegahan anemia di wilayah kerja Puskesmas Ngemplak Simongan. J Kesehat Masy. 2017;5(5):1042–53
  13. Dianie Paramitha Putri. Hubungan antara pengetahuan tentang buah, jumlah uang saku dan gaya hidup dengan perilaku mengkonsumsi buah pada mahasiswa Keperawatan semester VIII STIKES ’Aisyiyah Yogyakarta. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘ Aisyiyah; 2012
  14. Prasiwi RI. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Makan Pada Remaja Di SMPN 115 Jakarta Selatan Tahun 2012. Universitas Indonesia; 2012
  15. Rahman N, Dewi NU, Armawaty F. Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku makan pada remaja SMA Negeri 1 Palu. J Prev. 2016;7(1):43–52
  16. Nyapera V. Nutrition knowledge, attitudes and practices of children from Isinya and Nkoile primary schools In Kajiado district, Kenya. Kenyatta University; 2012
  17. Sulistyoningsih H. Gizi untuk kesehatan ibu dan anak. Yogyakarta: Graha Ilmu; 2012
  18. Suci SP. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pola makan mahasiswa Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2011. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; 2011
  19. A. AK. Kebiasaan makan dan gangguan pola makan serta pengaruhnya terhadap status gizi remaja. J Publ Pendidik. 2016;6(1):49–55
  20. Farisa S. Hubungan sikap, pengetahuan, ketersediaan dan keterpaparan media massa dengan konsumsi buah dan sayur pada siswa SMPN 8 Depok tahun 2012. Universitas Indonesia; 2012
  21. Ramadhani DT, Hidayati L. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi sayur dan buah pada remaja putri SMPN 3 Surakarta. In: Seminar Nasional Gizi. 2017. p. 45–58
  22. Suryaalamsah II, Kushargina R, Stefani M, Gizi PS, Jakarta UM, Gizi PS, et al. “Gerebek sekolah” (gerakan membawa bekal makan dan minum ke sekolah) sebagai upaya pemenuhan gizi murid SDN Pesanggrahan 02 Jakarta Selatan. In: Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ. 2019
  23. Sogari G, Velez-Argumedo C, Gómez MI, Mora C. College students and eating habits: A study using an ecological model for healthy behavior. Nutrients. 2018;10(12)
  24. MT C, LG L, JB A. How long does it take students to eat lunch? A summary of three studies. J Clin Nutr Manag. 2002;26(2):1–9
  25. Fitri RP. Pengaruh teman sebaya, pengetahuan, media masa terhadap perilaku diet mahasiwi Stikes Payung Negeri Pekanbaru. J Endur. 2018;3(1):162
  26. Menozzi D, Sogari G, Mora C. Explaining vegetable consumption among young adults: an application of the theory of planned behaviour. Nutrients. 2015;7:7633–7650
  27. Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasinya. Jakarta: Rineka Cipta; 2010
  28. I S. Perilaku organisasi. Jakarta: Fakultas Ekonomi UII; 2013
  29. F K, A H, S F, M G. The effect of precede procees model combined with the belief model and the theory of self-efficacy to increase normal delivery among nulliparous. Procedia Soc Behav Sci. 2012