Peran Sentra Advokasi Perempuan Difabel Dan Anak Terhadap Kaum Difabel Dalam Pemenuhan Aksesibilitas Informasi

Published: 12 Sep 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract
Penelitian ini berjudul “Peran Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak terhadap Kaum Difabel dalam
Pemenuhan Aksesibilitas Informasi”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran Sentra
Advokasi Perempuan, Difabel, dan Anak Kota Yogyakarta dalam memenuhi aksesibilitas informasi penyandang
difabel. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis
penelitian deskriptif yang dilakukan di kantor Sentra Advokasi Perempuan, Difabel, dan Anak (SAPDA) Kota
Yogyakarta. Informan penelitian berjumlah 4 orang dengan penentuan informan menggunakan teknik purposive
sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Pengolahan data
dan analisis menggunakan model analisis Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Uji keabsahan data mengacu pada Sugiyono dengan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian
membuktikan bahwa peran SAPDA dalam menyediakan aksesibilitas informasi untuk penyandang difabel terdiri
dari tiga upaya khusus, yaitu menjalin kerjasama dengan beberapa perpustakaan serta pemerintah kota Yogyakarta,
membentuk perpustakaan khusus difabel di kantor SAPDA, dan peningkatan kapasitas internal Lembaga SAPDA.
Keywords: aksesibilitas informasi; penyandang difabel; SAPDA

Article Metrics:

  1. Aziz, S. (2014). Perpustakaan Ramah Difabel.
  2. Yogyakarta: Ar-Ruzz.
  3. B. Suyanto, dan Sutinah. (2011). Metode Penelitian
  4. Sosial Berbagai Alternatif. Jakarta: Kencana
  5. Todaro.
  6. Boengin, B. (2012). Analisis Data Penelitian
  7. Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  8. Isrowiyanti. (2013). Mewujudkan Perpustakaan
  9. Perguruan Tinggi yang Ramah Difabel.
  10. Baca: Jurnal Dokumentasi dan Informasi,
  11. -58.
  12. Muhadjir, N. (1996). Metodologi Penelitian
  13. Kualitatif. Yogyakarta: Rake Sarasin.
  14. Mukhtar. (2013). Metode Praktis Penelitian
  15. Deskriptif Kualitatif. Jakarta: GP Press
  16. Group.
  17. Nations, U. (2006). United Nations Convention on
  18. the Rights of Persons with Disabilities., (p.
  19. .
  20. Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak.
  21. Profil SAPDA. Sumber:
  22. < http://sapdajogja.org/?cat=13> diakses
  23. pada [25 Januari 2016].
  24. Soekanto, S. (2002). Sosiologi: Suatu Pengantar.
  25. Jakarta: Raja Persada.
  26. Sopari, M. (2016). Karakteristik dan Keusangan
  27. Literatur: Suatu Kajian Bibliometrik Pada
  28. Skripsi Fakultas Ilmu Budaya Universitas
  29. Diponegoro Tahun 2015. Semarang.
  30. Sumber < http://eprints.undip.ac.id/>.
  31. diunduh [27 November 2017]
  32. Sulistyo-Basuki, (1991). Pengantar Ilmu
  33. Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka
  34. Utama.
  35. Suci, P. (2014). Kajian Aksesibilitas Terhadap Ruang
  36. Terbuka di Perumahan Terencana Kota
  37. Medan Pada Skripsi Departemen Arsitektur
  38. Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara
  39. Tahun 2014. Medan. Sumber
  40. . diunduh [14
  41. Agustus 2019]
  42. Sugiyono. (2017). Metode Penelitian : Kuantitatif,
  43. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta