Perkembangan Transportasi Laut Jepara-Karimunjawa dan Dampaknya terhadap Kehidupan Masyarakat Karimunjawa Tahun 1993-2014

*Anindya Arti Putri  -  Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia
Endang Susilowati  -  Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 28 Dec 2020; Published: 31 Dec 2020.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Transportasi laut pada umumnya merupakan pengangkutan melalui laut yang digunakan untuk mengangkut orang atau barang dari satu pulau ke pulau yang lain. Salah satu pulau yang membutuhkan sarana pengangkutan tersebut, yaitu Kepulauan Karimunjawa. Transportasi laut merupakan sebuah sarana yang penting bagi masyarakat Kepulauan Karimunjawa yang secara geografis letaknya dipisahkan oleh laut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan transportasi laut dari tahun 1993-2014 yang dapat membawa dampak terhadap kehidupan sosial maupun ekonomi masyarakat Karimunjawa.

Hasil dari penelitian menunjukan bahwa perkembangan transportasi laut di jalur Jepara-Karimunjawa mulai terjadi pada 1993 dengan beroperasinya kapal berkontruksi baja. Sebelumnya, kapal yang beroperasi merupakan kapal kayu dengan teknologi yang masih sederhana dan jarak tempuh yang lama. Kapal-kapal pada 1993 sampai 2014 mengalami perkembangan signifikan yang dapat dilihat dari daya tempuh lebih cepat, kapasitas lebih besar, dan kemajuan teknologi kapal. Perkembangan teknologi tersebut memberikan dampak terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Karimunjawa, baik dalam bidang ekonomi maupun sosial. Dampak tersebut membuat masyarakat Karimunjawa dapat memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatan pendapatan mereka serta memperbaiki kehidupan masyarakat Karimunjawa.

Article Metrics:

  1. Gottschalk, Louis (1986). Mengerti Sejarah, terjemahan Nugroho Notosusanto. Jakarta: Universitas Indonesia Press
  2. “Hari Ini Gubernur Resmikan KMP Muria”, Suara Merdeka, 24 Oktober 1996
  3. “Jalur Jepara-Karimunjawa di Tambah Satu Kapal Pesiar”, Suara Merdeka, 23 Desember 1993
  4. “Jepara-Karimunjawa Cuman Butuh 2,5 jam”, Suara Merdeka, 3 Maret 2004
  5. “Kapal Baru Lebih Besar dan Cepat,”, Suara Merdeka, 4 Februari 2014
  6. “Kapal Motor Kota Ukir Akan Dioperasikan Mulai 11 Maret”, Suara Merdeka, 6 Maret 1995
  7. “Kapal Perang KRI Nusa Telu Dioperasikan ke Karimunjawa”, Kompas, 16 November 1993
  8. “Keterbatasan Sarana Transportasi Mendorong Warga Harus Berani”, Suara Merdeka, 8 November 1994
  9. “Kisah Pensiun Mendadak KM Dewadaru”, Suara Merdeka, 18 Oktober 1993
  10. “KM Adisson I Melayani Rute Karimunjawa-Jepara”, Kompas, 2 September 1994
  11. “KM Dewadaru Minggu Ini Dioperasikan”, Suara Merdeka, 12 April 1989
  12. “KM Larashati Menabrak Karang di Karimunjawa”, Kompas, 25 Oktober 1986
  13. “KM Sejati Berkah Tak Sanggup Layari Jepara-Karimujawa”, Kompas, 26 Juli 1994
  14. “KMC Express Cantika Ditarik”, Suara Merdeka, 14 Maret 2014
  15. “Larashati 2 melayani Jepara-Karimunjawa”, Kompas, 14 Januari 1987
  16. Oktaviana, Goretti Maria, Harnen Sulistio, dan Achmad Wicaksono (2011). “Strategi Pengembangan Transportasi Antar Wilayah di Provinsi Papua Barat.” Jurnal Rekayasa, Vol. 5 (3): 180-190
  17. “Pelayaran Adisson I Akan di Normalkan Lagi”, Suara Merdeka, 27 Mei 1995
  18. “Pelayaran KMP Muria Bawa 82 Penumpang”, Suara Merdeka, 30 Oktober 1996
  19. Pendit, Nyoman S. (2005). Glosari Pariwisata Kontemporer; Memperkaya Khazanah Industri Hospitaliti dan Perjalanan Wisata Indonesia. Jakarta: PT Pradnya Paramita
  20. “Perjalanan Bisa Kurang Dari Dua Jam”, Suara Merdeka, 24 Maret 2012
  21. Purwaka, Tommy H. (1993). Pelayaran Antar Pulau Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara
  22. “Rawan, Penyeberangan Jepara-Karimunjawa”, Kompas, 16 Mei 1981
  23. Soedjono, Wiwoho (1986). Hukum Laut. Yogyakarta: Liberty
  24. “Tongkol IV Tenggelam 16 Meninggal”, Kompas, 13 Oktober 1993
  25. “Transportasi Laut: Dongkrak Turis, Jepara-Karimunjawa Tambah Satu Kapal”, Kompas, 24 Maret 2012
  26. Muslikin