Penumpasan Gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia Kabupaten Tegal 1949-1962

*Nurul Fatimah  -  Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia
I Indriyanto  -  Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 20 Dec 2020; Published: 31 Dec 2020.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Artikel ini mengkaji permasalahan tentang kemunculan Gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) Kabupaten Tegal dan operasi penumpasan Gerakan DI/TII Kabupaten Tegal yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 1949-1962. Kemunculan Gerakan DI/TII di Kabupaten Tegal tidak dapat dipisahkan dari adanya kebijakan dari pusat terhadap Reorganisasi dan Rasionalisasi (RERA) di dalam TNI. Kebijakan RERA tersebut dimaksudkan untuk membangun TNI menjadi organisasi militer yang baik dan profesional dengan dasar pendidikan kompetensi yang jelas dan terukur. Oleh karena itu, dengan RERA banyak kesatuan militer yang terkena dampak harus dikeluarkan ataupun dibubarkan. Salah satu organisasi Hizbullah yang kecewa terhadap keputusan RERA adalah Majelis Islam. Pasukan Majelis Islam pimpinan Abas Abdullah pada akhirnya memutuskan untuk memberontak melawan pemerintah. Pada perkembangannya, Amir Fatah bergabung bersama Abas Abdullah membangun Gerakan DI/TII Kabupaten Tegal. Gerakan separatis DI/TII Kabupaten Tegal menyebabkan pemerintah membentuk berbagai operasi penumpasan seperti Gerakan Banteng Negara, Gerakan Banteng Raiders dan operasi gabungan antara pasukan (Sub Wehrkreise) SWKS III dan pasukan SWKS IV.

Article Metrics:

  1. Dijk, C. Van (1993). Darul Islam sebuah Pemberontakan. Jakarta: Pustaka Utama
  2. Dinas Sejarah Militer TNI (1974). Gerakan DI/TII Jawa Tengah dan Penumpasannya. Bandung: Disjarah TNI AD
  3. Dwijayanto, Reno A (2014). “Sistem Militer dalam Tentara Islam Indonesia (TII) di Jawa Barat pada Masa Kartosuwiryo Tahun 1948-1962.” Skripsi pada Program Sarjana Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta
  4. Muhammad, Iskandar (2000). Peranan Elite Agama pada Masa Revolusi Kemerdekaan Indonesia Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
  5. Parwanto, Dudun “Reaksi Serikat Buruh dan Organisasi Massa Terhadap Teror dan Gangguan Keamanan DI/TII di Kabupaten Tegal Tahun 1949-1962.” Skripsi pada Program Sarjana Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, 2000
  6. “Surat dari Kepala Staff SWKS III kepada Komandan Brigade (Komandan Daerah I), no. 58/ SWKS III/1949” (Arsip Koleksi Komando Daerah Diponegoro No. 85, Museum Mandala Bhakti)
  7. “Surat Amanat Wakil Panglima Angkatan Bersenjata RI pada Upacara Peresmian Monumen GBN di Tegal pada Tanggal 6 Oktober 1976” (Arsip Koleksi Komando Daerah Militer IV/Diponegoro No. 14, Museum Mandala Bhakti)
  8. Syariffudin, Amak (1962). Kisah Kartosuwiryo dan Menyerahnya. Surabaya: Grip